
Foto: newsroom.spotify.com
Teknologi.id – Spotify kembali memperkuat sisi sosial di dalam platformnya dengan meluncurkan fitur obrolan grup atau Group Chat. Kehadiran fitur ini memungkinkan pengguna untuk berbagi berbagai konten digital, mulai dari lagu, album, playlist, podcast, hingga buku audio (audiobook) secara langsung di dalam aplikasi. Langkah ini diambil oleh Spotify untuk memudahkan interaksi antarpengguna agar tetap berada di dalam satu ekosistem tanpa perlu menyalin tautan dan berpindah ke aplikasi pesan instan pihak ketiga.
Inovasi ini sebenarnya bukan upaya pertama bagi perusahaan asal Swedia tersebut. Lebih dari satu dekade lalu, Spotify pernah memiliki fitur serupa, namun dihapus karena rendahnya partisipasi dan antusiasme pengguna saat itu. Kini, Spotify menghidupkan kembali fungsi perpesanan dengan peningkatan signifikan karena melihat adanya perubahan perilaku pengguna yang lebih aktif dalam berbagi konten digital. Perusahaan meyakini bahwa fitur obrolan grup ini akan diterima lebih luas seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk berinteraksi secara personal melalui musik dan audio.
Fungsionalitas Pesan Grup hingga 10 Orang
Foto: newsroom.spotify.com
Melalui pembaruan fitur Spotify Messages ini, pengguna kini dapat mengirimkan pesan ke maksimal 10 orang sekaligus dalam satu ruang percakapan. Fitur ini dirancang untuk mencakup berbagai jenis konten audio selama konten tersebut memiliki tombol berbagi. Hal ini memudahkan teman atau anggota keluarga untuk saling memberikan rekomendasi konten secara kolektif tanpa hambatan teknis yang berarti.
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup masuk ke halaman Pesan dan memilih opsi "Buat Grup", kemudian memilih hingga 10 kontak yang akan diajak berinteraksi. Spotify menegaskan bahwa fungsi keamanan dan kontrol pengguna yang ada pada pesan pribadi juga diterapkan sepenuhnya pada obrolan grup ini.
Menariknya, fitur ini tersedia secara bertahap bagi seluruh pengguna, baik pengguna akun gratis maupun pelanggan Premium, sehingga semua lapisan pengguna dapat merasakan pengalaman sosial yang lebih inklusif.
Keunggulan Interaksi Sosial dalam Selera Musik
Salah satu keunggulan utama dari fitur ini adalah syarat interaksi yang memastikan keamanan privasi. Spotify membatasi akses pembuatan grup hanya bagi pengguna yang sebelumnya sudah pernah berbagi konten atau memiliki riwayat interaksi.
Artinya, percakapan grup hanya bisa dimulai dengan pengguna yang sudah terhubung melalui fitur seperti playlist kolaboratif, fitur Jam, Blend, atau akun yang tergabung dalam paket berlangganan yang sama. Strategi ini dimaksudkan agar percakapan tetap terjadi di antara lingkaran pertemanan yang sudah saling mengenal di dalam platform.
Selain obrolan teks, keunggulan lain yang dihadirkan adalah fitur Listening Activity yang terintegrasi di bagian atas percakapan. Selama opsi ini diaktifkan di menu pengaturan privasi, pengguna bisa melihat secara real-time lagu apa yang sedang diputar oleh teman mereka di dalam grup.
Interaksi pun menjadi lebih spontan karena anggota grup bisa langsung memutar lagu yang sama, memberikan reaksi emoji, hingga menyimpannya ke library pribadi tanpa harus menghentikan percakapan. Kehadiran fitur Jam juga melengkapi pengalaman ini, di mana pengguna Premium dapat mengundang teman (termasuk pengguna gratisan) untuk mendengarkan musik bersama secara sinkron sebagai host.
Keamanan Data dan Fokus Pengalaman Pengguna
Meski menghadirkan fitur grup chat, Spotify menegaskan bahwa layanan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan aplikasi perpesanan eksternal yang sudah ada. Perusahaan tetap mendorong pengguna untuk bebas berbagi konten ke luar platform, namun memberikan solusi internal agar proses berbagi terasa lebih personal. Fokus utama Spotify adalah menciptakan pengalaman sosial yang lebih dalam, yang sebelumnya sudah dimulai dengan kolom komentar di podcast dan fitur mengikuti akun pengguna lain.
Dari sisi keamanan, Spotify memastikan bahwa seluruh pesan pengguna telah dienkripsi saat disimpan maupun dikirim untuk menjaga kenyamanan. Namun, perusahaan secara transparan menyatakan bahwa enkripsi end-to-end belum diterapkan, sehingga secara teknis pesan masih dapat diakses oleh pihak internal Spotify jika diperlukan untuk moderasi keamanan. Langkah ini diambil untuk memastikan ruang obrolan tetap bersih dari penyalahgunaan sambil tetap mendorong pengguna untuk aktif mengeksplorasi dunia musik, podcast, dan buku audio bersama komunitas kecil mereka.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(AA/ZA)


Tinggalkan Komentar