Stop Charge HP 100 Persen, Simak Penjelasan Dibalik Bahayanya!

Ayu Puspita Lestari . June 10, 2024

ilustrasi stop charge hp sampai 100 persen

Teknologi.id - Hal yang kerap dikhawatirkan pengguna ponsel adalah umur baterai. Sebagian pengguna mungkin masih mengalami kebingungan dalam menjaga  kesehatan baterai. Salah satu saran saran umum untuk menjaga baterai tetap awet yang mungkin sering didengar adalah selalu mengisi baterai hingga 100 persen.

Pada model ponsel lama, jika dibiarkan mengisi daya semalaman, ponsel akan menggunakan sedikit energi dengan terus-menerus memasukkan daya baru ke baterai setiap kali baterai turun hingga 99 persen. Hal ini dapat memakan masa pakai ponsel.

Kesehatan baterai atau battery healty merupakan durasi HP yang bisa dipakai atau kemampuan baterai menyimpan daya sebelum perlu di cas kembali. Jenis baterai Lihium-ion (Li-ion) yang banyak di pakai HP saat ini, battery health itu bakal menurun.

Saat battery health menurun, HP tak bisa di pakai dalam waktu yang optimal, dayanya dapat cepat habis. Penurunan battery health bisa ditimbulkan karena kandungan kimia di dalamnya sudah hangus karena lama pemakaian. Selain itu, penurunan kesehatan baterai juga bisa  karena kesalahan pengisan daya. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat cas HP untuk menjaga kesehatan baterai agar tak turun drastis.

Battery health (BH) secara umum adalah kemampuan baterai dalam menyimpan energi yang pada ponsel diukur denan presentase. BH akan turun seiring dengan pemakaian ponsel. Namun, penurunan tersebut bisa di perlambat asal cara pengisian daya dilakukan dengan tepat. Meski demikian, dilansir dari SAYS, baterai berada dalam kondisi paling krusial saat benar-benar habis atau terisi penuh. Jadi dengan menghindari situasi ini, baterai litiumion akan memperpanjang masa pakainya.

Baca juga : 3 Cara untuk Menghemat Baterai HP Kamu, Biar Enggak Cepat Habis dan Awet !

Mengapa Tidak Boleh Charge HP Hingga 100 Persen

Banyak orang memang menganjurkan untuk tidak mengisi daya baterai HP hingga 100 persen. Saran tersebut didasarkan pada teknologi baterai dan berkaitan dengan tegangan arus listrik. Namun apakah saran tersebut masih relevan?

Baterai HP memakan bahan lithium-ion, sehingga pengisian baterai dengan daya rendah akan membuat baterai dengan daya rendah akan membuat baterai lebih awet. Sebaliknya, tegangan listrik yang melewati baterai secara terus menerus memicu kerusakan pada baterai. Atas dasar alasan inilah mengapa cas HP tidak dianjurkan sampai 100 persen, namun hanya di angka 80 persen saja.

Isi ulang daya ponsel tidak sampai 100 persen disebut dengan nama isi daya model perisal. Isi daya tersebut disarankan untuk mempanjang usai baterai. Sebagian orang menerapkan metode tersebut saat mereka tidak berpegian.

Akan tetapi, saran tersebut ternyata mulai tidak relevan mengingat teknologi semakin canggih. Apalagi dengan kehadiran teknologi fast charging. Teknologi tersebut secara sederhana melakukan pengisisna dengan tegangan tinggi saat beterai berada di angka 50 persen dan tidak lebih dari 80 persen.

Android Authority menuliskan, mengisi daya ponsel 30-80 persen bisa memperpanjang masa pakai baterai. Penyebanya adalah voltase yang dihasilkan lebih rendah. HP yang beroperasi pada voltase rendah baik untuk masa pakai baterai. Dengan begitu dapat meningkatkan jumlah siklus pengisian daya, jauh sebelum penurunan kapasitas. Battery University melaporkan perhitungannya yakni setiap penurunan tegangan sel 0,1 V dapat menggandakan siklus hidup baterai.

Untuk menghindari smartphone menjadi panas, pengguna di sarankan tidak menggunakan HP selama waktu pengisian baterai. Aktivitas yang perlu di hindari adalah seperti beriman game intensif, streaming video atau menjalankan beban kerja yang intensif.

Mengetahui risiko bahaya charge HP 100 persen menjadi penting agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dan memastikan kesehatan baterai HP. Lalu apa saja bahaya charge HP 100 persen yang peru di waspadai.

1. Overcharging dan Overheating 

Bahaya charge HP 100 persen, di kenal sebagai overcharging, dapat memberikan dampak serius pada kesehatan baterai HP. Overcharging terjadi ketika beterai terus mengisi daya HP meskipun sudah mencapai kapasitas maksimum. Akibatnya, sel-sel baterai menjadi panas dan dapat mengalami overheat. Peningkatan suhu ini bukan hanya mengurangi daya tahan baterai, tetapi juga dapat merusak struktur internal sel baterai.

Untuk mencegah overcharging dan overheat disarankan untuk melepaskan smartphone dari charger begitu baterai mencapai level penuh. Penggunaan charger HP dengan otomatis cut-off atau teknologi. Pengisian cepat yang cerdas juga dapat membantu mengurangi risiko overcharging.

2. Cyclic Strain pada Baterai

Penting untuk memahami bahwa membuat baterai HP penuh secara rutin dapat mengakibatkan tekanan "siklik" pada baterai. Sebuah fenomena yag dapat merugikan kesehatan baterai HP. Siklus pengisian daya yang berulang kali ketika mengisi daya yang berulang kali, terutama ketika mengisi daya HP hingga 100 persen dan dikosongkan secara berkala, dapat menyebabkan tekanan yang tidak perlu pada sel-sel baterai.

3. Degradasi Kapasitas Baterai

Menggunakan baterai HP hingga mencapai level 100 persen dan mengosongkannya hingga nol persen dan mengosongkannya hingga nol persen secara berulang kali dapat menyebabkan degradasi cepat pada kapasits baterai. Proses ini mengakibatkan tekanan ektrim pada sel-sel baterai HP, mempercepat perubahan struktur dan kinerja internal baterai.

4. Potensi Ledekan Baterai

Penting untuk memahami bahwa mengisi daya HP hingga 100 persen secara berlebihan dapat mengkibatkan risiko terjadinya kegagaglan pada sel-sel baterai. Walaupun kejadian ini sangat jarang terjadi kasus ledakan baterai HP memang telah tercatat, menunjukkan bahwa bahaya charge HP 100 persen bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan begitu saja, risiko potensial ledakan baterai HP semakin diperparah oleh penggunaan charger yang tidak resmi atau rusak.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(ay)

Share :