ChatGPT OpenAI vs Bard Google, Mana yang Unggul?

Afiyah Khaulah . February 14, 2023
Foto: Lifestyle Asia Hong Kong.


Teknologi.id - ChatGPT menjadi awal mula boomingnya program chatbot AI. Inovasi dari OpenAI ini menyulut perlombaan antar perusahaan teknologi dalam pembuatan chatbot Artificial Intelligence. Perusahaan Google pun sempat dibuat ketar ketar oleh teknologi baru OpenAI. Bahkan Pendiri Gmail meramalkan adanya kemungkinan besar bagi ChatGPT untuk menggulingkan Google dari statusnya sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia dalam kurun waktu satu atau dua tahun. Hingga akhirnya, Google meluncurkan chatbot AInya yang bernama Bard pada hari senin, 6 Februari 2023.

Baca Juga : Bard Saingan ChatGPT Melakukan Kesalahan di Tes Perdananya, Saham Google Anjlok 9%

Metode Penilaian ChatGPT dan Bard

Untuk menjawab pertanyaan dari "Chatbot manakah yang lebih unggul, ChatGPT atau Bard?" perusahaan e-learning Preply membandingkan kedua Chatbot AI tersebut dengan memberikan 40 pertanyaan sama. Beberapa pertanyaan dibuat berdasarkan pertanyaan yang sering diajukan kepada mesin pencari, dan pertanyaan lainnya ditujukan untuk mengetes kemampuan sistem AI lebih jauh. 

Topik dari pertanyaan yang diberikan pun beragam, mulai dari bisnis, karir, budaya, hiburan, keuangan, geopolitik, pemerintahan, kesehatan, politik, keamanan hingga hubungan. Tingkat kesulitan dari pertanyaan pun bervariasi, ada yang tingkatan dasar, menengan, dan juga lanjutan. Lebih spesifiknya, tim membagi pertanyaan berdasarkan 3 kategori.

Kategori pertama adalah taruhan yang menggambarkan apakah informasi buruk memiliki potensi konsekuensi bagi pembaca. Kategori kedua adalah objektifitas yang menunjukkan apakah chatbot akan memberikan jawaban yang dapat di versifikasi. Kategori ketiga adalah sensitivitas yang menggambarkan apakah jawabannya bersifat statis atau dengan kata lain akan berubah seiring waktu.

Tim peneliti menilai chatbot AI berdasarkan 12 karakteristik seperti actionable, jelas, komprehensif, ringkas, kaya akan konteks, terkini, tegas, detail, efisien, fungsionalitas, tak memihak dan bijak.

Hasil yang Ditunjukkan Diluar Dugaan

Selama ini, kita mengetahui bahwa Google adalah perusahaan teknologi multinasional yang paling unggul di bidang industrinya. Namun hasil dari tes Preply mengatakan yang sebaliknya. Dalam pengujian ini, ChatGPT dinyatakan berhasil mengalahkan Google dengan skor akhir 23 - 16 dan 1 pertanyaan dinilai seri.

Dalam pertanyaan tingkat dasar, Google berhasil menang dengan skor 7 - 4 dan 1 pertanyaan seri. Namun, dalam pertanyaan tingkat kesulitan menengah, Google justru kalah telak dari ChatGPT dengan skor 15 - 6. Sementara dalam pertanyaan tingkat lanjutan, ChatGPT unggul dengan perbedaan skor yang tipis, yaitu 3 - 4.

Sebagai perusahaan yang memiliki akses kepada informasi secara real time, Google memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan. Google menang dalam kategori pertanyaan dasar, berisiko tinggi, dan pertanyaan yang sering berubah atau tidak pasti. Namun, sayangnya Google sering menunjukkan hasil pencarian yang berbentuk promosi dan framing reduktif. Hal tersebut lah menyebabkan tingginya resiko penyampaian informasi yang salah.

Sementara itu, ChatGPT menang dalam kategori pertanyaan lain seperti pertanyaan yang terkait dengan objektivitas, subjektivitas, pertanyaan yang tetap atau statis, serta pertanyaan dengan risiko rendah dan risiko menengah.

Perbedaan ChatGPT dengan Bard

Perbedaan yang paling mencolok antara chatbot AI milik OpenAI dengan Google terletak pada sumber data yang mereka gunakan. Sebagai perusahaan mesin pencarian utama, Bard oleh Google memiliki sumber data yang up to date, dan memiliki informasi terbaru dari seluruh isi internet. Karena itu, Bard memiliki data yang lebih relevan dengan informasi real time nya. Sementara itu, ChatGPT menggunakan data data di internet yang tersedia hingga tahun 2021. Jadi, ChatGPT tidak memiliki informasi terkait dengan hal hal yang baru saja terjadi. 

Dilihat dari segi sistem penggeraknya, ChatGPT menggunakan GPT 3.5, sementara Bard menggunakan teknologi LaAMDA.

LaMDA dibangun pada open-source network untuk memahami natural language. LaMDA dilatih untuk mempelajari pola dalam sebuah kalimat, untuk berinteraksi dan menjawap pertanyaan penggunanya. 

Disisi lain, ChatGPT 3.5 dilatih dengan dua tahapan pembelajaran. tahapan awal, ChatGPT diberi data data besar dari seluruh internet. Lalu tahap keduanya, ChatGPT dilatih untuk membedakan mana informasi yang baik dan buruk.

Karena itu, ChatGPT akan memberikan jawaban dalam satu prompt teks dengan bahasa yang narutal, sementara Bard akan memberikan jawaban yang didapat dari potongan potongan informasi di internet.

Baca Juga : Ternyata Begini Cara Kerja ChatGPT Menjawab Pertanyaan Pengguna

(ak)

Share :