tiket.com Imbau Penumpang Waspada dan Pantau Rute usai Ribuan Penerbangan Batal

Yasmin Najla Alfarisi . March 09, 2026

Foto: Freepik/ onlyyouqj

Teknologi.id -  Ketegangan geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak signifikan pada operasional penerbangan global di awal Maret 2026. Menanggapi situasi yang sangat dinamis ini, pionir online travel agent (OTA) di Indonesia, tiket.com, mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh konsumen yang berencana melakukan perjalanan internasional untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau rute perjalanan mereka secara berkala.

Berdasarkan data terbaru dari Flightradar24, lebih dari 4.000 penerbangan internasional tercatat telah dibatalkan sejak akhir pekan lalu. Penutupan ruang udara dan sejumlah bandara di titik krusial Timur Tengah berdampak langsung pada berbagai rute jarak jauh, termasuk penerbangan dari Indonesia menuju Eropa, Amerika, hingga destinasi lainnya yang selama ini mengandalkan transit di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, sedikitnya delapan maskapai besar telah mengeluarkan travel alert resmi guna memberikan kepastian bagi calon penumpang. Maskapai tersebut di antaranya adalah Qatar Airways, Etihad Airways, Saudi Airlines, Emirates, Turkish Airlines, Philippine Airlines, Malaysia Airlines, dan Oman Air. Kebijakan ini mencakup penyesuaian jadwal terbang hingga pengalihan rute untuk menghindari zona konflik.

Baca juga: Siaga Perang! Intip Deretan Rudal Jarak Jauh Iran yang Jadi Ancaman Serius

Keamanan Konsumen Menjadi Prioritas Utama

Director of Transportation tiket.com, Andi Hendrawan, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi di lapangan selama 24 jam penuh. tiket.com juga menjalin koordinasi aktif dengan mitra maskapai internasional guna memastikan setiap konsumen mendapatkan informasi serta bantuan yang cepat dan akurat.

"Kami sangat memahami bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat menimbulkan kekhawatiran bagi konsumen yang telah merencanakan perjalanan internasional jauh-hari. Di tiket.com, keamanan dan kenyamanan konsumen selalu menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan mitra maskapai untuk menghadirkan solusi yang relevan, baik berupa informasi rute baru maupun bantuan administratif lainnya," ujar Andi dalam siaran pers resminya.

Hub Asia Tenggara dan Timur Jadi Pilihan Utama

Foto: tiket.com

Menariknya, di tengah ketidaktentuan situasi ini, tiket.com mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen yang cukup signifikan dalam memilih rute penerbangan. Banyak pelaku perjalanan yang kini secara sadar menghindari transit hub di Timur Tengah dan beralih ke hub penerbangan di kawasan Asia yang dinilai memiliki konektivitas lebih stabil dan aman dari gangguan geopolitik.

Permintaan perjalanan ke Eropa tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, namun jalur transit kini didominasi melalui Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Data internal tiket.com pada minggu pertama Maret 2026 menunjukkan lonjakan pemesanan yang cukup tajam secara week-on-week dibandingkan akhir Februari:

  • Singapore Airlines: Mencatatkan pertumbuhan sekitar 60%.
  • Cathay Pacific: Naik sebesar 30%.
  • Malaysia Airlines: Meningkat hingga 28%.
  • Thai Airways: Tumbuh stabil di angka 12%.
"Kami melihat adanya pergeseran preferensi konsumen ke rute-rute alternatif dan penerbangan langsung yang dianggap lebih aman untuk saat ini. Melalui platform kami, konsumen dapat dengan mudah mengakses berbagai opsi rute tersebut, sekaligus melakukan pengajuan refund atau reschedule sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh masing-masing maskapai," tambah Andi.

Baca juga: Iran-Israel Memanas, 'Imam Mahdi' Trending di X dan Google Trends: Tanda Kiamat?

Panduan Teknis Bagi Konsumen Terdampak

Bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melintasi atau menuju kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat, tiket.com menyarankan beberapa langkah preventif yang sangat krusial:

  1. Pengecekan Status Berkala: Jangan hanya mengandalkan tiket fisik. Lakukan pengecekan status terbaru secara berkala melalui menu Manage Booking di situs resmi atau aplikasi maskapai untuk mengetahui apakah ada perubahan jam terbang atau pembatalan.
  2. Aktivasi Kontak Darurat: Pastikan nomor telepon seluler dan alamat email yang terdaftar saat melakukan pemesanan dalam kondisi aktif. Maskapai akan mengirimkan notifikasi perubahan jadwal secara real-time melalui kontak tersebut.
  3. Optimalkan Layanan Mandiri: Jika ingin melakukan pengajuan pengembalian dana (refund) atau pengaturan ulang jadwal (reschedule), konsumen dapat melakukannya langsung melalui aplikasi tiket.com dengan mengikuti alur kebijakan dari masing-masing maskapai yang bersangkutan.

Untuk bantuan lebih lanjut, tiket.com berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui layanan Customer Care 24 jam. Konsumen dapat menghubungi via WhatsApp di 0858 11500 888, layanan telepon di 0804 1500 878 atau +62 21 3973 0888, serta melalui korespondensi email di cs@tiket.com. Persiapan yang matang sejak dini diharapkan dapat membantu konsumen tetap bepergian dengan tenang meski di tengah situasi global yang dinamis.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

Share :