Foto: HeitiPaves

Teknologi.id - Negara Jepang lagi-lagi berhasil membuat masyarakat dunia tercengang karena penemuannya. Baru-baru ini perusahaan biotek Jepang berhasil mengembangkan teknologi kesehatan menggunakan cacing yang dapat mendeteksi sel kanker.

Penemuan tersebut dikatakan akan sangat berguna karena dianggap lebih murah dan lebih efisien dibanding alat deteksi kanker yang ada saat ini.

Takaaki Hirotsu, seorang ilmuwan dan CEO Hirotsu Bio Science, mengungkapkan bahwa spesies cacing gilig yaitu Caenorhabditis elegans dapat mendeteksi kanker pada manusia. Cacing ini tertarik pada urin manusia yang memiliki sel kanker didalam tubuhnya.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), Hirotsu Bio Science memodifikasi secara genetik cacing C. elegans agar dapat bereaksi terhadap urin penderita kanker terutama kanker pankreas.

Baca juga: Teori Konspirasi Ini Sebut Bill Gates Sebabkan Virus Monkeypox

Sumber: maincihi.jp

Hal tersebut tentu saja menjadi kabar gembira bagi masyarakat terutama pada bidang kesehatan mengingat banyak sel kanker yang sangat sulit dideteksi sejak dini. Untuk menyukseskan penelitian tersebut, Hirotsu Bio Science bekerja sama dengan Universitas Osaka dalam meneliti cacing berukuran mikroskopis ini.

Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini beranggapan bahwa cacing gilig memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Hal tersebut dibuktikan dengan meneteskan urin ke sebuah cawan petri berisi sekumpulan cacing gilig. Jika cacing berkerumun menuju urin tersebut, kemungkinan besar orang tersebut menderita kanker.

Sumber: mainichi.jp

Hirotsu mengatakan tes baru ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan skrining rutin sampel urin pasien dari rumah, sehingga mereka tidak perlu mengunjungi rumah sakit.

Menurut data OECD, pasien di Jepang jarang melakukan pemeriksaan kanker dibandingkan dengan negara maju lainnya, bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda Negeri Sakura itu.

Sebelum adanya metode cacing ini, ilmuwan telah melatih anjing untuk mendeteksi sel kanker. Kabar baiknya, tidak seperti anjing, cacing tidak memerlukan pelatihan untuk mendeteksi kanker pada pasien.

Bahkan, cacing C. elegans diklaim dapat mendeteksi sedikitnya 15 jenis kanker, seperti kanker payudara, paru, perut, usus besar hingga rahim.

Dengan cara ini, maka tingkat perhatian masyarakat Jepang terhadap penyakit kanker akan meningkat dan tingkat kematian akibat kanker dapat ditekan.

Hirotsu Bio Science hingga saat ini masih terus mengembangkan metode ini. Bahkan, mereka sedang mengembangkan rekayasa genetika antara cacing Caenorhabditis elegans dengan cacing nematoda lainnya untuk mendeteksi sel kanker.

Harapannya, di masa depan para ilmuwan dapat menemukan dan mengembangkan cara-cara baru lainnya demi mengurangi kecemasan masyarakat mengenai penyakit dan kesehatan.

Share :