
Foto: Voi.Id
Teknologi.id - Bayangkan sebuah lembaga sekelas FBI yang memiliki akses ke teknologi forensik digital paling canggih, ternyata tidak mampu menembus sebuah iPhone. Fakta ini bukan sekadar cerita fiksi, melainkan kasus nyata yang terjadi pada perangkat milik seorang jurnalis The Washington Post. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar, "Seberapa kuat sebenarnya fitur keamanan yang ditanamkan Apple hingga mampu menghalangi upaya aparat penegak hukum".
Dalam dokumen pengadilan, FBI mengakui tidak berhasil mengekstrak data dari iPhone 13 milik Hannah Natanson. Perangkat tersebut ditemukan dalam kondisi menyala dengan Mode Lockdown aktif. Tim forensik FBI tidak mampu menyalin data apa pun, bahkan setelah dua minggu penyelidikan. Hal ini memberi gambaran nyata tentang efektivitas fitur keamanan yang diperkenalkan Apple sejak iOS 16.
Apa Itu Mode Lockdown?
Mode Lockdown adalah fitur keamanan ekstrem yang dirancang untuk melindungi pengguna dari ancaman digital tingkat tinggi, seperti spyware. Apple menyebutnya sebagai perlindungan untuk ancaman yang sangat jarang dan sangat canggih. Fitur ini kini tersedia di iPhone, iPad, dan Mac. Target utama fitur ini adalah jurnalis, aktivis, dan tokoh publik yang berisiko menjadi sasaran serangan digital.
Baca juga: Kusor Pada Laptop Tiba-Tiba Hiang? Coba Cara Ini!
Bagaimana Mode Lockdown Bekerja

Foto: iJoe
Saat diaktifkan, Mode Lockdown membatasi banyak fungsi perangkat. Beberapa di antaranya adalah:
- Pesan - Lampiran tertentu diblokir, tautan dan pratinjau tidak tersedia.
- Penelusuran web - Teknologi web kompleks dibatasi, situs bisa memuat lebih lambat.
- FaceTime - Panggilan masuk diblokir kecuali ada riwayat komunikasi dalam 30 hari terakhir.
- Foto - Informasi lokasi dihapus, Album Bersama diblokir. Koneksi perangkat: Perangkat hanya bisa terhubung jika kunci dibuka.
- Konektivitas nirkabel - Wi-Fi tidak aman otomatis terputus, dukungan 2G dan 3G dimatikan.
- Profil konfigurasi - Tidak dapat diinstal, perangkat tidak bisa didaftarkan dalam sistem manajemen.
Pembatasan ini membuat alat forensik digital tidak bisa bekerja karena umumnya membutuhkan koneksi fisik ke perangkat untuk menyalin data.
Mengapa FBI Tidak Berhasil?
Kegagalan FBI menunjukkan bahwa Mode Lockdown bukan sekadar fitur tambahan, melainkan benteng digital yang nyata. Alat forensik yang biasanya mampu menyalin data dari perangkat tidak berfungsi karena akses fisik dan jaringan dibatasi. Kasus ini menjadi bukti bahwa Apple berhasil menciptakan sistem keamanan yang bahkan lembaga investigasi besar tidak mampu tembus.
Pentingnya Mengetahui Cara Mengaktifkan Mode Lockdown
Fitur ini tidak aktif secara otomatis, sehingga pengguna harus menyalakannya sendiri. Mengetahui cara mengaktifkan Mode Lockdown menjadi hal penting, terutama bagi mereka yang bekerja dengan data sensitif atau berisiko tinggi menjadi target serangan digital. Dengan langkah sederhana, perangkat bisa berubah menjadi benteng yang sulit ditembus.
Cara Mengaktifkan Mode Lockdown di iPhone dan iPad
- Buka aplikasi Pengaturan.
- Ketuk Privasi & Keamanan.
- Gulir ke bawah, pilih Mode Lockdown.
- Ketuk Nyalakan Mode Lockdown.
- Pilih Nyalakan & Mulai Ulang, lalu masukkan kode sandi perangkat.
Cara Mengaktifkan Mode Lockdown di Mac
- Dari menu Apple, pilih Pengaturan Sistem.
- Klik Privasi & Keamanan.
- Gulir ke bawah, pilih Mode Lockdown.
- Klik Nyalakan Mode Lockdown.
- Masukkan kata sandi pengguna.
- Klik Nyalakan & Mulai Ulang.
Baca juga: Tranfer Data Makin Mudah, Google dan Apple Rancang Ekosistem Yang Terhubung
Risiko Spyware dan Pentingnya Perlindungan
Spyware adalah perangkat lunak berbahaya yang menyusup tanpa izin untuk mencuri data pribadi, riwayat browsing, hingga kredensial perbankan. Mode Lockdown hadir sebagai jawaban atas ancaman ini. Dengan fitur ini, pengguna berisiko tinggi dapat melindungi diri dari serangan digital yang semakin canggih.
Dampak bagi Jurnalis dan Aktivis
Kasus ini menunjukkan bahwa jurnalis dan aktivis memiliki alasan kuat untuk mengaktifkan Mode Lockdown. Perlindungan ekstra ini bukan hanya soal privasi, tetapi juga keselamatan. Data sensitif yang mereka miliki bisa menjadi target pihak tertentu, sehingga fitur ini menjadi alat penting dalam menjaga integritas pekerjaan mereka.
Teknologi sebagai Benteng Privasi Kegagalan
FBI membobol iPhone dengan Mode Lockdown aktif menjadi bukti nyata bahwa teknologi bisa menjadi benteng privasi yang kuat. Apple berhasil menghadirkan fitur yang bukan hanya melindungi dari spyware, tetapi juga menahan upaya forensik digital tingkat tinggi. Pada akhirnya, kendali ada di tangan pengguna. Dengan mengaktifkan Mode Lockdown, mereka dapat memastikan bahwa data pribadi tetap aman, bahkan dari pihak yang memiliki kemampuan teknis luar biasa.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(dim/sa)