Penyebab Harga Bitcoin Menurun di Akhir Pekan

Dira Afiani . June 21, 2021

Foto: Unsplash

Teknologi.id - Bitcoin sebagai instrumen investasi elektronik yang berpotensi memaksimalkan keuntungan, sangat diminati oleh berbagai kalangan dari golongan muda sampai golongan tua.

Beberapa perusahaan besar seperti Tesla dan Square telah membeli saham Bitcoin. Namun sayangnya, ketika harga menyentuh angka tertinggi yaitu US$ 64.289,14 pada bulan April lalu, kini harga Bitcoin merosot bahkan hampir setengahnya dan belum mampu untuk kembali ke angka tersebut.

Harga bitcoin merosot dikarenakan perusahaan Cina tidak lagi melakukan penambangan pada aset kripto. 

Dilansir dari Bisnis pada Minggu (20/6/2021), tercatat harga bitcoin turun 5.5 persen menjadi US$ 34.142 pada pukul 10.50 di New York. Hal ini merupakan keempat kali dalam lima sesi terakhir harga Bitcoin turun.

Aset terbesar kripto lainnya, Ether juga turun sebesar 5.9 persen menjadi US$ 2.095. Di sisi lain, hash rate di Cina pun merosot secara signifikan karena penutupan tambang Bitcoin.

Selaku Kepala Penjualan Over-the-Counter dan Institusional di FTX, Jonathan Cheesman menuliskan email pada Sabtu, 19 Juni 2021 yang dikutip dari akun Twitter @bigmacicdao.

"Secara jangka panjang dapat dilihat sebagian besar hashrate bergerak keluar dari CIna sebagai indikasi positif. Namun dalam jangka waktu dekat mungkin kegiatan itu akan menghasilkan aksi jual di pasar," ungkap Cheesman.

Berdasarkan laporan dari Global Times, banyaknya penutupan tambang pada akhir-akhir ini mengakibatkan lebih dari 90 persen kapasitas penambangan Bitcoin di Cina ditutup. Di wilayah barat daya Sichuan, Cina telah berjanji kepada otoritas provinsi agar membasmi semua operasi penambangan Bitcoin dan Ether dalam kurun waktu satu tahun.

Dilansir dari Tempo pada Senin (21/6/2021), perkiraan dari University of Cambridge menyatakan setidaknya sekitar 6.5 persen dari penambangan Bitcoin global terjadi di Cina pada bulan April 2020. Kemudian, Edward Moya selaku analisis pasar senior di Oanda Corp., menjelaskan bahwa Bitcoin sedang berada dibawah tekanan token Titan sehingga terdapat penurunan secara tiba-tiba.

"Bitcoin jatuh karena kehancuran token Titan meningkatkan tekanan regulator untuk memberikan lebih banyak perlindungan bagi publik," jelas Moya.

(DA)

Share :