Stop Gunakan 7 Strategi SEO Jadul Ini!

Teknologi.id . September 09, 2020


Why Search Engine Optimization is important for B2B Distributors? | Altius  solution
Foto: Altius


Teknologi.id - Secara sederhana, SEO dapat dijabarkan sebagai strategi atau taktik untuk mengoptimalkan sebuah blog atau website. Optimalisasi yang dilakukan memungkinkan mesin pencarian atau search engine untuk menilai apakah blog atau website tersebut layak ditampilkan pada posisi teratas dari hasil pencarian atau justru tidak layak.

Namun, satu hal yang harus dipahami, SEO bukanlah pekerjaan yang selesai dilakukan dalam satu kali waktu saja. SEO adalah proses tiada akhir, yang artinya kita harus terus-menerus mengoptimalisasi website.

Karena merupakan suatu proses yang terus menerus dilakukan sesuai perkembangan digital, tentunya suatu strategi SEO haruslah selalu diperbarui dari strategi jadul yang telah lama digunakan.

Nah, memangnya apa saja sih strategi SEO jadul yang dimaksud? Jangan-jangan website kalian masih menerapkan strategi SEO jadul ini yang tentunya sudah tidak sesuai dengan perkembangan digital saat ini? 

Berikut ini 7 strategi SEO jadul yang harus kalian stop penggunaannya dan segera beralih ke strategi yang lebih baru agar blog dan website kalian tetap mampu bersaing.

Baca juga: Cara Membuat Website dari Nol, Gampang Banget!

7 Strategi SEO Jadul yang Bikin Website Kalah Saing

1. Penggunaan Keyword

How to Do Keyword Research for SEO: A Simple Step-by-Step Guide

Keyword menjadi poin penting dalam sebuah konten untuk mengarahkan mesin pencari kepada situs atau website-mu. Kebanyakan orang akan menempatkan sebanyak mungkin keyword di dalam konten blog atau website karena berpikir akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencarian. Menariknya, keyword pendek dengan banyak search volume tersebut dimasukkan begitu saja dalam konten tanpa memerhatikan kesesuaiannya dengan kalimat.

Strategi SEO ini memang terbukti efektif hingga beberapa tahun yang lalu. Saat ini, pengguna internet sudah semakin pintar dan lebih memilih menggunakan keyword yang spesifik. Jika pada zaman dahulu teknik SEO kuno dengan menggunakan keyword pendek bisa menghasilkan banyak klik, kini long tail keyword akan lebih bermanfaat untuk para pengguna internet.

Keyword "aplikasi editor video terbaik di HP Android" tentunya akan lebih baik dibandingkan sekedar menggunakan keyword "aplikasi editor video". Ini akan lebih sesuai dengan pencarian yang dilakukan oleh para pengguna internet. Tak perlu ragu untuk menggunakan keyword dengan dua kata atau lebih. Karena Google sudah menerapkan algoritma yang bisa mencari padanan kata, kamu tidak perlu menempatkan keyword dengan dua kata atau lebih menjadi satu di dalam konten.

2. Anchor Text Lebay

Memasukkan banyak anchor text untuk mengarahkan traffic ke artikel-artikel lain dalam satu domain yang sama memang bisa meningkatkan ranking search engine. Namun, saat ini cara tersebut merupakan strategi SEO yang sudah tidak bisa lagi digunakan karena Google sudah melakukan perubahan pada sistemnya. Google kini malah menghindari konten-konten yang memiliki anchor text berlebihan karena dianggap manipulatif dan spamming.

Sebagai tips, tempatkan anchor text di bagian navigasi, sidebar, footer, dan di dalam konten dengan cara menyatukannya dengan kata-kata sehingga terlihat lebih smooth dan akan lebih memungkinkan untuk diklik oleh pembaca web. Jangan hanya gunakan link tersebut untuk search engine, tapi buatlah agar enak dibaca oleh para pembaca. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari blacklist Google.

3. Promosi Produk yang Tidak Sesuai Artikel

Strategi SEO jadul lainnya yang sudah harus distop penggunannya yakni melakukan promosi produk di akhir konten artikel, namun isi artikel dan produk yang dipromosikan sama sekali tidak nyambung. Ini merupakan salah satu contoh link-bait yang berstrategis dan tidak fokus. 

Memang harus diakui bahwa strategi ini cukup efektif menjaring banyak audience, tapi di satu sisi, entah kamu sadari atau tidak, bisa menjatuhkan image brand produkmu. Orang mungkin akan tertarik dan melakukan klik pada judul artikel yang kamu buat. Isi kontennya juga dibuat sesuai dengan judul. Tapi, tiba-tiba, di akhir artikel, kamu memasukkan promosi barang jualanmu meskipun tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas.

Apakah menurutmu hal tersebut bagus untuk branding produk jualanmu? Menjaring audience memang iya, tapi tidak untuk sebuah branding. Orang akan cenderung melewatkan bagian promosi di bagian akhir karena menganggap hanya sebuah iklan yang tidak berhubungan. Akan lebih baik kamu membuat konten yang sesuai dengan produkmu. Dengan begini, pembaca akan merasa lebih terarahkan dari awal sampai akhir artikel untuk membeli produkmu.

Baca juga: Cara Mengatasi Tidak Bisa Copy Teks di Website (Dikunci)

4. Situs Sama, Domain Berbeda

Mungkin peribahasa semakin banyak jaring yang ditebar, semakin banyak ikan yang akan terjaring menjadi salah satu acuan dalam strategi pembuatan banyak domain untuk satu situs yang sama agar mendapatkan banyak pembaca. Tapi sayangnya ini adalah SEO jadul yang sebaiknya sudah tidak kamu gunakan lagi.

Bisa saja kamu menggunakan alamat domain yang berbeda untuk satu situs yang inti pembahasannya sama. Misalkan saja hotel.com, hotelnyaman.net, dan hotelsekitar.id. Google akan tetap menghitungnya menjadi satu domain saja meski kamu menyebarkan situsmu ke tiga domain tersebut. Ranking domain pun juga dibagi menjadi tiga. Hasilnya tetap saja satu.

5. Keyword sebagai Nama Domain 

Untuk berada di peringkat teratas mesin pencarian, kamu bisa saja terpikir untuk membuat nama domain-mu sesuai dengan keyword yang biasa dimasukkan oleh pengguna internet. Hal tersebut memang masih banyak dilakukan oleh beberapa orang karena berpikiran bahwa strategi SEO ini masih berlaku. Nama domain seperti obatdiare.com atau kamarhotelmewah.com masih bisa kamu temukan pada pencarian.

Padahal, teknik ini sudah sangat jadul bin ketinggalan zaman dan malah menghilangkan kepercayaan pengguna internet untuk melakukan klik pada website seperti ini. Meski memiliki peluang untuk muncul pada halaman pertama mesin pencarian, apakah kamu yakin orang akan melakukan klik? Jawabannya adalah tidak. Ini karena pengguna internet zaman sekarang sudah lebih pintar sehingga bisa memilih mana website yang terpercaya dan tidak.

Nama domain seperti yang dicontohkan di atas terkesan tidak meyakinkan karena tidak menunjukkan atau mengarah pada satu produk. Orang pasti berpikir bahwa pembahasannya adalah hal-hal umum sehingga mengurangi kredibilitas sebuah website. Akan lebih baik jika kamu mulai menghilangkan keyword pada nama domain dan lebih memasukkannya pada konten artikel. Hal ini akan lebih mudah dibaca oleh algoritma baru Google.

6. Mengandalkan Satu Keyword

Ada sebuah tren SEO yang populer pada tahun 2010-2012, yakni Micro Niche Site dan Exact Match Domain, dimana idenya adalah menggunakan satu keyword pada website mikro dan menamakan website sesuai dengan keyword tersebut. Ini masih berkaitan dengan pembahasan keyword pada domain di poin nomor 5. Dulu memang banyak orang yang menghasilkan uang dari MNS dan EMD ini, tapi tidak dengan sekarang.

Hal ini karena website mikro memuat sedikit artikel dan informasi. Google bisa menganalisis website mikro ini sebagai salah satu yang tidak kredibel. Mulai sekarang, buatlah satu topik besar untuk konten dan menerapkan banyak keyword. Misalkan kamu membuat website yang membahas tentang hotel, buatlah konten yang beragam namun tetap berhubungan, seperti tips memilih hotel terbaik, hotel termurah di kota A, jenis-jenis kamar hotel, dan sebagainya.

7. Berpaku Pada Teknikal

SEO saat ini semakin berubah dari teknikal menjadi lebih ke arah pemasaran. Untuk mengoptimalisasi website dengan sistem SEO yang masih teknikal, fokusnya ada pada keyword, URL, backlink, dan judul. Namun, dengan sistem yang baru, fokusnya bergeser pada bagaimana cara membuat konten yang layak untuk kemudian dipasarkan.

Tipsnya adalah dengan memprioritaskan pemasaran website daripada mengoptimalisasi sisi teknikalnya. Backlink yang berkualitas adalah yang didapat dengan cara memasarkan website yang kamu miliki kepada orang lain. Media sosial juga memiliki pengaruh untuk pemasaran website. Jadi, kamu bisa gunakan media sosial untuk meningkatkan promosi produk ketimbang harus memaksakan diri berpaku pada sisi teknikal SEO.

(dwk)

Share :