Adira Finance menargetkan migrasi digital pasca-merger dengan Mandala Finance selesai dalam sekitar satu tahun sejak 1 Oktober 2025. Tenggat itu jatuh sekarang, di saat pertumbuhan industri melambat dan biaya dana belum turun. Merger Adira dengan Mandala Finance berlaku efektif 1 Oktober 2025. Adira menjadi entitas yang menerima, dan izin usaha Mandala dicabut OJK sejak tanggal yang sama. Hasilnya, menurut pemberitaan: Jaringan operasional Adira naik sekitar 40% dan menjangkau sekitar 70% kabupaten di Indonesia. Jumlah karyawan bertambah sekitar 20%. Adira memiliki lebih dari 850 kantor cabang dan satelit serta sekitar 2,6 juta nasabah aktif. Aset Mandala hanya sekitar 10% dari aset Adira sebelum merger, sehingga dampaknya ke pertumbuhan aset relatif kecil dibanding dampaknya ke jangkauan. Direktur Utama Adira Dewa Made Susila menyebut jangkauan sebagai hal yang paling penting dari merger ini. Mandala fokus pada pembiayaan motor dan multiguna berbasis BPKB, dan Adira berencana memanfaatkan jaringan cabang Mandala untuk memperluas produknya. Dari sisi teknologi, rencananya sebagai berikut: Nasabah. Semua nasabah Mandala otomatis menjadi nasabah Adira. Nomor kontrak, besar angsuran, dan jatuh tempo tidak berubah. Aplikasi. Nasabah Mandala masih bisa memakai aplikasi Mandala untuk sementara. Cabang dan data Mandala akan terhubung bertahap ke Adiraku. Sistem. Integrasi sistem IT, prosedur operasional, dan tata kelola disebut sebagai bagian dari proses. Migrasi digital ditargetkan selesai dalam kurang lebih satu tahun, dan setelah itu layanan digital dipusatkan di Adiraku. Tantangan. Integrasi budaya, teknologi, dan tata kelola, tanpa mengganggu layanan. Bisnis.com melaporkan pada 16 Oktober 2026 bahwa Adira menyatukan operasional setelah merger. Pada tahap awal, perhatian tertuju pada jangkauan dan jumlah nasabah. Pada tahap migrasi, yang diuji adalah apakah dua portofolio bisa dikelola sebagai satu bisnis. Konteksnya tidak mudah: Industri multifinance hanya tumbuh 1,68% per Agustus 2026, dan OJK menurunkan proyeksi 2026 menjadi 2–4%. BI Rate masih 5,75%, jauh di atas 4,75% di awal tahun. Biaya dana belum kembali murah. Manajemen Adira menyatakan akan menumbuhkan bisnis dengan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset. Dengan pertumbuhan yang pelan, nilai merger banyak datang dari efisiensi: satu platform, satu data pelanggan, dan satu proses penagihan, bukan dua sistem yang berjalan berdampingan. Sepertinya ada empat hal yang layak diperhatikan pada tahap akhir migrasi: Rekonsiliasi data sebelum migrasi penuh. Data kontrak, pembayaran, jaminan, dan riwayat penagihan dari dua sistem perlu dicocokkan. Selisih kecil di tahap ini bisa menjadi sengketa nasabah di kemudian hari. Satu tampilan pelanggan di Adiraku. Nasabah yang punya kontrak di dua entitas lama perlu terlihat sebagai satu orang, dengan riwayat pembayaran yang utuh. Latih ulang skoring dan penagihan untuk portofolio baru. Pembiayaan motor dan multiguna berbasis BPKB punya profil risiko berbeda. Model dan strategi penagihan yang dilatih dari data Adira lama belum tentu cocok begitu saja. Matikan sistem lama dengan terencana. Setiap sistem lama yang tetap hidup menambah biaya lisensi, pemeliharaan, dan risiko keamanan. Rencana penghentian yang jelas membantu menekan biaya. Pekerjaan ini bersifat sementara tetapi padat: data engineering, integrasi, pengujian menyeluruh, dan monitoring pascamigrasi. Biasanya ia berebut kapasitas dengan prioritas harian, termasuk pengembangan layanan digital dan AI yang sudah berjalan. Mungkin yang perlu dipertimbangkan adalah apakah ada tim tambahan yang bisa mengerjakan migrasi dan rekonsiliasi secara paralel, sementara keputusan arsitektur, keamanan, dan tata kelola tetap dipegang tim internal. Sebelum merger, pertanyaannya adalah seberapa besar jangkauan yang bisa digabung. Setelah merger, pertanyaannya menjadi seberapa cepat dua sistem dan dua portofolio bisa berjalan sebagai satu. Di organisasi Anda, keberhasilan integrasi pasca-merger diukur dari selesainya migrasi sistem, atau dari berkurangnya biaya dan meningkatnya kualitas portofolio setelahnya?
1. Merger Sudah Selesai, Integrasi Teknologi Baru Inti Pekerjaannya
2. Integrasi Teknologi Berjalan Bertahap
3. Mengapa Tahap Ini Menentukan
4. Apa yang Mungkin Perlu Dipertimbangkan
Gambaran Besar