
Teknologi.id - Perkembangan teknologi membuat kacamata pintar (smart glasses) semakin canggih. Selain berfungsi sebagai aksesori, perangkat ini kini mampu mengambil foto, merekam video, hingga menjalankan fitur kecerdasan buatan (AI) tanpa perlu mengeluarkan smartphone.
Namun, di balik kemudahannya, teknologi tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul sejumlah kasus penyalahgunaan smart glasses untuk merekam orang lain tanpa izin, sehingga menimbulkan persoalan privasi.
Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan perekaman seorang usher di ajang GIIAS 2026 menggunakan kacamata pintar untuk dijadikan konten media sosial tanpa persetujuan.
Lantas, bagaimana cara mengenali kacamata yang memiliki kamera tersembunyi? Berikut penjelasannya.
Baca juga: iPhone Air 2 Dikabarkan Meluncur 2027, Ini Bocoran Spesifikasi dan Fitur Barunya
Mengapa Smart Glasses Sulit Dikenali?
Berbeda dengan kamera biasa, smart glasses dirancang agar terlihat seperti kacamata pada umumnya.
Beberapa produk populer, seperti Meta Ray-Ban maupun Oakley Meta, memiliki kamera yang menyatu dengan bingkai sehingga tidak mudah terlihat oleh orang di sekitarnya.
Perangkat tersebut bahkan mampu merekam video hingga resolusi 3K dan mengambil foto beresolusi 12 MP, sehingga hasilnya tetap tajam meski ukuran kameranya sangat kecil.
Perhatikan Bagian Ujung Bingkai Kacamata
Cara paling mudah mengenali smart glasses adalah dengan melihat bagian ujung kiri dan kanan bingkai depan, tepat di dekat engsel.
Pada kacamata biasa, area tersebut umumnya hanya berisi ornamen atau hiasan.
Sedangkan pada kacamata pintar, biasanya terdapat:
- Lingkaran kecil berwarna hitam.
- Bagian tengah terlihat lebih mengilap seperti lensa kamera.
- Bentuknya simetris di salah satu sisi bingkai.
Pada bingkai berwarna terang, lensa kamera biasanya lebih mudah dikenali. Namun jika bingkai berwarna hitam atau cokelat gelap, kamera akan lebih sulit terlihat.
Jangan Hanya Mengandalkan Lampu Indikator
Sebagian besar smart glasses dilengkapi lampu LED indikator yang akan menyala saat proses perekaman berlangsung.
Sebagai contoh, pada beberapa model Meta:
- Satu sisi berfungsi sebagai kamera.
- Sisi lainnya merupakan lampu indikator perekaman.
Sayangnya, lampu tersebut tidak selalu bisa dijadikan patokan.
Pasalnya, terdapat aksesori tambahan berupa stiker atau penutup kecil yang dapat menutupi cahaya LED sehingga proses perekaman menjadi lebih sulit diketahui oleh orang lain.
Karena itu, sebaiknya jangan hanya mengandalkan indikator lampu saat ingin mengenali apakah seseorang sedang merekam atau tidak.
Waspadai Kamera Pinhole
Selain smart glasses dari merek ternama, terdapat pula perangkat yang menggunakan kamera pinhole atau kamera lubang jarum.
Jenis kamera ini memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat.
Biasanya kamera disembunyikan pada:
- Penyangga hidung.
- Samping bingkai.
- Permukaan bingkai yang tampak lebih tebal.
Apabila Anda melihat bingkai kacamata yang memiliki bagian tertentu terlihat tidak biasa atau lebih tebal dibanding desain umumnya, tidak ada salahnya untuk lebih waspada.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti kacamata tersebut pasti memiliki kamera.
Kamera Tersembunyi Tidak Hanya Ada di Kacamata
Teknologi kamera mini kini juga dapat disematkan pada berbagai benda sehari-hari.
Misalnya:
- Pena
- Jam tangan
- Botol minum
- Pengisi daya (charger)
- Perangkat elektronik kecil lainnya
Meski demikian, perangkat seperti ini relatif lebih jarang dijumpai dalam aktivitas sehari-hari dibanding smart glasses yang memang dirancang untuk digunakan secara terbuka.
Cara Melindungi Privasi dari Perekaman Tanpa Izin
Untuk mengurangi risiko menjadi korban perekaman diam-diam, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Perhatikan apakah terdapat lensa kecil pada bingkai kacamata seseorang.
- Waspadai jika seseorang terus mengarahkan wajah ke Anda dalam waktu lama tanpa alasan yang jelas.
- Hindari membagikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal.
- Jika merasa direkam tanpa izin di ruang publik atau acara tertentu, laporkan kepada panitia atau petugas keamanan.
- Ketahui aturan hukum yang berlaku mengenai privasi dan perekaman di wilayah Anda.
Baca juga: China Siapkan Aturan Baru agar AI Tercanggihnya Tak Diakses Negara Barat
Smart Glasses Bukan Selalu Digunakan untuk Hal Negatif
Perlu dipahami bahwa tidak semua pengguna smart glasses menyalahgunakan perangkat tersebut.
Banyak orang memanfaatkannya untuk kebutuhan yang sah, seperti:
- Mendokumentasikan perjalanan.
- Membuat konten dengan persetujuan narasumber.
- Melakukan panggilan video.
- Mengakses asisten AI tanpa harus memegang ponsel.
Karena itu, keberadaan kamera pada kacamata tidak bisa langsung dijadikan bukti bahwa seseorang sedang melakukan perekaman tanpa izin.
Kesimpulan
Smart glasses menawarkan berbagai kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru terkait privasi. Mengenali ciri-ciri kacamata berkamera, seperti adanya lensa kecil di sudut bingkai atau desain yang tidak biasa, dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.
Meski demikian, penting untuk tidak langsung berasumsi bahwa setiap pengguna smart glasses sedang merekam orang lain. Gunakan informasi ini sebagai langkah untuk lebih memahami perkembangan teknologi sekaligus menjaga privasi diri di ruang publik.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)