Tidak Menyerah, Kegagalan Natali Ardianto Membawanya Mendirikan Tiket.com

Reza Arafah Suharli . September 19, 2023

Ilustrasi

Foto: DBS

Teknologi.id - Dibalik kesuksesan Tiket.com, terdapat sosok Natali Ardianto yang telah mengalami sepak terjang membangun bisnis. Tiket.com merupakan perusahaan layanan jasa pemesanan tiket secara online pertama di Indonesia yang dibangun Natali bersama dengan rekan-rekannya. Perusahaan yang berdiri semenjak tahun 2011 ini merupakan salah satu perusahaan travel online terbesar dan terlengkap di Indonesia. Tiket.com menawarkan jasa pemesanan tiket penerbangan, kereta, akomodasi, tiket acara, sewa mobil hingga kebutuhan perjalanan dan hiburan yang lainnya.

Terus Mencoba Membangun Bisnis

Ilustrasi

Ilustrasi natali ardianto. Foto: Trenasia

Sebelum berhasil mendirikan Tiket.com, Natali Ardianto telah merasakan jatuh bangunnya perjuangan dalam membangun bisnis. Pasca lulus dari Perguruan Tinggi Universitas Indonesia pada tahun 2008, Natali mencoba untuk membangun bisnis direktori lifestyle online di Jakarta dengan nama Urbanesia. Namun, Natali melihat bahwa bisnis yang dibangun bersama beberapa rekan temannya ini tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Dengan itu, dirinya memutuskan untuk keluar dari bisnis pertama yang ia bangun.

Kemudian pada tahun 2010, pria yang lahir di Jakarta ini mengajak kedua rekannya untuk merintis startup bernama Golfnesia. Dimana Golfnesia merupakan platform layanan booking online lapangan golf pertama di Indonesia. Setelah mencoba menjalankan situs ini, Natali kembali merasakan tidak adanya masa depan atau hal yang dapat dirinya kembangkan melalui Golfnesia. Terlebih dirinya melihat bahwa masih sedikitnya lapangan golf untuk publik yang tersedia di Indonesia. Akhirnya dirinya memutuskan untuk hengkang dari startup keduanya ini.

Baca Juga : Perjuangan Sebelum Sukses, Bos Unicorn Ini Pernah Kelaparan 3 Hari Tanpa Makan

Natali Merintis Tiket.com

Ilustrasi natali ardianto. Foto: Techinasiaindonesia

Meskipun telah mengalami kegagalan bisnis dikarenakan bisnis yang dibangun tidak lagi dapat dikembangkan dan memiliki masa depan yang menjanjikan, Natali tidak menyerah. Tidak lama setelah hengkang nya Natali dari Golfnesia, Natali memutuskan untuk bergabung dengan 4 rekannya yaitu Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Mikhael Gaery Undarsa. Bersama keempat rekannya ini, Natali kembali membangun bisnis startup penyedia layanan booking tiket online bernama Tiket.com.

Natali Ardianto dan timnya bekerja keras untuk mengembangkan platform Tiket.com. Mulai dari membangun kerja sama dengan maskapai penerbangan, perusahaan kereta api, dan berbagai penyedia layanan perjalanan lainnya. Mereka juga berusaha memeberikan pengalaman pengguna yang baik dan teknologi yang canggih. Belajar dari kesalahan yang telah dilakukan pada dua bisnis sebelumnya, Natali juga berfokus untuk membangun startegi bisnisnya pada poin promosi. Saat itu dia bersama dengan rekannya gencar memanfaatkan berbagai jenis media iklan baik konvensional maupaun digital. Mulai dari Google Adword, Facebook Ads, hingga iklan pada billboard.

Prestasi yang Diraih oleh Tiket.com

Ilustrasi tiket.com. Foto: Tiket.com

Usaha ini pada akhirnya membuahkan hasil yang manis. Tiket.com berhasil memenangkan kompetisi startup dan membawa hadiah sebesar Rp. 350 Juta pada tahun 2012. Di tahun yang sama, Tiket.com bekerja sama dengan PT.KAI Persero. Pada tahun 2013, platform Tiket.com berhasil meraih keuntungan 13 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, pada tahun 2014 Tiket.com merilis aplikasi mobile khusus Android sebagai permulaan dan sudah memiliki lebih dari 150 karyawan. 

Pada tahun 2015 Tiket.com meraih berbagai penghargaan. Diantaranya The Best IT system 2015, 2nd Place Indonesia Best CIO 2015, Top Brand Award 2015 (Category Online Travel Agency), The Winner oof Indonesia Middle-Class Brand Champion 2015, dan The Most intelligent CIO 2015. Tiket.com juga berhasl mendapatkan 1,7 juta install dan 3,4 juta pengguna saat tahun 2017.

Meskipun pada tahun 2017, Tiket.com telah diakusisi oleh GDP Venture di bawah Grup Djarum, namun perjuangan keempat founder nya bersama dengan Natali Ardianto merupakan salah satu alasan mengapa platform ini terus dapat berkembang dan bertahan hingga kini.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ras)

Share :