Tips Membuat CV ATS Friendly

Deandra Salsabila . August 31, 2021


Teknologi.id - Banyaknya para pengincar kerjaan pada zaman sekarang membuat beberapa perusahaan perlu menggunakan sistem ATS untuk menyeleksi CV yang masuk. Lalu, apakah CV kamu sudah termasuk ATS friendly? Kalau belum, tenang saja karena kamu dapat mengikuti tips-tips di bawah ini untuk membuat CV yang ATS friendly! 

1. Pakai template CV yang biasa aja

Kuncinya adalah sederhana. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan dekorasi dan pemilihan warna dalam CV kamu. Karena pada akhirnya, penentuan CV lolos screening atau tidak itu berdasarkan keterbacaannya. Lebih baik pilih template yang sangat formal dengan warna hitam putih aja.

Ada beberapa hal yang tidak perlu kamu masukin ke dalam desain CV

, seperti foto diri, gambar, grafik, simbol, emoji, tabel, dan juga jenis font yang susah buat dibaca dan terdeteksi oleh sistem. 

2. Format yang urut dari atas ke bawah

Hindari membuat layout CV dengan membaginya ke dalam dua bagian yang berdampingan. Buatlah secara urut dari atas sampai ke bawah. Hal ini akan membuat CV kamu mudah dibaca oleh ATS. 

Kamu dapat mengawalinya dengan data diri (nama, email, nomor telepon), ringkasan profil singkat, pengalaman kerja (terbaru ke terakhir), pendidikan, skill, dan sertifikat (bahasa, pelatihan, kursus).

3. Tidak hanya sekadar menjelaskan jobdesc di bagian pengalaman kerja

Hal yang kadang terlupa oleh banyak mahasiswa saat membuat CV adalah hanya menulis apa yang kamu kerjakan pada pengalaman kerja tersebut. Selain menulis jobdesc, kamu dapat menambahkan pencapaian atau hasil yang kamu bawa terhadap performa perusahaan. Misalnya, kamu berhasil menaikkan penjualan barang X sebanyak Y %.

Tidak perlu bertele-tele ketika jelasin job desc atau pencapaian kamu di bagian ini. Tuliskan saja inti yang kamu kerjakan dan lakukan serta pencapaian kamu dalam beberapa kalimat.

4. Menyisipkan keyword dalam penulisan CV

Keyword atau kata kunci yang kamu cantumkan dalam CV akan membuatnya terbaca dengan mudah oleh ATS. Masukkan kata kunci yang berhubungan dengan jobdesc pada pengalaman kerja atau magang tersebut.

Misalnya, kamu pernah magang sebagai Human Resource di perusahaan A. Kamu dapat mencantumkan kata kunci terkait job desc dalam bahasa Inggris, seperti manage, growth, atau yang lainnya. Agar lebih jelas mengenai penggunaan kata kunci, kamu dapat mencoba melihat referensi dari deskripsi pekerjaan ketika pertama kali mendaftar di portal lowongan kerja.

(DS)


Share :