Studi: Politisi Bisa Hidup Lebih Lama Dibanding Warga Biasa

Aldirafi Gani . June 27, 2022
Foto: Getty Images


Teknologi.Id - Sekelompok Ilmuan dari Universitas of Oxford melakukan penelitian dan mengungkap bahwa seorang politisi lebih memungkinkan untuk bisa hidup lebih lama dibandingkan warga biasa.

Penelitian ini diterbitkan dalam "European Journal of Epidemiology". Dalam penelitian ini dilakukan penelusuran data dari 57.561 politisi dari 11 negara dengan penghasilan tinggi: Australia, Austria, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Selandia Baru, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Informasi politisi yang diambil dari 11 negara tersebut, data yang tersedia antara 1945 hingga 2014, khusus Prancis data lebih lengkap tersedia dari 1816 hingga 2017. Di dalam data tersebut juga terdapat 40.637 dari 57.561 politisi merupakan politisi yang telah meninggal. Kemudian, dari data tersebut juga diketahui terdapat andil dari politisi perempuan, berkisar dari 3% (Prancis dan Amerika Serikat) hingga 21% (Jerman). DIketahui juga rata - rata harapan hidup perempuan lebih tinggi dibandingkan laki - laki sehingga ketika melakukan perbandingan dari negara yang berbeda perlu untuk memperhatikan proporsi yang berbeda dari politisi perempuan.

Baca Juga: Ini Dia, 5 Penemuan Paling Berbahaya di Dunia!

Sebelum penelitian dilakukan pencocokan terlebih dahulu yang berdasar kepada negara, usia dan jenis kelamin dengan data kematian dari populasi nasional untuk periode waktu tersebut. Selanjutnya dilakukan perbandingan antara jumlah kematian politisi dengan jumlah kematian penduduk. Hasil perhitungan juga menunjukan bahwa terdapat perbedaan harapan hidup yang tersisa pada usia 45 tahun antara politisi dan penduduk biasa, untuk setiap periode 10 tahun berturut-turut.

Dari studi yang telah dilakukan, ditemukan temuan:

  • Diakhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 tingkat kematian politisi dibandingkan dengan populasi umum memiliki proporsi yang sama pada hampir semua negara. 
  • Sepanjang abad ke 20, perbedaan terus melebar dimana kemampuan politisi untuk bertahan hidup meningkat dibanding warganya di semua negara. 
  • Di Italia, warganya memiliki resiko 2,2 kali lebih mungkin meninggal bila dibandingkan antara politisi dengan warga yang memiliki perbandingan usia dan jenis kelamin yang sama. Sementara itu di Selandia baru, resiko warga yang mungkin meninggal dibanding politisi hanya ,2 saja. 
  • Pada paruh kedua abad ke 20, perbedaan harapan hidup pada usia 45 antara politisi dengan warganya terjadi peningkatan yang signifikan. Di AS kesenjangan harapan hidup dikisar 3 tahun, sedangkan di Swiss hingga 7 tahun di AS.

Beberapa orang berpendapat mengenai faktor gaji politisi yang berada di atas rata - rata warganya dianggap sebagai salah satu faktor penyebab kesenjangan harapan hidup ini. Namun, gaji bukanlah faktor yang mewakili semua kesenjangan yang terjadi. Para ahli berpendapat bahwa terdapat faktor lainnya yang membuat kesenjangan harapan hidup semakin lebar seperti ketidaksetaraan pendapatan yang terus terjadi peningkatan pada 1980-an tetapi meningkatan perbedaan angka harapan hidup sudah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Instagram Tidak Bisa Login? Berikut Cara Mengatasinya!

Lebih lanjut, peneliti mengungkap keuntungan yang didapatkan politisi terkait harapan hidup ini disebabkan oleh perbedaan perawatan kesehatan dan gaya hidup. Di abad ke 20, aktivitas merokok begitu populer di kalangan elit dan profesional  yang juga disinyalir dapat meningkatkan perbedaan ini. Kemungkinan lain seperti pada kesehatan jantung. Beberapa politisi mengalami beberapa permasalahan pada kondisi jantungnya seperti presiden Franklin Roosevelt dan Perdana Menteri Winston Churchill yang menderita penyakit hipertensi kemudian stroke dan meninggal. Nyatanya, kondisi kesehatan jantung pada politisi lebih memungkinkan terkena penyakit kardiovaskular dibanding warga biasa, akan tetapi obat antihipertensi populer di tahun 1960-an sehingga penyakit tersebut masih bisa diatasi.

Peneliti menambahkan, karena penelitian yang dilakukan di 11 negara tersebut merupakan negara berpenghasilan tinggi, hal ini tidak serta merta dapat diterapkan untuk negara menengah kebawah.

Baca Juga: Google, Twitter, WA, Yuk Segera Daftar PSE atau Dianggap Ilegal

Dilansir dari ox.ac.uk, Dr Laurence Roope , seorang peneliti senior di Oxford Population Health, mengatakan: "Studi kami adalah yang terbesar hingga saat ini untuk membandingkan tingkat kematian dan harapan hidup politisi dengan populasi umum yang sesuai dengan usia dan gender. . Hasilnya menunjukkan bahwa keuntungan bertahan hidup politisi saat ini sangat tinggi dibandingkan dengan yang diamati pada paruh pertama abad ke-20. Sangat menarik bahwa kesenjangan kematian yang kami dokumentasikan biasanya mulai meningkat setengah abad lebih awal daripada peningkatan ketimpangan pendapatan yang didokumentasikan dengan baik dari tahun 1980-an."

(ag)

Share :