Ilmuwan China Ciptakan ‘Kaset DNA’, Bisa Simpan 362.000 TB Data!

Wildan Nur Alif Kurniawan . April 02, 2026


Foto: C&EN

Teknologi.id — Dunia teknologi penyimpanan data kembali mencatat perkembangan baru. Sekelompok ilmuwan asal China mengembangkan teknologi penyimpanan berbasis DNA yang diberi nama DNA Cassette Tape. Inovasi ini memungkinkan data digital disimpan dalam media biologis, bukan lagi pada perangkat konvensional seperti hard disk atau solid-state drive.

Pengembangan teknologi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances pada September 2025. Para peneliti memanfaatkan DNA sintetis sebagai medium penyimpanan, dengan memanfaatkan karakteristik alaminya yang mampu menyimpan informasi dalam jumlah besar dan bertahan dalam waktu lama.

Mekanisme Kerja Mirip Kaset

Secara konsep, sistem ini memiliki kemiripan dengan kaset pita konvensional. Data digital berbasis biner (0 dan 1) diterjemahkan ke dalam urutan basa DNA, yaitu adenina (A), sitosina (C), guanina (G), dan timina (T). Urutan ini kemudian dicetak dalam bentuk DNA sintetis dan ditempelkan pada pita plastik.

Pita tersebut dapat dimasukkan ke dalam perangkat pembaca yang menyerupai pemutar kaset. Sistem ini mampu memindai pita, menemukan lokasi file melalui barcode, lalu mengekstraksi bagian DNA yang relevan. Setelah itu, data akan dibaca melalui proses sequencing dan dikembalikan ke bentuk digital seperti semula.

Selain membaca data, sistem ini juga memungkinkan pengeditan, pemindahan, hingga penulisan ulang informasi secara otomatis.

Baca juga: Terobosan Baru! Vaksin HIV Berbasis DNA Origami Bantu Imun Temukan Virus Bermutasi

Kapasitas Penyimpanan Sangat Besar

Salah satu keunggulan utama dari teknologi ini terletak pada kapasitas penyimpanannya. Dalam pengujian, satu kilometer pita DNA mampu menyimpan hingga 362.000 terabyte data. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 60 miliar foto beresolusi tinggi.

Bahkan, pita sepanjang 100 meter disebut dapat menyimpan sekitar tiga miliar lagu digital. Kapasitas ini jauh melampaui perangkat penyimpanan konvensional seperti laptop atau smartphone yang umumnya hanya memiliki kapasitas ratusan gigabyte hingga beberapa terabyte.

Dengan kepadatan data yang tinggi, teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk digunakan dalam penyimpanan arsip berskala besar.

Daya Tahan Hingga Ribuan Tahun


Foto: Populer Science

Selain kapasitas, daya tahan juga menjadi keunggulan penting dari teknologi ini. DNA sintetis pada pita disimpan dalam struktur pelindung bernama metal-organic frameworks (MOFs), yang berfungsi melindungi materi dari kerusakan akibat lingkungan.

Berdasarkan hasil pengujian, data pada pita DNA dapat bertahan hingga sekitar 345 tahun pada suhu ruangan. Jika disimpan dalam kondisi beku pada suhu 0 derajat Celsius, daya tahannya diperkirakan bisa mencapai 20.000 tahun.

Menariknya, jika pita mengalami kerusakan fisik, media ini masih dapat diperbaiki tanpa menghilangkan data yang tersimpan.

Baca juga: Google DeepMind AlphaGenome: AI Canggih yang Mendeteksi Penyebab Penyakit Lewat DNA

Masih Lambat dan Mahal

Meski menawarkan banyak keunggulan, teknologi ini masih memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satu kendala utama adalah kecepatan akses data yang masih jauh lebih lambat dibandingkan penyimpanan digital modern.

Untuk mengambil satu file dari pita DNA, sistem membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Waktu ini dinilai belum efisien untuk kebutuhan komputasi sehari-hari yang menuntut akses cepat.

Selain itu, proses pembuatan DNA sintetis juga masih membutuhkan biaya tinggi serta peralatan laboratorium khusus. Hal ini membuat teknologi DNA Cassette Tape belum siap untuk digunakan secara luas dalam waktu dekat.

Potensi untuk Mengatasi Ledakan Data

Para peneliti menilai teknologi ini berpotensi menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan penyimpanan data global. Perkembangan kecerdasan buatan mendorong kebutuhan penyimpanan dalam jumlah besar, baik untuk pelatihan model maupun arsip jangka panjang.

Jika terus mengandalkan pusat data konvensional, kebutuhan energi dan ruang fisik akan semakin meningkat. Dalam hal ini, DNA dinilai memiliki keunggulan karena mampu menyimpan data dalam kepadatan tinggi tanpa memerlukan listrik untuk mempertahankan informasi.

Meski masih dalam tahap pengembangan, teknologi penyimpanan berbasis DNA ini menjadi salah satu langkah awal menuju sistem penyimpanan data yang lebih efisien dan berkelanjutan di masa depan.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(WN/ZA)

Share :

Berita Menarik Lainnya