Bukan Kelelawar, Ini Hewan Liar yang Dijual di Pasar Wuhan

Muhammad Iqbal Mawardi . June 11, 2021

Foto:  CNN

Teknologi.id – Laporan terbaru mengatakan, pasar Wuhan sudah menjual ribuan hewan liar dalam beberapa bulan sebelum wabah COVID-19. Temuan tersebut dilakukan oleh peneliti asal China dan Inggris yang menyoroti skala perdagangan spesies liar dan kondisi buruk di mana mereka disimpan.

Hewan-hewan yang dijual termasuk spesies yang diketahui rentan akan virus corona seperti luwak, cerpelai dan rakun. Menariknya justru bukan kelelawar atau trenggiling. Hewan lainnya adalah tupai, burung dan juga reptil. Diperkirakan ada lebih dari 47 ribu hewan liar yang dijual semenjak dua setengah tahun sebelum pandemi.

7 dari pedagang-pedagang yang diawasi saat ini berada di Huanan Seafood Wholesale Market yang dikaitkan dengan sejumlah kasus COVID-19 di akhir 2019.

Melansir dari Aninews, ada rata-rata 1.100 hewan yang berada di pergerakan pasar kota per bulannya. Para peneliti menggambarkannya sebagai potensi penyebaran penyakit dan pada dasarnya ilegal.

Baca juga: Berbagai Negara Curiga Covid-19 Berasal dari Lab Wuhan

"Hampir semua hewan yang dijual masih hidup, dikurung, ditumpuk dalam kondisi buruk. Banyak toko menawarkan layanan pemotongan, siap di tempat, dengan implikasi kesehatan makanan dan kesejahteraan hewan yang pertanyakan," ucap peneliti dari China West Normal University dan Oxford Univesity.

Hingga saat ini, asal mula penyebaran virus SARS-CoV-2 masih jadi pertanyaan. Zhou Zhao-min salah satu penulis penelitian mengatakan untuk sementara data mereka tidak dapat dipublikasikan karena dalam proses review.

Penelitian ini sempat ditolak oleh beberapa jurnal internasional sebelum akhirnya masuk ke Scientific Reports pada Oktober.

Sebelumnya, pemerintah China menjelaskan hanya hewan beku yang ditemukan di pasar Huanan dan telah dites pada dan tutup pada 1 Januari 2020.

Laporan WHO berdasarkan informasi dari pemerintah China mengatakan hanya ada ular, buaya dan salamander yang dijual hidup-hidup pada akhir Desember 2019. Diketahui hewan yang disebutkan itu tidak rentan terkena COVID-19.

"Saya harap daya ini bisa membantu melacak asal SARS-CoV-2. Sebagai contoh, cerpelai dijual pada pasar ini sementara SARS-CoV-2 telah dilaporkan ada di perternakan cerpelai di Eropa dan Amerika Utara," pungkas Zhou.

(MIM)

Share :