Fakta di Balik Mode Hemat Baterai HP, Benarkah Efektif Menghemat Daya?

Algis Akbar . January 09, 2026

Foto: shopping.tribunnews.com

Teknologi.id – Pernahkah Anda merasa panik saat melihat persentase baterai ponsel menyentuh angka di bawah 20 persen saat masih jauh dari sumber listrik? Dalam kondisi darurat seperti ini, mengaktifkan fitur mode hemat daya atau power saving mode sering kali menjadi pilihan pertama untuk menjaga ponsel tetap menyala. Namun, banyak pengguna yang bertanya-tanya, apakah fitur ini benar-benar memberikan tambahan waktu yang signifikan atau hanya sekadar simbol visual pada layar saja. Memahami cara kerja fitur ini sangat penting agar kita tidak salah langkah dalam mengelola sisa energi pada perangkat kesayangan.

Apa itu Mode Hemat Daya?

Mode hemat daya adalah fitur bawaan pada sistem operasi ponsel pintar yang dirancang untuk meminimalkan konsumsi energi secara sistematis. Secara teknis, fitur ini bekerja dengan cara memerintahkan perangkat lunak untuk membatasi aktivitas perangkat keras yang paling banyak memakan daya.

Ketika fitur ini aktif, ponsel akan secara otomatis melakukan serangkaian penyesuaian, mulai dari meredupkan cahaya layar, membatasi kecepatan prosesor, hingga memutus aktivitas aplikasi di latar belakang yang terus-menerus menggunakan data internet.

Tujuan utama dari fitur ini adalah memprioritaskan fungsi-fungsi dasar ponsel, seperti melakukan panggilan telepon atau berkirim pesan singkat, di atas fitur-fitur hiburan atau sinkronisasi data otomatis.

Mode ini bertindak sebagai katup pengaman yang mencegah baterai terkuras habis dengan cepat akibat aktivitas yang sebenarnya tidak sedang dibutuhkan oleh pengguna pada saat itu. Hampir semua produsen ponsel, baik Android maupun iPhone, menyematkan fitur ini dengan berbagai tingkat penghematan, mulai dari mode hemat biasa hingga mode hemat daya ekstrem.

Baca juga: Waspada! Baterai iPhone 16 Pro Max Menggelembung di Pesawat, Ini Penjelasannya

Selain pembatasan visual, fitur ini sering kali mematikan fitur-fitur "mewah" yang jarang disadari pengguna namun sangat rakus daya. Misalnya, fitur asisten suara yang selalu mendengarkan perintah (seperti Hey Siri atau OK Google) biasanya akan dinonaktifkan.

Begitu juga dengan efek visual transisi atau animasi jendela yang dibuat lebih statis. Pada beberapa perangkat, mode ini bahkan mampu menurunkan resolusi layar dari tingkat tinggi ke tingkat standar guna mengurangi beban kerja pada Graphic Processing Unit (GPU).

Kelebihan dan Kekurangan Mode Hemat Daya

Foto: slapos.com

Penggunaan mode hemat daya tentu membawa manfaat besar, terutama dalam memperpanjang napas ponsel di saat kritis. Kelebihan utamanya adalah kemampuannya menekan pengunaan baterai hingga 15-30 persen lebih lambat dibandingkan mode normal.

Dengan membatasi kerja prosesor, suhu ponsel juga cenderung lebih stabil dan tidak cepat panas. Selain itu, fitur ini sangat efektif membantu pengguna menghentikan kebiasaan aplikasi yang diam-diam menguras kuota data dan baterai di latar belakang tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Namun, di sisi lain, mode hemat daya juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diterima oleh pengguna. Karena performa mesin dibatasi, ponsel mungkin akan terasa sedikit melambat atau mengalami lag saat membuka aplikasi yang agak berat. 

Kekurangan lainnya yang cukup mengganggu adalah terhambatnya notifikasi masuk. Karena sinkronisasi data dimatikan, pesan dari aplikasi seperti WhatsApp atau Email sering kali baru masuk saat aplikasinya dibuka secara manual. Selain itu, kualitas tampilan layar juga akan menurun karena tingkat kecerahan dan kecepatan penyegaran gambar sengaja diturunkan demi menghemat sisa energi.

Baca juga: Apple Blak-blakan Akui Baterai iPhone Bisa 'Drop' Setelah Update iOS 26

Daya Lemah Bukan Masalah

Mode hemat daya bukanlah sekadar hiasan atau fitur tambahan tanpa fungsi nyata. Fitur ini benar-benar efektif dalam memperpanjang masa pakai baterai melalui berbagai pembatasan teknis yang dilakukan oleh sistem operasi. Meskipun harus dibayar dengan penurunan performa dan keterlambatan notifikasi, fitur ini tetap menjadi penyelamat yang andal di saat darurat. Bijaklah dalam menggunakan fitur ini, aktifkan saat Anda benar-benar jauh dari pengisi daya, dan matikan kembali saat aktivitas produktivitas Anda membutuhkan performa ponsel yang maksimal.

Pada akhirnya, efektivitas mode ini kembali pada bagaimana pengguna menanggapi keterbatasan perangkatnya. Mengaktifkan fitur ini saat persentase baterai masih di atas 50 persen mungkin terasa berlebihan bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan seharian tanpa akses listrik, fitur ini adalah garis pertahanan terakhir. Dengan memahami keseimbangan antara kenyamanan fitur dan penghematan daya, Anda dapat menjaga perangkat tetap hidup lebih lama tanpa harus kehilangan fungsi-fungsi komunikasi yang krusial.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(AA/ZA)

Share :