Beberapa Potensi Bahaya Kecerdasan Buatan Dinilai oleh Para Pakar

Teknologi.id . February 28, 2018

Foto: Psych2Go.

Sebuah riset dari pakar yang berjudul ‘The Malicious Use of Artificial Intelligence: Forecasting, Prevention, and Mitigation’ menjelaskan dua sisi yang akan selalu membayangi kemajuan kecerdasan buatan atau arificial inteligence (AI) dalam lima tahun kedepan.

Para pakar menilai bahwa meskipun kecerdasan buatan dikembangkan untuk tujuan baik, namun tetap saja memiliki potensi untuk disalahgunakan.

Pakar menyebutkan bahwa AI memang dapat mempermudah pekerjaan manusia seperti pengambilan keputusan atau meringankan pekerjaan. Namun, bagi pengembang yang tidak bertanggung jawab, AI dapat digunakan sebagai senjata untuk melakukan kejahatan, diantaranya kejahatan dalam bidang digital, fisik, dan politik.

Potensi bahaya dari sisi digital disebut dapat memicu kemunculan phising otomatis dengan membuat email, situs, dan link palsu untuk mencuri informasi. Disamping itu peretasan disebut bisa terjadi dengan lebih cepat dan sistem AI yang bisa dikelabui.

Dari sisi fisik, pakar melihat AI bisa mengotomasi aksi terorisme menggunakan drone atau senjata otonom. Kemunculan robot juga diprediksi membuat AI jadi senjata untuk melancarkan serangan jarak jauh.

Potensi yang tak kalah berbahaya dilihat dari bidang politik yang dikhawatirkan memicu propaganda melalui gambar dan video palsu. Jejak digital nantinya juga bisa menghapus teks atau gambar secara otomatis.

Mengutip Quartz, para pakar berharap hasil riset ini membantu industri, akademisi, dan pemerintah menyikapi tren adopsi AI dengan lebih bijak.

Riset yang melibatkan pakar dari kalangan akademisi dan industri dari 14 institusi di Oxford, Inggris juga kian aktif mencari solusi potensial untuk menghadapi bahaya yang disebutkan di atas.

Sumber: CNN Indonesia. Baca artikel sumber.

Share :