Artificial Intelligence (AI), Teknologi Masa Depan Manusia?

Dwi Rahmadani . August 04, 2021

Foto : SoftwareONE

Teknologi.id - “Nothing Impossible, Impossible is nothing” sebuah ungkapan yang berlaku dalam dunia teknologi.

Hari ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi bahan diskusi paling popular yang banyak dibahas di kalangan teknologi dan bisnis. Banyak pendapat dari para ahli dan analisis indutri yang mengatakan bahwa AI adalah teknologi masa depan.

Artificial Intelligence (AI) adalah sebuah bidang ilmu yang digunakan untuk membuat hidup manusia lebih baik dari masa ke masa. Upaya ini dilakukan dengan memberikan kecerdasan pada mesin supaya dapat berpikir seolah-olah seperti manusia. Mesin AI ini mampu memahami bahasa manusia secara natural, mengenali wajah dalam foto, mengemudikan kendaraan, atau menerka buku apa yang kita mungkin sukai berdasarkan buku-buku yang telah dibaca sebelummnya.

Pernahkah anda membayangkan bisa berbicara dengan komputer atau ponsel? Hari ini, teknologi itu suda ada di depan mata. Sejumlah perusahaan telah menciptakan produk teknologi berbasisi AI. Tak hanya dalam bidang industri IT, tetapi juga digunakan pada bidang lain, seperti bisnis, media, pendidikan, dan lainnya.

Misalnya, industri otomotif yang mengadopsi teknologi Ai. Tesla, mobil canggih yang bisa mengemudi sendiri. Contoh lain di industri gadget atau smartphone, Apple menciptakan Siri sebagai asisten pribadi virtual pada iPhone dan iPad.

Sebenarnya, di dunia teknologi, AI bukanlah sesuatu yang baru. Konon, AI sudah mulai diciptakan manusia sejak abad ke-17 oleh para ilmuwan matematika dunia. Namun dorongan untuk mempelajari lebih jauh tentang sistem kecerdasan buatan ini terjadi di era tahun 1950-an. Ini seiring dengan dimulainya pengembangan komputer elektronik dan stored program di era tahun sebelumnya.

Dari tahun ke tahun teknologi AI mengalami peningkatan serta pengembangan yang menjadikannya sangat dibutuhkan di masa depan. Pada akhir dekade ini, mungkin penggunaan AI sudah menjadi umum di lingkungan sekitar kita: mobil tanpa penegmudi, ramalan cuaca yang sangat akurat, atau bahkan robot yang dapat mendeteksi adanya potensi terorisme.

Lalu akankah AI dapat menggantikan peran manusia ?

Dalam penerapannya, AI akan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru untuk manusia, yang bahkan saat ini belum tersedia. Lalu jawaban atas pertanyaan, apakah AI akan menggantikan peran manusia? Tentu tidak.  Teknologi AI masih membutuhkan peran manusia, bukan menggantikan manusia.

Dilansir dari laman Nagitec, Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia mengatakan bahwa pusat dari AI adalah manusia. Teknologi berbasis AI dirancang untuk melakukan pekerjaan yang menghambat produktivitas manusia seperti pekerjaan yang bersifat repetitif.

“Bagi Microsoft, AI adalah tentang meningkatkan kecerdikan manusia, bukan menggantikan manusia secara keseluruhan. AI sebagai instrument yang akan mendorong manusia untuk mampu mencapai lebih, melalui keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan teknologi tersebut,” tegas Haris.

(DR)


Share :