Dampak Positif Layanan 5G Untuk Industri Seluler Indonesia

Dira Afiani . June 25, 2021

Foto: Freepik

Teknologi.id - Layanan 5G sudah bisa dinikmati sebagaian masyarakat Indonesia. Awal kedatangan layanan 5G disambut dengan baik oleh para pengguna smartphone.

Di era globalisasi, kebutuhan terhadap konektivitas semakin tinggi ditambah adanya masa pandemi yang membuat semua orang beralih ke sistem work from home. Meskipun dalam kondisi krusial seperti sekarang, para pekerja dan pelajar tetap bisa mengerjakan semua aktivitas mereka dengan adanya koneksi yang lancar.

Ericson, perusahaan telekomunikasi memprediksi beberapa dampak positif dari layanan 5G di Indonesia. Hal ini akan menumbuhkan penjualan perangkat seluler atau smartphone.

Berdasarkan laporan dari Ericson pada April 2021, disebutkan bahwa terdapat kenaikan pelanggan seluler 5G sekitar satu juta setiap harinya. Dari hasil yang menunjukkan adanya peningkatan pelanggan, hal ini berpotensi mendatangkan pangsa pasar bagi beberapa vendor smartphone di Indonesia.

Dilansir dari Tribunnews, Jumat (25/6/2021), Jerry Soper selaku Country Head Ericson Indonesia, menyampaikan teknologi 5G akan menjadi generasi seluler yang diadopsi paling cepat bagi pertumbuhan pengguna ponsel. Kira-kira, dalam lima tahun ke depan, akan ada sekitar 3 miliar lebih pengguna ponsel di Indonesia.

Pada dasarnya, kecepatan peningkatan pelanggan bervariasi tergantung di daerah masing-masing. Di benua Eropa, diperkirakan implementasi layanan 5G lebih lambat dibandingkan dengan negara Cina, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council). 

Ericson sangat berharap jumlah pengguna akan semakin meningkat bahkan kalau bisa melampaui 1 miliar pengguna. Faktor yang mempengaruhi peningkatan pelanggan 5G adalah komitmen negara Cina yang lebih awal siap dengan teknologi 5G.

"Lebih dari 300 model smartphone 5G telah diumumkan atau diluncurkan secara komersial. Terutama produk-produk itu berasal dari Cina," ungkap Soper.

Jumlah pelanggan mobile di kawasan Asia Tenggara dan Oseania mencapai 1,1 miliar, namun sayangnya jumlah pelanggan layanan 5G masih di bawah 2 juta.

Pelanggan layanan 5G diperkirakan akan terus bertumbuh seiring berkembangnya zaman khususnya di negara Indonesia.

(DA)

Share :