Harga Kripto Bitcoin Turun, Efek Covid-19 dan Negara ini

Fabian Pratama Kusumah . November 28, 2021

Foto: Forbes

Teknologi.id - Harga mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll kembali turun.

Harga uang kripto Bitcoin beberapa waktu lalu yang sekitar US$54.000 merupakan yang terendah sejak Oktober 2021. Harga Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi sebesar US$ 69.000 pada November 2021.

Penurunan tersebut terjadi setelah varian baru virus Covid-19 yang berpotensi tahan vaksin bernama B.1.1.529 ditemukan di Afrika Selatan.

Pada Kamis lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan ditemukannya varian B.1.1.529 yang mengandung lebih dari 30 mutasi.

Sejumlah negara dilaporkan sudah menangguhkan penerbangan ke wilayah Afrika.

"Investor berupaya mengurangi exposure mereka terhadap ketidakpastian terkait efek varian baru Covid terhadap ekonomi dan pasar keuangan," ujar Farah Mourad, senior market analyst di XTB Crypto dikutip dari Kontan.

Penemuan varian baru ini membuat investor membuang aset-aset berisiko miliknya dan mengalihkannya ke aset yang lebih aman seperti obligasi, yen, dan dolar.

Baca juga: Cara Memilih Koin Micin Potensial dan Rekomendasinya

Alhasil pasar global tenggelam, dengan saham Eropa ditetapkan memasuki sesi terburuk mereka dalam lebih dari satu tahun.

Benchmark ekuitas Amerika Serikat (AS) juga menjadi lebih rendah pada awal perdagangannya.

Namun kemunculan varian virus baru bukan satu-satunya alasan yang membuat Bitcoin dan uang kripto lain turun.

Para analis mengutip sejumlah hambatan lain, termasuk persyaratan pelaporan pajak AS untuk mata uang digital, pengetatan peraturan China yang semakin intensif dan pandangan India pada RUU baru, yang dapat mengarah kepada sebagian besar kripto swasta.

(fpk)

Share :