Sistem Informasi akan Kacau jika Detik Kabisat Ditambahkan?

Naufal Fadillah Ramadhan . July 29, 2022

Sumber: Freepik

Teknologi.id -  Baru-baru ini, empat perusahaan teknologi besar, yaitu Amazon, Meta, Microsoft, dan Google melakukan inisiatif untuk menghilangkan detik kabisat yang akan menganggu sistem informasi dan internet mereka. Hal ini diakibatkan penambahan detik kabisat akan menganggu sistem informasi dan internet mereka yang berbasis pada waktu. Jika detik kabisat ini ditambahkan, perencanaan yang pada mulanya sudah sesuai akan menjadi keliru akibat detik tambahan pada waktu normal yang telah ditetapkan. Lalu, apa itu detik kabisat dan mengapa sangat berpengaruh terhadap empat perusahaan besar tersebut?

Singkatnya, detik kabisat adalah satu detik yang ditambahkan regulator pengawas waktu global ke dalam penghitungan standar waktu dunia (International Atomic Time/Temps Atomique International (TAI)).

Penambahan satu detik tersebut akan menetapkan bahwa waktu 24 jam dalam satu hari akan berakhir pada pukul 23.59.60, alih-alih di pukul 23.59.59. Setekah penambahan ini, barulah jam dunia atau hari akan berganti pada pukul 00.00.00. Kabarnya, penambahan detik kabisat ini dilakukan untuk menyesuaikan waktu dunia dengan pergerakan atau rotasi bumi dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Mengapa Sustainable Technology begitu Penting pada Masa Kini?

Sejauh ini, penambahan detik kabisat sudah terjadi sebanyak 27 kali ke dalam penghitungan standar waktu dunia (International Atomic Time/Temps Atomique International (TAI)). Penambahan ini terjadi pada mulanya di tahun 1972. Penambahan pada saat itu disepakati menjadi sebuah kebutuhan sehingga waktu yang digunakan dalam peradapan tetap sinkron dengan gerakan bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari. Untuk diketahui, bumi dalam rotasinya tidak selalu berputar dengan kecapatan yang sama, terkadang melambat. Hal ini yang menyebabkan detik kabisat perlu ditambahkan dalam sebuah momen.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Thomas Djamaluddin menuturkan penambahan satu detik ini disesuaikan agar waktu di bumi sama persis dengan jam atom. Jam atom ini dipergunakan sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Pengaruh Detik Kabisat Terhadap Perusahaan Teknologi

Sumber: Freepik

Penambahan detik kabisat beberapa kali ditambahkan dengan tujuan sains, yaitu menyesuaikan dengan waktu rotasi bumi. Walaupun demikian, penambahan itu justru akan menganggu pada mekanisme informasi di internet. Sistem komputer dan internet yang biasanya mengacu pada informasi waktu spesifik untuk proses data dan lain sebagainya, bisa mengalami kekacauan karena kekeliruan waktu. Selain itu, hal ini juga mengandalkan informasi waktu untuk menentukan proses transfer data antarkomputer dan hal lain juga bisa tumbang apabila platform digital yang ada di dalamnya tak menyesuaikan sistemnya ke "waktu terbaru".

Kekacauan yang bisa terjadi ini menjadi alasan utama mengapa perusahaan raksasa, seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon meluncurkan inisiatif untuk menghapuskan penambahan detik kabisat. Terlebih, keempat perusahaan itu menyebut bahwa masalah yang ditimbulkan lebih besar dari benefit yang ditawarkan, yaitu waktu yang disesuaikan dengan rotasi bumi yang telah disebutkan tadi.

Baca Juga: Manchester City Luncurkan Syal Canggih untuk Mendeteksi Emosi Suporter

Dalam pelaksanaannya , Google, Microsoft, Meta, dan Amazon turut menggandeng dua lembaga dunia yang berhubungan dengan standar informasi global. Mereka adalah National Institute of Standards and Technology (NIST) yang berlokasi di AS, serta Bureau International de Poids et Mesures (BPIM) yang berlokasi di Perancis. Kehadiran dua lembaga ini diperlukan lantaran standar waktu dunia sejatinya tak ditentukan oleh perusahaan teknologi, melainkan oleh regulator yang mengawasi jam dunia.

Seperti yang sudah disinggung di atas, leap second telah ditambahkan sebanyak 27 kali dalam perkembangannya ke dalam TAI. Kekhawatiran dari perusahaan besar itu ternyata bukanlah omong kosong belaka. Kekacauan yang menjadi kekhawatiran tersebut nyatanya benar terjadi pada penambahan detik kabisat sebelumnya. Salah satu dampak dari penambahan detik kabisat ini berdampak pada Redddit, Mozilla, Linkedin, Yelp, hingga layanan pemesanan pesawat Amadeus ketika detik kabisat ini ditambahkan pada tahun 2012 lampau. Ada pula Cloudfare, layanan internet global untuk mempercepat sekaligus mengamankan trasnfer data di internet yang mengalami kekacauan besar-besaran pada 2018 lalu.

Akibat perubahan tersebut, sistem Cloudfare pada saat itu mengalami kekeliruan waktu dan menumbangkan sejumlah situs web dan berbagi platform digital yang mengandalkan Cloudfare pada saat itu. Sebagai informasi, sistem komputer ini biasanya dirancang secanggih mungkin untuk menghitung dan memproses angka-angka. Sayangnya, kebijakan ini yang merupakan buatan dari manusia akan memberikan dampak pada sistem komputer dan internet yang akan mengalami gangguan.. Salah sati yang paling pupuler adalah masalah yang dikenal dengan "Y2K" atau "Year 2000" pada 1999-2000 lalu.

Bug Y2K

Bug Y2K pernah terjadi pada tahun 1999 yang sempat menimbulkan kekacauan di banyak database komputer ketika tahun berganti dari tahun 1999 menjadi tahun 2000. Pasalnya, banyak pihak yang membuat database tersebut hanya menyertakan dua digit nomor akhiran di tiap tahun, misalnya "70" untuk tahun 18970, "98" untuk tahun 1998 dan seterusnya. Kemudian, setelah berganti tahun menjadi kepala "2" yaitu tahun 2000, sistem databse akan menjadi berubah dan terganggu dan perhitungan matematikan dalam database akan menjadi keliru. Sebab, sistem akan membaca tahun "00" alih-alih "100" sehingga seolah-olah perhitungan akan terbaca mundur.

Dari permasalahan tersebut, bagaimana menurutmu? Apakah detik kabisat akan lebih banyak memberikan dampak positif atau negatif?

(nfr)

Share :