Levi’s Gagal Rugi Berkat Investasi Teknologi

Lanius Inovasi . November 18, 2021

Levi's Headquarter

Levi's. Rasanya tidak ada orang yang tidak mengenal brand pakaian asal Amerika satu ini. Sejak tahun 1853 Levi's sudah memproduksi pakaian berbahan jeans. Hingga hari ini Levi’s telah memiliki 500 gerai yang tersebar di lebih dari 100 negara di dunia.

Sebagai bisnis ritel, Levi’s harus sigap mengikuti perubahan perilaku konsumen. Memahami tren, cara berbelanja dan kemauan konsumen. Belum lagi dengan adanya COVID-19 sejak awal 2020, cara konsumen berbelanja mendadak berubah drastis. Penutupan serentak pusat perbelanjaan dan toko karena adanya kebijakan physical distancing membuat konsumen beralih ke belanja online. Hal ini memaksa banyak retailer untuk beradaptasi, beralih ke transaksi online dalam sekejap. Perubahan drastis ini menjadi tantangan, bahkan bagi Levi’s sekalipun.

Namun sebelum pandemi menyerang dunia, Levi’s telah sigap mengikuti perkembangan teknologi sebagai upaya untuk memberi value dan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Brand pakaian yang berbasis di San Fransisco ini telah berinvestasi di teknologi digital seperti artificial intelligence (AI) dan analitik prediktif sejak 2019.

Selain itu, Levi’s juga menyediakan aplikasi yang bisa diunduh di smartphone. Saat COVID-19 menyerang dan membuat banyak orang harus terkurung di rumah, Levi’s memanfaatkan keberadaan aplikasi ini tak hanya untuk memenuhi permintaan penjualan dan memudahkan akses konsumen, tapi mereka juga menggunakan cara-cara kreatif untuk tetap terhubung dengan konsumen selama pandemi.


Artikel ini merupakan cuplikan dari artikel yang dipublikasikan di website Machine Vision Indonesia

Share :

Lanius Inovasi

Lanius Inovasi Indonesia