1,2 Juta Data Pengguna Bhinneka.com Dijual di Forum Hacker

Indah Mutia Ayudita . May 11, 2020

Laman antar muka Bhinneka.com. Foto: Teknologi.id

Teknologi.id - Peretasan e-commerce Indonesia kembali terjadi. Kali ini, Bhinneka.com yang menjadi korbannya. Kabar ini pertama kali muncul di laman ZDNet pada hari Minggu (10/5) kemarin dan peretasan ini disebut dilakukan oleh oknum yang sama dengan yang membobol data pengguna Tokopedia, yaitu ShinyHunters.

Dilaporkan melalui ZDNet, ada 9 website lain bersama dengan Bhinneka.com yang datanya dijual di pasar gelap. Totalnya ada 73,2 juta data pengguna yang dilelang dengan harga USD 18,000 atau sekitar Rp 266 juta.

Baca juga: Usai Tokopedia, Kini 13 Juta Data Akun Bukalapak Dijual di Forum Hacker

ShinyHunters juga menjual data pengguna dari masing-masing layanan secara terpisah. Untuk 1,2 juta data pengguna Bhinneka dibanderol dengan harga USD 1.200 atau sekitar Rp 17,8 juta.

Untuk membuktikan keaslian data yang dicuri, ShinyHunters memberikan sampel data yang dapat digunakan untuk login pada Bhinneka.com.

Sampel data pengguna Bhinneka.com yang dicuri ShinyHunters. Foto: ZDnet

Pihak Bhinneka.com melalui perwakilannya, mengonfirmasi terkait berita upaya pembobolan tersebut dan saat ini sedang melakukan investigasi dibagian sistem internalnya.

Astrid Warsito, Head Brand Communication & PR Bhinneka.com menambahkan bahwa data penggunanya tetap aman, karena informasi sensitif telah dienkripsi sehingga tidak mudah dibobol.

Namun, untuk mencegah dampak yang lebih besar, Astrid mengimbau seluruh pengguna Bhinneka.com untuk mengamankan akunnya dan mengganti password yang digunakan.

Baca juga: Yakin Datamu Aman? Begini Cara Cek Akun yang Pernah Bocor di Internet

Beberapa hal yang dapat dilakukan setelah terjadi peretasan ini antara lain:

  1. Mengganti password secara rutin
  2. Tidak menggunakan password yang sama pada platform lain
  3. Menggunakan email yang berbeda untuk aktifitas yang berbeda
  4. Gunakan password yang kuat, gabungan dari huruf besar, huruf kecil, simbol dan angka.
  5. Hindari menggunakan identitas pribadi yang mudah ditebak seperti tempat tanggal lahir dan nama lengkap

(im)

Share :