Selain Bitcoin dan Doge, ini Kripto yang Menjadi Favorit

Fabian Pratama Kusumah . May 06, 2021

Foto: VOI

Teknologi.id - Mata uang kripto saat ini diminati oleh banyak orang. Ada banyak mata uang kripto yang beredar dan beberapa di antaranya menjadi favorit banyak orang.

Kripto mulai banyak diminati sebagai investasi karena nilainya yang terus meningkat secara fluktuatif.

Dikutip CNBC Indonesia dari laman Coinmarketcap, berikut 5 favorit kripto berdasarkan market cap atau kapitalisasi pasar.

Pada hari ini (Kamis 06 Mei 2021), Bitcoin masih menduduki peringkat pertama dengan nilai US$57.182,19 atau sekitar Rp819 jutaan.

Angka tersebut naik 4,40% selama 24 jam terakhir. Sementara dalam 7 hari naik 6.04%. Bitcoin tercatat memiliki market cap US$1,072 triliun.

Lalu peringkat kedua ada Ethereum dengan market cap US$401,8 miliar. Nilai satu Ethereum dihargai US$3.454,27 (Rp49,5 jutaan) atau naik 5,27% selama 24 jam dan 29,03% pada 7 hari terakhir.

Baca juga: Bukan GPU, Menambang Kripto ini Gunakan Memori, Mau Coba?

Binance Coin berada di urutan ketiga di bawah Ethereum dan Bitcoin. Market Cap BNB adalah US$99,01 miliar.

Nilai satu koinnya sekitar US$641,43 atau sekitar Rp9,1 jutaan. Harga tersebut mengalami kenaikan 24 jam terakhir sebesar 2,85% dan 14,28% pada tujuh hari.

Dogecoin atau Doge juga masuk dalam lima besar memiliki market cap US$80,10 miliar. Saat ini harganya sekitar US$0,60 atau Rp8.600.

Tidak seperti kripto lain, dalam 24 jam Doge mengalami penurunan 11,12%. Namun hal itu tidak terpengaruh karena dalam 7 hari, masih mengalami peningkatan 95,51%.

Baca juga: Mata Uang Kripto akan Menjadi Stablecoin di Masa Depan?

Terakhir di peringkat kelima ada XRP. Cryptocurrency ini memiliki market cap US$77,68 miliar. Saat ini harganya berada di level US$1,68 atau Rp214 ribu.

Nilai tersebut naik 19,60% dalam 24 jam terakhir dan selama 7 hari naik 25,11%.

Jika ingin membeli kripto sebaiknya pastikan menggunakan layanan yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Hal tersebut untuk menghindari banyaknya investasi dan layanan ilegal akhir-akhir ini yang merugikan penggunanya.

 (fpk)

Share :