Cara Prediksi Harga Bitcoin dan Kripto Lainnya Menurut Ahli

Fabian Pratama Kusumah . May 27, 2021

Foto: Securitites.io

Teknologi.id - Mata uang kripto saat ini diminati oleh banyak orang. Ada banyak mata uang kripto yang beredar dan beberapa di antaranya menjadi favorit banyak orang misalnya Bitcoin.

Kripto mulai banyak diminati sebagai investasi karena nilainya yang terus meningkat secara fluktuatif.

Nilai uang kripto termasuk Bitcoin dalam satu bulan terakhir mengalami fluktuasi yang sangat tinggi.

Bahkan harga Bitcoin jatuh ke bawah US$ 37.000 per koin, dan menjadi harga terendah dalam 3 bulan terakhir. Dalam satu bulan terakhir harga Bitcoin sudah turun 34,18%.

Sentiment kecil seperti tweet dari Elon Musk bisa menggerakan harga Bitcoin yang kini anjlok mencapai titik terendah dalam empat bulan terakhir.

Penurunan harga uang kripto dengan kapitalisasi pasar ini juga dipicu kebijakan keras China yang melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech pembayaran untuk menyediakan layanan transaksi uang kripto.

Baca juga: Langkah Elon Musk Untuk Buat Bitcoin Ramah Lingkungan

Fundamental pada aset kripto memang sulit diprediksi karena tidak ada underlying asset dari mata uang digital itu. Sehingga sulit untuk menghitung atau memprediksi pergerakan hariannya.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan memang sulit untuk menghitung aset kripto. Karena aset ini tidak berwujud.

"Agak sulit karena dia tidak berwujud bukan mata uang, juga bukan instrumen keuangan dalam nilai tukar,”

“Sementara kalau komoditi biasa ada wujudnya, ini tidak. Sehingga harga sangat bergantung pada suplai dan demand dan tergantung dari pasar,” katanya dikutip dari CNBC Indonesia hari Kamis 27 Mei 2021.

Melihat fundamental dari aset ini sangat sulit. Menurut Indrasari pergerakan bisa terpantau dari kapitalisasi pasar.

Baca juga: Mengenal Kripto Algorand yang Diciptakan Profesor MIT

 Karena tergantung dari suplai dan demand, sehingga jika sedang ramai yang membeli aset ini harga akan naik, jika banyak yang melepas tentu akan turun.

"Beda dari emas yang nilai intrinsiknya, sementara kripto sangat beresiko tinggi itu yang kita tekankan. Tergantung dari demand dan suplai dari aset itu sendiri," jelasnya.

Associate Director Pilarmas Investindo, Maximilianus Nicodemus, menjelaskan bisa saja menggunakan rumus saham diterapkan kepada mata uang kripto, khususnya dari teknikal untuk menebak probabilitas harga.

"Angkanya sih muncul dan bisa menebak probabilitasnya kita juga lakukan rumus saham ke kripto. Apa yang bisa menjadi harga itu bisa kita hitung dengan secara teknikal. Dan itu yang kami lakukan saat ini," kata Maximus.

(fpk)

Share :