Saham Bukalapak Terjun Bebas, Apa Penyebabnya

Muhammad Iqbal Mawardi . August 13, 2021

Foto: Shutterstock

Teknologi.id – Saham dari PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dua hari kemarin mengalami penurunan drastis. Bahkan, kemarin lusa saham BUKA turun hingga level auto reject bawah atau ARB.

Jumat 13 Agustus hari ini pun kembali mengalami penurunan hingga ARB. Tetapi, setelah jeda sesi I penurunan saham BUKA berkurang menjadi 60 poin atau turun 5,8% ke posisi Rp 975.

Isu saham BUKA ini beredar di pasar pergerakan saham yang merupakan bagian dari strategi investor eksisting untuk keluar melalui IPO. Isu ini berdasar pada rentetan aksi jual investor asing di saham BUKA.

Sebelumnya terdapat ada informasi jika GIC Private Ltd. menambah kepemilikan saham mereka di Bukalapak senilai 1,6 miliar dengan nilai Rp 1,36 triliun. Hal menarik dari transaksi ini adalah dilakukan pada 5 Agustus 2021. Itu artinya GIC menambah kepemilikannya sebelum BUKA mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Baca juga: Pembeli Terbesar Saham Bukalapak: Milenial dan Gen Z!

Menurut Reza sangat diwajarkan jika para pemegang saham BUKA sekarang melakukan aksi ambil untung. Hal tersebut karena saham BUKA sudah sempat naik hingga Rp 1.325 di hari kedua setelah IPO, sedangkan harga penawarannya di level Rp 850.

Ketika melihat para investor asing melakukan aksi jual, investor lokal juga ikut ambil untung. Alhasil saham BUKA sekarang terjun bebas ke level Rp 970.

"Mungkin dari sisi pelaku pasar mungkin sedang menunggu bottom-nya untuk mereka masuk lagi," terangnya.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan bahwa yang terjadi di saham BUKA saat ini memang tengah dilakukan aksi jual oleh pemegang saham eksisting. Bahkan baginya mereka memanfaatkan euforia investor ritel.

"Iya asing terus jual sebagai bagian dari exit strategy dalam memanfaatkan minat investor ritel," terangnya.

(MIM)

Share :