Mantan Karyawan Google Tinggalkan Gaji Rp 7,8 Miliar, Kini Jualan BBQ

Teknologi.id . September 03, 2026
Foto: Yahoo

Teknologi.id – Memiliki penghasilan sekitar Rp 7,8 miliar per tahun dari industri teknologi tidak membuat Salahodeen Abdul-Kafi bertahan selamanya di dunia korporasi.

Pria yang pernah bekerja di sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Google, YouTube, Microsoft, Cruise, dan Shopify itu justru memilih meninggalkan kariernya dan beralih menjadi pengusaha kuliner.

Abdul-Kafi kini menjalankan Kafi BBQ, restoran barbecue (BBQ) halal yang berbasis di Irving, Texas, Amerika Serikat.

Bisnis tersebut berkembang pesat. Pada tahun pertamanya, Kafi BBQ disebut mencatat pendapatan hampir 2,3 juta dollar AS, atau sekitar Rp 40,8 miliar.

Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia 2026, Dua Bos Data Center Tembus 10 Besar

Pernah Berkarier di Google hingga Microsoft

Sebelum terjun ke bisnis kuliner, Abdul-Kafi memiliki pengalaman panjang di industri teknologi.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, pria yang menempuh pendidikan S1 dan S2 Teknik Elektro di Stanford University tersebut mengawali kariernya di Microsoft sebagai Program Manager pada September 2012 hingga September 2013.

Setelah itu, ia kemudian bergabung dengan Google sebagai Product Manager pada Mei 2015.

Abdul-Kafi juga bekerja sebagai Product Manager di YouTube selama hampir lima tahun, yakni dari 2016 hingga 2021.

Setelah berkarier di YouTube, ia melanjutkan perjalanan profesionalnya sebagai Staff Product Manager di Cruise dan kemudian menjadi Product Lead di Shopify.

Ia selanjutnya bergabung dengan organisasi nonprofit Yaqeen Institute sebagai Vice President of Product.

Sebelum meninggalkan industri teknologi, Abdul-Kafi disebut memiliki penghasilan sekitar 42 juta rupee atau setara Rp 7,8 miliar per tahun.

Namun, karier dengan penghasilan tinggi tersebut akhirnya ia tinggalkan untuk mengejar bisnis yang berawal dari hobinya memasak.

Belajar Bikin Brisket dari YouTube

Foto: X.com

Kecintaan Abdul-Kafi terhadap BBQ awalnya bukan berasal dari pengalaman profesional di industri kuliner.

Setelah pindah dari Silicon Valley ke Texas, ia mulai serius mempelajari cara membuat BBQ, termasuk brisket, salah satu hidangan khas barbecue yang membutuhkan proses memasak dalam waktu lama.

Menariknya, Abdul-Kafi mempelajari teknik memasak brisket secara mandiri melalui berbagai video di YouTube.

Ia kemudian mulai memasak BBQ untuk teman-temannya dan mengadakan acara makan malam. Respons yang diterimanya ternyata sangat positif.

Teman-temannya bahkan mengatakan belum pernah mencicipi BBQ dengan gaya seperti yang dibuat Abdul-Kafi.

Dari pengalaman tersebut, muncul pertanyaan apakah masih ada ruang untuk jenis BBQ baru di Texas yang sudah terkenal dengan budaya barbecue-nya.

Hobi tersebut akhirnya berkembang menjadi peluang bisnis.

Dari Masak di Rumah hingga Buka Restoran

Sebelum memiliki restoran fisik, Abdul-Kafi terlebih dahulu menjalankan bisnis BBQ dari rumah dan melakukan penjualan dalam skala kecil.

Perlahan, permintaan terhadap BBQ buatannya meningkat.

Ia kemudian mendirikan Kafi BBQ dengan tujuan menawarkan daging halal berkualitas tinggi di kawasan Dallas.

Untuk produknya, Kafi BBQ menggunakan berbagai bahan, termasuk daging sapi Wagyu dari Texas, domba Dorper, serta ayam organik.

Kafi BBQ akhirnya membuka restoran fisiknya di Irving, Texas, pada Desember 2024.

Respons pelanggan bahkan langsung terlihat sejak hari pertama.

Abdul-Kafi mengatakan timnya saat itu menyiapkan BBQ dalam jumlah yang diperkirakan cukup untuk tiga hari. Namun, seluruh stok justru habis pada hari pertama.

Tim Kafi BBQ bahkan harus kembali memasak pada malam yang sama untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Kafi BBQ Raup Pendapatan Rp 40,8 Miliar

Bisnis yang awalnya berawal dari hobi tersebut kemudian berkembang dengan cepat.

Sepanjang tahun pertamanya, Kafi BBQ mencatat pendapatan sedikit di bawah 2,3 juta dollar AS, atau sekitar Rp 40,8 miliar.

Untuk 2026, Abdul-Kafi memperkirakan pendapatan restorannya dapat mencapai sekitar 3,6 juta hingga 4 juta dollar AS, atau kira-kira Rp 64 miliar hingga Rp 71 miliar, tergantung nilai tukar.

Perlu dicatat, angka tersebut merupakan proyeksi pendapatan, bukan keuntungan bersih yang masuk ke kantong Abdul-Kafi.

Kafi BBQ juga mendapatkan pengakuan dari industri kuliner Amerika Serikat. Pada November 2025, restoran tersebut masuk dalam daftar 15 restoran baru terbaik di Amerika Serikat versi Eater.

Omzet Besar, Abdul-Kafi Belum Mengambil Gaji

Meski pendapatan bisnisnya sudah mencapai jutaan dollar AS, Abdul-Kafi mengaku belum mengambil gaji untuk dirinya sendiri sejak membuka restoran.

Pasalnya, menjalankan bisnis restoran membutuhkan biaya yang sangat besar.

Menurut Abdul-Kafi, pengeluaran Kafi BBQ mencapai lebih dari 215.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,8 miliar per bulan.

Sebagian biaya tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk bahan makanan, tenaga kerja, dan sewa.

Perkiraannya, sekitar 125.000 dollar AS digunakan untuk bahan makanan, 50.000 dollar AS untuk tenaga kerja, dan 15.000 dollar AS untuk sewa. Angka tersebut belum termasuk biaya pemasaran serta pengeluaran lainnya.

Selain itu, modal awal yang ditanamkan untuk membangun bisnis BBQ tersebut mencapai sekitar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 17,8 miliar.

Modal tersebut disebut belum sepenuhnya kembali. Karena alasan itu, Abdul-Kafi memilih belum mengambil gaji dari bisnis yang dibangunnya.

Baca juga: IT Outsourcing Bersertifikasi Global: Kunci Talenta & Bisnis Digital Indonesia

Bekerja 80 Jam Seminggu

Meninggalkan pekerjaan di perusahaan teknologi ternyata tidak membuat Abdul-Kafi bekerja lebih sedikit.

Ia justru mengaku menghabiskan sekitar 80 jam setiap minggu untuk mengurus bisnis BBQ-nya.

Pekerjaannya sekarang juga jauh berbeda dari ketika masih menjadi Product Manager.

Ia harus terlibat dalam berbagai aspek bisnis, mulai dari operasional restoran, mengelola karyawan, memastikan pasokan bahan baku, melayani pelanggan, hingga mengembangkan bisnis.

Meski demikian, Abdul-Kafi mengatakan ada satu hal yang ia dapatkan setelah meninggalkan dunia korporasi, yakni kendali atas waktunya sendiri.

Dari Gaji Miliaran ke Bisnis BBQ

Kisah Abdul-Kafi menunjukkan bahwa meninggalkan karier dengan penghasilan tinggi tidak selalu berarti memilih jalan yang lebih mudah.

Ia memang meninggalkan pekerjaan di perusahaan teknologi besar dan penghasilan yang disebut mencapai sekitar Rp 7,8 miliar per tahun.

Sebagai gantinya, ia membangun bisnis yang menuntut waktu dan tenaga jauh lebih besar. Bahkan setelah bisnisnya mencatat pendapatan puluhan miliar rupiah, ia belum mengambil gaji untuk dirinya sendiri.

Namun, bisnis yang awalnya dimulai dari hobi memasak BBQ tersebut kini telah berkembang menjadi restoran dengan pendapatan jutaan dollar AS per tahun.

Bagi Abdul-Kafi, keputusan tersebut bukan semata-mata soal meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi, melainkan membangun sesuatu yang ia miliki dan kendalikan sendiri.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Share :