Investasi IT CNAF: Strategi Ferdy Wijanarko Dukung Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Baru

farrell tandhana . November 02, 2026


CNAF menyalurkan pembiayaan baru Rp5,41 triliun sampai September 2026, di saat OJK memangkas proyeksi pertumbuhan industri menjadi 2–4%. Target laba perusahaan tahun ini menuntut kenaikan sekitar seperempat dari basis 2025.

1. Tumbuh di Pasar yang Lebih Selektif

  • Pembiayaan baru CNAF Rp5,41 triliun sampai September 2026. Untuk semester I, angkanya Rp3,70 triliun, didukung segmen mobil baru menurut Presiden Direktur Ristiawan Suherman.
  • Ristiawan menyebut revisi proyeksi OJK mencerminkan dinamika industri: ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli rumah tangga, dan konsumen yang makin selektif. Industri, menurutnya, tetap punya ruang tumbuh lewat strategi adaptif dan manajemen risiko yang baik.
  • CNAF menyatakan akan tetap menyalurkan pembiayaan secara selektif, memperhitungkan kebutuhan pasar dan profil risiko, serta memantau kualitas portofolio.
  • Pemberitaan 2026 juga menyebut pembiayaan mobil baru CNAF tumbuh 26% pada kuartal I dan piutang pembiayaan mencapai Rp9,75 triliun per Agustus.

Dari dua angka kumulatif itu, penyaluran kuartal III kira-kira Rp1,7 triliun. Ini hitungan kasar saya dari angka yang dibulatkan, bukan angka yang dilaporkan.

2. Target Laba yang Ambisius dari Basis yang Rendah

Pada Januari 2026, CNAF menargetkan laba sebelum pajak Rp552 miliar. Sebagai pembanding, laba sebelum pajak 2025 sekitar Rp440 miliar (belum diaudit), turun 20% dari Rp570 miliar tahun sebelumnya. Perusahaan mengaitkan penurunan itu dengan pasar yang menantang dan daya beli yang belum pulih.

Target itu berarti kenaikan sekitar 25% dari basis 2025, menurut hitungan saya. Asumsi yang disebut manajemen: kondisi pasar membaik, daya beli pulih, pemerintah membantu mempercepat pemulihan ekonomi, dan pelonggaran beberapa POJK memberi ruang menyalurkan pembiayaan lebih fleksibel.

Sampai September, industri justru menurunkan proyeksi. Artinya, sebagian besar kenaikan yang dikejar harus datang dari dalam: biaya per kontrak, kualitas kredit, dan produk yang tepat.

3. Tiga Mesin Pertumbuhan dengan Profil Berbeda

CNAF memiliki setidaknya tiga lini yang saling berbeda:

  • Mobil baru. Penopang penyaluran semester I, bergantung pada dealer dan pasar otomotif.
  • Multiguna. Menurut Ristiawan pada April 2026, multiguna tetap penggerak utama pertumbuhan, dengan permintaan tinggi untuk kebutuhan seperti renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan. Secara industri, multiguna mencakup sekitar separuh pembiayaan multifinance.
  • Pembiayaan investasi. Piutangnya naik 53% menjadi Rp1,19 triliun per Juni 2026, dari Rp783 miliar setahun sebelumnya. Padahal pembiayaan investasi industri berkontraksi 5,33% (Rp167,89 triliun), karena pelaku usaha masih berhati-hati berekspansi.

Setiap lini punya alur pengajuan, risiko, dan nasabah yang berbeda. Pertumbuhan di tiga lini sekaligus berarti tiga cara menilai risiko, tiga alur proses, dan kebutuhan data yang berbeda.

4. Apa yang Sudah Dinyatakan soal Digital

Pernyataan CNAF sepanjang 2026 menunjukkan arah yang konsisten:

  • Januari 2026. Mengoptimalkan digitalisasi proses untuk mempercepat persetujuan dan menyederhanakan dokumen nasabah. Menurut Ristiawan, ini akan memudahkan nasabah mengajukan pembiayaan.
  • April 2026. Memperkuat underwriting, terutama profiling dan analisis calon nasabah, serta memantau kinerja pembayaran secara berkala untuk menekan risiko pembiayaan bermasalah.
  • Agustus 2026. Untuk pembiayaan investasi, memperluas akses lewat kanal digital, meningkatkan proses akuisisi dan layanan, dan memantau kesehatan portofolio secara berkala.

Dalam pemberitaan 2023–2024, CNAF juga menganggarkan belanja modal untuk pengembangan IT (Rp23 miliar pada 2023 dan Rp88 miliar pada 2024), termasuk keamanan digital. Aplikasi CNAF Mobile sudah ada sejak 2020. Pemberitaan yang saya baca tidak merinci sistem atau hasil dari investasi itu.

5. Mengapa Ini Menguji Teknologi

Dengan target laba yang menuntut kenaikan seperempat, nilai investasi IT diukur oleh hasilnya: apakah proses lebih cepat, biaya per kontrak lebih rendah, dan kualitas kredit lebih baik. Selain itu, tiga lini produk yang berjalan bersamaan menambah kompleksitas yang harus ditanggung sistem yang sama.

6. Apa yang Mungkin Perlu Dipertimbangkan

Sepertinya ada lima arah yang layak dilihat:

  • Skoring yang disesuaikan per lini. Mobil baru, multiguna, dan pembiayaan investasi memiliki perilaku risiko berbeda. Model dan batas persetujuan yang dilatih terpisah membantu menyetujui nasabah layak tanpa menaikkan risiko.
  • Dokumen yang makin sedikit untuk nasabah. Pembacaan dokumen otomatis dan verifikasi data yang ada mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat keputusan.
  • Aplikasi yang menyelesaikan layanan rutin. Pengajuan, pembayaran, dan perubahan data yang selesai di aplikasi menekan beban cabang.
  • Pemantauan portofolio yang cepat. Sinyal dini dari perilaku pembayaran memberi waktu bagi tim penagihan sebelum tunggakan membesar.
  • Pengukuran hasil investasi IT. Setiap inisiatif sebaiknya punya ukuran sederhana sejak awal, misalnya waktu persetujuan atau biaya per kontrak, supaya terlihat apa yang berhasil.

Pekerjaan ini membutuhkan data engineering, pengembangan aplikasi, dan pengujian, yang biasanya bersaing dengan kebutuhan harian tim teknologi. Mungkin yang perlu dipertimbangkan adalah apakah ada tim tambahan yang bisa mengerjakannya paralel, sementara arsitektur dan keamanan tetap di internal.

Gambaran Besar

Saat pasar tumbuh pelan dan konsumen selektif, target pertumbuhan laba hanya bisa dicapai oleh perusahaan yang paling tajam memilih dan paling efisien melayani. Rencana digital CNAF sudah dinyatakan. Yang akan menentukan adalah seberapa cepat rencana itu berubah menjadi biaya yang lebih rendah dan kualitas yang lebih baik.

Di organisasi Anda, investasi IT diukur dari proyek yang selesai, atau dari biaya per kontrak dan kualitas portofolio yang membaik?

Share :