Perusahaan Ini Bikin Chip Implan Otak, Bakal Jadi Masa Depan Teknologi Medis?

Fathiya Rahmah . May 04, 2023
Sumber: https://www.dailystar.co.uk/tech/firm-implants-brain-chips-50-29864671
Foto : NeuroPort Array (dikutip dari: dailystar.co.uk)


Teknologi.id - Pernahkah kamu membayangkan implan chip pada otak manusia? Baru-baru ini, sebuah perusahaan bernama Blackrock Neurotech mencuri perhatian karena teknologi terbaru mereka yaitu implantasi chip otak pada manusia. Chip tersebut diklaim dapat menyembuhkan paralisis fisik, kebutaan, tuli, dan depresi pada manusia.

Berbagai artikel dari media terkemuka seperti Daily Mail, Biotecnika, Daily Star, dan Unilad menyoroti kemampuan perusahaan untuk mengimplan chip otak pada manusia untuk membantu memperbaiki kualitas hidup penderita penyakit neurologis seperti epilepsi dan Parkinson.

Sumber: https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-12007025/The-company-implanted-dozens-chips-peoples-brains.html

Foto : NeuroPort Array (dikutip dari: dailymail.co.uk)

Perusahaan Blackrock Neurotech yang berkantor pusat di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat mengembangkan teknologi implantasi yang dinamakan NeuroPort Array. Alat ini memiliki 96 elektroda silikon dengan ukuran 4,2 millimeter.

Teknologi ini memungkinkan para ahli medis untuk menempatkan chip kecil pada otak pasien yang membutuhkan. Chip ini kemudian dapat memonitor aktivitas otak secara real-time dan membantu mengirimkan sinyal elektronik ke sel-sel saraf yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik.

Teknologi ini telah diuji coba pada 50 pasien di Amerika Serikat dengan hasil yang cukup menggembirakan. Pasien melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas hidup mereka dan peningkatan kemampuan fisik seperti kemampuan bergerak, berbicara, dan makan. Chip ini juga diketahui dapat membuat penggunanya mengontrol lengan robotik dan kursi roda, bermain video games, dan merasakan sensasi. 

Baca Juga: Peringatkan Bahaya Teknologi AI, 'Godfather of AI' Geoffrey Hinton Tinggalkan Google

Foto : Nathan Copeland (dikutip dari: dailystar.co.uk)

Nathan Copeland, seseorang yang terlibat dalam tabrakan mobil serius pada tahun 2004 menjadi pelopor dalam teknologi ini. Ia menerima implan nya pada tahun 2014. Copeland mengalami cedera tulang belakang yang serius, namun melalui implantasi ia berhasil mencapai "umpan balik sensorik melalui mikro stimulasi intra kortikal".

Implan chip tersebut melekat pada sinyal-sinyal yang dihasilkan oleh otak, dan mendekode sinyal-sinyal tersebut menggunakan pembelajaran mesin. Implan chip tersebut juga dapat melakukan pekerjaan yang kompleks, seperti menggunakan komputer atau menggambar potret.

Namun, meskipun teknologi ini menawarkan potensi besar dalam memperbaiki kualitas hidup manusia, masih ada banyak pertanyaan dan keprihatinan terkait keamanan dan etika penggunaan teknologi ini. Beberapa ahli medis dan ilmuwan khawatir bahwa penggunaan chip otak ini dapat membuka pintu bagi penyalahgunaan dan pengawasan terhadap kehidupan pribadi seseorang.

Baca juga : Demi Ilmu Pengetahuan! Elon Musk Akui Tidak Segan-Segan Pasang Chip di Otak Anak

Mereka juga khawatir bahwa teknologi ini hanya akan tersedia bagi orang-orang kaya dan berada sehingga menciptakan kesenjangan dalam sistem perawatan kesehatan. Selain itu, belum ada penelitian yang cukup untuk membuktikan keamanan jangka panjang dan efek samping dari penggunaan chip otak ini.

Dalam hal ini, perusahaan Blackrock Neurotech menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan para ahli medis dan etika untuk memastikan keamanan dan etika penggunaan teknologi ini. Mereka juga berusaha untuk memperluas akses teknologi ini ke seluruh dunia dengan mengembangkan kemitraan dengan berbagai organisasi di berbagai negara.

Pengusaha teknologi terkenal, Elon Musk, juga telah meluncurkan rencana serupa dengan Neurolink, sebuah perangkat implant yang diharapkannya dapat membantu kelompok serupa.

Rencana awal Mr. Musk ditolak oleh regulator awal tahun ini, yang menolak usahanya untuk menguji coba implant tersebut pada manusia.

"Kami adalah satu-satunya perusahaan dengan implan BCI langsung di otak manusia," kata Marcus Gerhardt, salah satu pendiri Blackrock, kepada DailyMail.com.

"Array yang dapat diimplan kami memungkinkan orang terhubung langsung ke komputer, mengendalikan lengan dan kursi roda robotik, memainkan video game, bahkan memulihkan sensasi - hanya dengan sinyal otak mereka."


Meskipun masih ada pertanyaan tentang keamanan dan etika penggunaan teknologi ini, namun hasil-hasil penelitian menunjukkan potensi besar dari teknologi ini dalam membantu orang dengan kebutuhan khusus dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik.


(fr)


Share :