Ilmuwan China Temukan Golongan Darah P, Paling Langka di Dunia

Lutfiyah Fathiyani . January 10, 2024

golongan darah P

Teknologi.id - Sebuah terobosan mengguncang dunia kedokteran terjadi di China, ketika seorang dokter berhasil mendeteksi sampel golongan darah yang super langka di dunia. Golongan darah ini adalah golongan darah P, yang merupakan subtipe dari golongan darah P yang sudah dikenal sebelumnya.


Dokter spesialis transfusi, Cao Guoping, menemukan golongan darah P saat melakukan tes darah rutin pada seorang pasien di Taixing People’s Hospital di Taizhou, Provinsi Jiangsu, China. Keunikan golongan darah ini terletak pada urutan nukleotida baru yang belum pernah terdeteksi sebelumnya di dunia. Temuan ini menjadi lebih signifikan setelah urutan genetiknya diserahkan ke database urutan GenBank di Amerika Serikat.

Pada Desember 2023, GenBank menyatakan bahwa urutan nukleotida dalam sampel golongan darah P ini belum pernah terdeteksi di mana pun di dunia. Dengan penomoran OR900206 dalam database gen manusia, golongan darah P menjadi perhatian utama dalam penelitian genetik global.


Baca juga: Peneliti Berhasil Ciptakan Rahim Buatan untuk Atasi Kelahiran Prematur

Hanya ada belasan kasus yang terdokumentasikan mengenai orang dengan golongan darah P di China, membuatnya sangat langka. Bahkan, pemilik golongan darah P bisa dibilang hanya ditemukan dari satu dalam sejuta orang di seluruh dunia.

Dokter Guoping menekankan pentingnya temuan ini, terutama bagi pemilik golongan darah P. Golongan darah P sangat langka sehingga deteksi dini dapat membantu mereka mempersiapkan diri lebih baik untuk transfusi darah dan mengelola potensi krisis terkait kebutuhan darah, terutama selama kehamilan.


Sebagai contoh, orang dengan golongan darah P hanya bisa menerima transfusi darah dari jenis yang sama. Pada wanita hamil dengan golongan darah P, keberadaan antibodi 'anti-Tja' dapat menyebabkan keguguran berulang dan kelahiran bayi dalam kondisi yang serius.


Golongan darah P sendiri pertama kali ditemukan pada 1927, dan sampelnya dikategorikan menjadi lima subtipe, di antaranya P1, P2, P1k, P2k, dan p. Golongan darah P menjadi langka karena beberapa subtipe seperti P1k, P2k, dan p sangat jarang terjadi.

Guoping menjelaskan bahwa pengujian golongan darah P kerap terlewatkan karena tidak dapat diambil oleh reagen yang umumnya digunakan untuk golongan darah ABO dan Rh. Sementara sebagian besar penduduk dunia termasuk dalam sistem golongan darah ABO dan Rh, ada golongan darah lain yang kurang umum, termasuk sistem antigen Hh/Bombay dan golongan darah P.


Baca juga: Canggih, Peneliti Ciptakan Tanah Elektronik yang Bisa Percepat Pertumbuhan Tanaman


Temuan golongan darah P ini bahkan lebih langka dibandingkan dengan golongan darah rhesus-negatif dan golongan darah Bombay. Golongan darah rhesus-negatif dikenal sebagai 'darah panda' dan hanya dimiliki oleh sekitar 0,4 persen dari populasi di China, sedangkan golongan darah Bombay, yang sering disebut 'darah dinosaurus', terjadi sekitar satu dari 10.000 hingga satu dari 100.000 orang.


Dengan temuan ini, dunia kedokteran membuka lembaran baru dalam pemahaman tentang keragaman golongan darah manusia. Identifikasi urutan gen golongan darah P membawa potensi besar untuk deteksi dini dan manajemen yang lebih efektif terhadap kondisi langka ini. Diharapkan, penemuan ini dapat memberikan pandangan baru terhadap perawatan transfusi darah, terutama bagi mereka dengan golongan darah P yang sangat langka ini.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News



(LF)




Share :