Teknologi Artificial Intelligence Pertanda Kiamat Baru? Begini Kata Peneliti

Novrizal Rizaldi . January 11, 2024

Teknologi AI Kiamat

Teknologi.id - Di era digital saat ini Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi dan inovasi yang banyak digunakan. Namun terdapat fakta menarik bahwa saat ini peneliti sepakat bahwa teknologi kecerdasan buatan atau Aritificial Intelligence (AI) menjadi salah satu tanda kiamat baru. 

Peneliti dari Berkeley dari University of Oxford mengatakan, dalam waktu dekat AI akan semakin canggih. Bahkan AI ini akan mampu membuat lagu top, menulis buku best seller, merakit mainan Lego, menerjemahkan bahasa baru, hingga membuat sebuah video game. Hal ini diprediksi akan terjadi sebelum tahun 2030. Selain itu, kemudian pada tahun 2063, para peneliti juga memprediksi AI dapat melakukan pekerjaan seperti seorang ahli bedah atau bahkan peneliti AI.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence yang Wajib Kamu Tau!

Dilansir dari Gizmodo, Rabu (10/1/2024), dalam suvei yang melibatkan 2.778 peneliti yang meneliti teknologi AI, mengungkapkan bahwa sebanyak 68% mengatakan bahwa AI akan memberikan dampak baik dibandingkan dampak buruk kepada manusia. Namun, dibalik memberikan dampak baik ini, ada kemungkinan AI menjadi salah satu yang menandakan "kiamat" baru bagi manusia. 

Para peneliti juga memperkirakan akan adanya kemungkinan 10% bahwa manusia akan gagal mengendalikan AI dan hal ini berujung pada kepunahan manusia. Diantara para peneliti terdapat kesepakatan untuk fokus pada meminimalisir risiko dalam pengemabangan AI. Akan tetapi suara para peneliti ini terbelah antara yang ingin mempercepat atau sedikit menahan pengembangan AI. 

Menariknya, ada lebih dari 80% peneliti AI mengatakan bahwa hal yang paling substansial mengenai AI adalah kemampuan menyebar informasi secara keliru. Sementara itu, pada bulan Desember lalu, OpenAI merilis sebuah makalah pertamanya yang mengenai tentang menyelaraskan AI dengan nilai-nilai kemanusiaan. Anthropic memiliki konstitusi yang mengatur sistem AI untuk memastikan mereka bertindak sejalan dengan aturan masyarakat. Namun metode ini belum tentu dapat diterapkan pada model AI yang lebih pintar dari manusia, Mengingat AI yang ada saat ini masih belum begitu pintar dan memiliki keterbatasan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(nr)

Share :