Waspada! Baterai iPhone 16 Pro Max Menggelembung di Pesawat, Ini Penjelasannya

Wildan Nur Alif Kurniawan . January 07, 2026


Foto: ITHOMECN

Teknologi.id – Bayangkan Anda sedang duduk di kursi penumpang pesawat, menikmati perjalanan lintas negara, lalu tiba-tiba merasakan ponsel di saku atau di meja lipat Anda mulai berubah bentuk. Itulah yang dialami oleh sejumlah pengguna iPhone 16 Pro Max dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini bukan lagi sekadar rumor di media sosial, melainkan telah menjadi isu serius yang dilaporkan oleh berbagai media teknologi besar seperti CNBC Indonesia, detikInet, dan Liputan6 pada awal Januari 2026.

Kasus yang paling viral melibatkan seorang penumpang yang mendapati panel belakang iPhone 16 Pro Max miliknya terangkat paksa dari bingkai titaniumnya akibat tekanan dari dalam. Kejadian ini memicu perdebatan panas mengenai standar manufaktur Apple dan risiko keamanan penerbangan di era baterai berkapasitas tinggi.

Gelembung yang Datang dan Pergi

Salah satu aspek yang paling membingungkan dari laporan ini adalah sifat pembengkakan yang "sementara". Banyak pengguna mengamati bahwa baterai ponsel mereka menggelembung parah saat pesawat berada pada ketinggian jelajah (cruising altitude), namun secara ajaib perlahan kembali ke bentuk semula setelah pesawat mendarat dan tekanan kabin kembali ke tingkat atmosfer normal.

"Aneh tapi nyata," ungkap salah satu pengguna dalam laporannya. "Saat di udara, layar ponsel terasa menonjol dan panel belakang terbuka sedikit. Tapi saat saya sampai di hotel, ponsel terlihat normal kembali, kecuali segel perekatnya yang sudah rusak."

Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah tersebut bukan sekadar kerusakan fisik statis, melainkan sebuah reaksi dinamis terhadap lingkungan. Investigasi menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya terjadi; beberapa pengguna iPhone 15 juga melaporkan pengalaman serupa tahun lalu, mengindikasikan adanya pola kerentanan pada desain baterai Apple dalam kondisi tekanan tertentu.

Baca juga: Apple Dikabarkan Tak Rilis iPhone 18 Reguler di 2026, Ini Strategi Besarnya

Mengapa Tekanan Kabin Menjadi Pemicu?

Secara teknis, baterai litium-ion modern terdiri dari lapisan-lapisan kimiawi yang sangat rapat. Seiring berjalannya waktu atau karena cacat manufaktur kecil, sel baterai dapat menghasilkan gas (proses yang disebut outgassing). Dalam kondisi normal di darat, gas ini terperangkap di dalam sel dan dikompresi oleh tekanan atmosfer sekitarnya sehingga tidak terlihat secara visual.

Namun, fisika dasar menjelaskan apa yang terjadi di dalam kabin pesawat:

  • Hukum Boyle: Saat pesawat naik, tekanan udara di dalam kabin menurun (biasanya disetel setara dengan ketinggian 6.000–8.000 kaki). Sesuai Hukum Boyle, volume gas berbanding terbalik dengan tekanan. Ketika tekanan luar menurun, gas yang terjebak di dalam baterai akan memuai atau berekspansi secara dramatis.

  • Ekspansi Termal: Dikombinasikan dengan panas yang dihasilkan oleh prosesor A18 Pro saat digunakan untuk bermain game atau menonton film di pesawat, ekspansi gas menjadi semakin kuat.

Hal ini menjelaskan mengapa baterai tampak "sembuh" saat mendarat: tekanan atmosfer yang kembali normal menekan kembali gas tersebut ke volume semula. Namun, para ahli memperingatkan bahwa "kembali normal" tidak berarti "aman".


Foto: Unsplash

Bahaya Tersembunyi: Risiko Kebakaran dan Kerusakan Permanen

Meskipun bodi ponsel tampak kembali rata, proses pembengkakan tersebut telah menyebabkan kerusakan internal yang signifikan. Berikut adalah beberapa risiko yang harus diwaspadai:

  1. Kerusakan Separator Internal: Saat baterai memuai, lapisan tipis (separator) yang memisahkan kutub positif dan negatif dapat meregang atau robek. Jika ini terjadi, risiko hubungan arus pendek (short circuit) meningkat drastis, yang dapat memicu thermal runaway—reaksi berantai yang menyebabkan baterai terbakar hebat dan sulit dipadamkan.

  2. Hilangnya Ketahanan Air (IP68): Sekali panel belakang terangkat akibat tekanan baterai, segel kedap air dan debu pada iPhone 16 Pro Max akan rusak secara permanen. Pengguna tidak boleh lagi merendam ponsel mereka setelah kejadian ini, meskipun tampilannya sudah terlihat rata kembali.

  3. Ancaman di Kabin Pesawat: Kebakaran baterai litium adalah skenario terburuk dalam penerbangan. Asap beracun dan api yang sangat panas dapat membahayakan keselamatan seluruh penumpang. Oleh karena itu, maskapai penerbangan kini sangat waspada terhadap perangkat yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik.

Standar Manufaktur Apple dalam Sorotan

Muncul spekulasi bahwa tidak semua unit iPhone 16 Pro Max mengalami hal ini. Beberapa pengamat menilai adanya variasi kualitas dalam rantai pasok baterai Apple. Dugaan kuat mengarah pada sekumpulan unit tertentu yang memiliki toleransi tekanan lebih rendah atau tingkat kontaminasi kimia internal yang memicu produksi gas lebih cepat dari biasanya.

Fakta bahwa penggantian baterai dengan unit baru seringkali menyelesaikan masalah tersebut (seperti yang dialami beberapa pengguna iPhone 15) memperkuat teori bahwa ini adalah masalah unit-unit tertentu yang "cacat produksi," bukan kegagalan desain pada seluruh lini produk.

Baca juga: Bocoran iPhone 18 Pro: Hapus Dynamic Island hingga Gunakan Chip 2nm Terbaru

Panduan Tindakan Bagi Pengguna

Jika Anda mendapati iPhone 16 Pro Max Anda mulai membengkak saat sedang terbang, jangan panik namun bertindaklah dengan cepat:

  • Jangan Mengisi Daya: Mengalirkan listrik ke baterai yang sedang membengkak adalah cara tercepat untuk memicu ledakan. Segera cabut kabel charger atau matikan koneksi ke power bank.

  • Matikan Perangkat: Tekan tombol daya dan volume untuk mematikan ponsel sepenuhnya guna mengurangi aktivitas kimiawi di dalam baterai.

  • Panggil Awak Kabin: Beritahukan pramugari atau pramugara. Maskapai modern biasanya dilengkapi dengan "Lithium-Ion Fire Bag" yang dirancang khusus untuk menyimpan perangkat yang berisiko terbakar.

  • Dokumentasikan Saat Membengkak: Ambil foto atau video menggunakan perangkat lain. Ini adalah bukti krusial karena saat Anda sampai di Apple Store di darat, baterai mungkin sudah terlihat normal, dan tanpa bukti visual, klaim garansi Anda mungkin akan ditolak.

Pelajaran bagi Industri Teknologi

Insiden iPhone 16 Pro Max di awal 2026 ini memberikan pelajaran berharga bagi industri teknologi. Dalam upaya mengejar bodi yang semakin tipis dan kapasitas baterai yang lebih besar, produsen tidak boleh mengabaikan toleransi terhadap perubahan tekanan lingkungan yang ekstrem.

Bagi Apple, tantangan selanjutnya adalah memberikan transparansi dan program perbaikan bagi unit yang terdampak. Bagi konsumen, kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan perangkat—terutama sebelum melakukan perjalanan udara—menjadi sangat penting demi keselamatan bersama.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(WN/ZA)

Share :