.jpg)
Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi.
Teknologi.id - Dalam dunia teknologi global yang penuh persaingan, hanya sedikit nama yang memiliki pengaruh besar seperti Tim Cook. Sejak mengambil alih Apple, ia mengubah perusahaan ini menjadi raksasa $4,1 triliun (sekitar Rp69,1 kuadriliun), menjadikannya perusahaan paling bernilai kedua di planet. Baru-baru ini, Apple membuat pernyataan proksi tahunan, sebuah dokumen untuk pemegang saham, yang mengungkapkan berapa penghasilan pemimpin kerajaan teknologi ini di 2025.
Meskipun banyak pekerja biasa yang saat ini memantau pengeluaran belanja dan menunda pembelian besar, upah Tim Cook masih berada di level yang sulit digapai. Di tahun 2025, bayaran Cook mencapai $74,3 juta (sekitar Rp1,253 triliun). Walaupun terdengar seperti harta yang besar, sebenarnya terdapat penurunan kecil dari penghasilan $74,6 juta-nya (sekitar Rp1,258 triliun) di 2024. Sedikit penurunan ini disebabkan saham Apple yang pernah turun sebentar.
Baca juga: Apple Percepat Persiapan Pengganti Tim Cook, Siap Punya CEO Baru di 2026
Kupas Tuntas Gaji Triliunan Rupiah
Penyusutan pendapatan Cook bukan disebabkan kinerja buruk, melainkan karena nilai sahamnya yang pernah turun di Stock Awards. Di tahun 2025, keuntungan sahamnya dinilai hingga $57,5 juta (sekitar Rp 969 miliar), turun sedikit dari $58 juta (sekitar Rp 978 miliar) yang ia terima di tahun sebelumnya. Dalam dunia penggajian eksekutif, "Stock Awards" ini merupakan bagian terbesar dari "honeypot", yang menghubungkan kekayaan CEO secara langsung dengan keberhasilan perusahaannya di pasar saham.
Menariknya, walau nilai sahamnya berubah, bagian lain dari bayarannya tetap kokoh tak bergeming atau bahkan meningkat:
- Gaji Pokok: Cook telah menghasilkan $3 juta (sekitar Rp 50 miliar) per tahun sejak 2016.
- Bonus Kinerja: Ia telah menerima insentif sebesar $12 juta (sekitar Rp 202 miliar) karena berhasil mencapai tujuan finansial Apple yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Kompensasi Lain: Kategori ini meningkat hingga $1,76 juta (sekitar Rp 29,6 miliar). Termasuk rencana pensiunnya, asuransi jiwa, dan bayaran untuk jatah libur yang tidak digunakan. Hal ini juga memuat $887.870 untuk keamanan pribadi dan $789.991 untuk pemakaian jet pribadi. Demi efisiensi dan keamanan, dewan direksi Apple justru mewajibkan Cook agar menggunakan pesawat pribadi untuk semua perjalanannya.
Kesenjangan Harta yang Mencengangkan
Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas soal pendapatan Tim Cook, perbedaan kontras dengan pekerja biasa sangatlah ekstrem. Menurut data gaji 2025, pekerja AS umumnya menghasilkan sekitar $62.088 (sekitar Rp1,05 miliar) per tahunnya.
Karena penghasilan Cook sangat besar, ia menghasilkan seluruh gaji tahunan itu hanya dengan bekerja selama tujuh jam. Bagi keluarga biasa, membutuhkan puluhan tahun untuk menabung agar bisa membeli rumah, namun Cook menghasilkan gaji yang cukup untuk membeli rumah dengan harga menengah di AS ($439.000 / sekitar Rp7,4 miliar) hanya dalam waktu 2,15 hari. Bahkan produk kelas atas Apple, yang dianggap mewah oleh banyak orang, hampir tidak dianggap sebagai pengeluaran baginya. Hanya dalam 21 menit, Cook hampir menghasilkan MacBook Pro $3.000 (sekitarRp 50 juta); dan dalam waktu kurang dari delapan menit, ia dapat membeli iPhone terbaru bernilai $1.100 (sekitar Rp18,5 juta).
Baca juga: Apple Dikabarkan Tak Rilis iPhone 18 Reguler di 2026, Ini Strategi Besarnya
Tim Berpenghasilan Tinggi

Foto: Apple Newsroom.
Tim Cook bukan satu-satunya di Apple dengan gaji besar. Beberapa petinggi lainnya juga menerima paket kompensasi yang besar di 2025 untuk menceminkan "kepemimpinan luar biasa" mereka. Kebanyakan wakil presiden senior, termasuk Penasihat Hukum Utama Kate Adams, COO Sabih Khan, dan Kepala Divisi Ritel Deirdre O’Brien, masing-masing memperoleh sekitar $27 juta (sekitar Rp455,4 miliar).
Departemen keuangan juga terlihat mengasilkan angka besar. Mantan CFO, Luca Maestri mengangkut $15,5 juta (sekitar Rp261,4 miliar), di sisi lain CFO baru, Kevan Parekh, menerima bagian seharga $22,46 juta (sekitar Rp378,9 miliar) untuk tahun pertamanya menjabat. Jika dibandingkan dengan pemimpin teknologi lain, Cook tetap menjadi orang dengan gaji tertinggi, berada tepat di bawah Satya Nadella dari Microsoft, yang menerima bagian sebesar $79,1 juta (sekitar Rp1,3 triliun).
Menavigasi Masa Depan
Meskipun ini merupakan angka yang mengejutkan, bayaran Cook yang terkini sebenarnya lebih rendah dari puncak tertingginya di tahun 2022, saat ia menghasilkan hampir $100 juta (sekitar Rp1,68 triliun). Ia terkenal untuk meminta bayarannya disesuaikan setelah menerima feedback dari pemegang saham soal ketimpangan pemasukan dengan pengeluaran perusahaan.
Di usianya yang ke 65 tahun, pertanyaan tentang masa depan Cook di kantor mulai bermunculan. Saat ia terus memimpin Apple melalui kondisi global yang kompleks, seperti menangani perdagangan yang menegangkan dan banting setir dalam manufaktur di India untuk menghindari tarif, nama seperti John Ternus (bos insinyur perangkat keras Apple) sudah disebut-sebut berpotensi menjadi penerusnya. Siapapun yang menggantikannya, data 2025 membuktikan bahwa memimpin rumah iPhone tetap menjadi pekerjaan paling menguntungkan dalam sejarah manusia.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(yna/sa)