Apple Dikabarkan Tak Rilis iPhone 18 Reguler di 2026, Ini Strategi Besarnya

Wildan Nur Alif Kurniawan . January 04, 2026


Foto: Unsplash

Teknologi.id – Memasuki awal tahun 2026, jagat teknologi dikejutkan oleh laporan mengenai langkah radikal yang akan diambil oleh Apple Inc. Perusahaan raksasa asal Cupertino ini dikabarkan tidak akan merilis varian standar atau reguler dari iPhone 18 pada siklus peluncuran musim gugur tahun ini. Jika laporan ini terbukti benar, maka tahun 2026 akan tercatat sebagai tahun di mana Apple resmi mengakhiri pola peluncuran "satu paket lengkap" yang biasanya dilakukan setiap bulan September.

Selama dekade terakhir, konsumen setidaknya sudah terbiasa dengan jadwal rutin di mana seluruh lini iPhone terbaru—mulai dari versi reguler hingga versi Pro Max—diperkenalkan secara serentak. Namun, data terbaru menunjukkan adanya perubahan besar dalam strategi pemasaran dan manajemen produk Apple untuk menghadapi dinamika pasar yang kian kompleks.

Penundaan iPhone 18 Reguler: Usia iPhone 17 yang Lebih Panjang

Salah satu poin paling krusial dari laporan ini adalah nasib iPhone 17 reguler. Setelah mendulang kesuksesan besar di sepanjang tahun 2025, iPhone 17 reguler tampaknya akan dipaksa untuk bertahan lebih lama di pasar. Apple diprediksi akan memperpanjang usia model ini hingga menyentuh angka 18 bulan sebelum akhirnya digantikan oleh penerusnya.

Artinya, para pengguna yang menantikan iPhone 18 versi standar harus bersabar hingga awal tahun 2027. Penundaan ini bukanlah tanpa alasan; Apple ingin memastikan bahwa setiap produk yang mereka luncurkan memiliki jendela pemasaran yang luas tanpa harus bersaing dengan produk internal mereka sendiri yang lebih canggih di saat yang bersamaan.

Baca juga: Diskon Tahun Baru! Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta, Ini Harga iPhone 17

Strategi "Split Release": Memisahkan Kasta Ponsel

Apple dikabarkan akan mengadopsi strategi yang disebut sebagai Split Release atau pembagian jendela peluncuran. Strategi ini memisahkan jadwal rilis antara perangkat kategori flagship (kelas atas) dengan perangkat kategori standar atau ekonomis.

Pada jendela peluncuran utama di September 2026, Apple akan mencurahkan seluruh perhatiannya pada model-model premium. Lini yang akan diperkenalkan pada periode ini meliputi iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Langkah ini diambil agar sorotan media dan minat konsumen kelas atas sepenuhnya tertuju pada inovasi kamera, performa chipset, dan fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru yang hanya tersedia di seri Pro.

Sementara itu, model-model yang menyasar segmen pasar lebih luas seperti iPhone 18 reguler, iPhone 18e (varian yang lebih terjangkau), serta iPhone Air 2, baru akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2027. Pembagian ini memungkinkan Apple untuk menjaga momentum penjualan tetap stabil di sepanjang tahun, bukan hanya menumpuk di akhir tahun saja.

iPhone Fold: Sang Bintang Utama di Tahun 2026

Yang paling menarik dari laporan CNBC Indonesia ini adalah alasan di balik absennya iPhone 18 reguler di tahun 2026. Apple rupanya sedang menyiapkan "panggung besar" untuk produk yang paling dinanti selama bertahun-tahun: iPhone Fold.

Kehadiran iPhone lipat pertama ini merupakan pertaruhan besar bagi Apple. Dengan menunda iPhone 18 reguler, Apple dapat memastikan bahwa tidak ada produk lain yang mengalihkan perhatian konsumen dari iPhone Fold. iPhone Fold diposisikan sebagai pengganti sensasi inovasi yang biasanya dibawa oleh seri reguler baru. Dengan kata lain, Apple ingin tahun 2026 diingat sebagai "Tahun iPhone Lipat", bukan sekadar tahun pergantian angka seri iPhone biasa.


Foto: 9to5Mac

Optimasi Rantai Pasok dan Efisiensi Keuangan

Dari sisi manufaktur, para analis rantai pasok sepakat bahwa strategi penundaan ini akan sangat membantu Apple dalam mengelola logistik. Dengan tidak memproduksi seluruh model secara bersamaan, Apple dapat mengurangi hambatan produksi (bottleneck) yang sering terjadi di pabrik-pabrik perakitan mereka di Asia.

Apple juga dapat mengelola pasokan komponen canggih—seperti sensor kamera periskop dan panel layar generasi terbaru—dengan lebih efisien. Secara finansial, strategi ini memungkinkan pencatatan pendapatan Apple menjadi lebih merata di setiap kuartal fiskal. Jika biasanya pendapatan melonjak drastis hanya di kuartal terakhir tahun kalender, kini Apple bisa mengharapkan lonjakan kedua di awal tahun saat model reguler dan seri ekonomis dirilis.

Baca juga: Bocoran Besar Apple: iPhone Lipat, Chip A20, dan Jadwal Rilis Baru

Dampak Bagi Konsumen: Perubahan Pola Upgrade

Bagi konsumen, perubahan ini tentu memerlukan penyesuaian. Pengguna yang memiliki anggaran terbatas atau yang tidak memerlukan fitur "Pro" mungkin akan merasa kecewa karena harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan model terbaru. Namun, di sisi lain, hal ini memberikan nilai jual kembali (resale value) yang lebih baik bagi pemilik iPhone 17, karena perangkat mereka tetap menjadi model "terbaru" di kelasnya untuk waktu yang lebih lama.

Tren ini juga menunjukkan bahwa Apple mulai mengikuti pola "Slow Tech" untuk model-model standarnya, di mana inovasi hardware tidak harus dipaksakan hadir setiap 12 bulan jika perubahannya hanya bersifat minor. Fokus Apple kini bergeser pada kualitas inovasi yang lebih matang dan diversifikasi produk yang lebih luas melalui lini Foldable dan Air.

Meskipun Apple belum memberikan konfirmasi resmi secara publik, bocoran mengenai absennya iPhone 18 reguler di tahun 2026 ini memberikan gambaran jelas bahwa perusahaan tersebut sedang bertransformasi. Apple tidak lagi sekadar menjual ponsel, mereka sedang menata ulang ekosistem produk mereka agar lebih terfragmentasi namun tepat sasaran bagi setiap segmen pengguna.

Tahun 2026 akan menjadi tahun pembuktian bagi Apple; apakah mereka mampu menjaga loyalitas pengguna model reguler meskipun harus menunggu hingga 2027, dan apakah iPhone Fold benar-benar bisa menjadi pengganti yang sepadan untuk mengisi kekosongan inovasi tahun ini.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar