Apple Cetak Sejarah Baru! Penjualan Melonjak 23% Karena Faktor Rahasia Ini!

Algis Akbar . February 02, 2026


Foto:momsmoney.kontan.co.id

Teknologi.idApple resmi mencatatkan pencapaian bersejarah dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino ini berhasil memecahkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa dari penjualan lini iPhone. Pada periode Oktober hingga Desember 2025, pendapatan dari iPhone menyentuh angka fantastis sebesar 85,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.430 triliun. Capaian ini menandai kenaikan signifikan sebesar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang dicetak pada awal 2022 sebesar 71,6 miliar dolar AS.

Keberhasilan ini menjadi titik balik bagi Apple setelah sempat mengalami tren penjualan yang relatif stagnan dalam empat tahun terakhir. Secara keseluruhan, total pendapatan Apple melonjak 16 persen menjadi 143,8 miliar dolar AS (sekitar Rp2.412 triliun). iPhone kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung utama bisnis Apple dengan menyumbang porsi pendapatan terbesar, disusul oleh sektor layanan (Services) yang juga meraih rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa.

Dominasi iPhone 17 Series dan Situasi "Supply Chase Mode"

Foto: samatogras.com

CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa lonjakan tajam ini ditopang oleh tingginya minat konsumen terhadap keluarga iPhone 17 Series. Menurut Cook, permintaan pasar terhadap lini terbaru ini jauh melampaui ekspektasi awal perusahaan. Salah satu faktor kunci yang memicu fenomena ini adalah strategi Apple yang mulai "meratakan" fitur premium ke model standar.

Kini, iPhone 17 versi non-Pro telah dibekali fitur yang sebelumnya eksklusif untuk varian Pro, seperti always-on display dan layar dengan refresh rate tinggi, sehingga daya tarik produk bagi konsumen umum meningkat drastis.

Baca juga: Apple Kebobolan! 1 TB Data Rahasia iPhone hingga Vision Pro Bocor ke Tangan Hacker

Tingginya antusiasme pasar bahkan membuat Apple berada dalam kondisi "supply chase mode". Ini merupakan situasi di mana Apple harus bekerja ekstra keras mengejar pasokan komponen dan stok perangkat guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.

Cook mengakui adanya keterbatasan suplai, terutama terkait teknologi proses chip paling canggih yang digunakan pada iPhone. Meskipun fitur AI generatif tingkat lanjut yang dijanjikan belum sepenuhnya hadir di tahap awal, hal tersebut terbukti tidak menyurutkan minat masyarakat untuk segera memiliki perangkat terbaru Apple.

Rekor di Pasar Global dan Pertumbuhan Sektor Layanan

Pertumbuhan penjualan iPhone dilaporkan terjadi secara merata di berbagai wilayah, mulai dari China, Eropa, Amerika, hingga Jepang. Namun, India menjadi sorotan khusus karena berhasil mencetak rekor penjualan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah Apple di negara tersebut.

Selain perangkat keras, Apple juga mengumumkan bahwa basis perangkat aktif mereka kini telah melampaui 2,5 miliar unit secara global. Tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi ini turut mendorong kenaikan pendapatan di sektor layanan sebesar 14 persen secara tahunan, mencapai angka 30 miliar dollar AS (sekitar Rp503 triliun).

Baca juga: iPhone 5s dan iPhone 6 Masih Dapat Update Resmi Apple di 2026, Ini Alasannya

Di sisi lain, laporan keuangan ini juga memperlihatkan performa lini produk Apple lainnya. Sektor Wearables, Home and Accessories menyumbang 11,5 miliar dolar AS, diikuti oleh iPad dengan 8,6 miliar dolar AS. Sementara itu, lini bisnis Mac menyumbang pendapatan terendah sebesar 8,3 miliar dolar AS.

Meskipun beberapa perangkat pendukung mengalami penurunan tipis, performa iPhone yang sangat kuat sudah lebih dari cukup untuk menjaga posisi finansial Apple tetap di atas angin. Ke depan, integrasi fitur personalisasi berbasis AI ke Siri diprediksi akan menjadi amunisi baru bagi Apple untuk mempertahankan momentum rekor ini di kuartal-kuartal selanjutnya.

Masa Depan Inovasi dan Ekspansi Ekosistem Apple

Keberhasilan Apple mencetak rekor pendapatan di awal tahun 2026 ini memberikan sinyal kuat bahwa loyalitas pengguna terhadap ekosistem iOS tetap tak tergoyahkan, meski di tengah persaingan ketat dan tantangan ekonomi global. Dengan basis perangkat aktif yang kini menembus angka 2,5 miliar unit, Apple memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus memperluas dominasinya. Fokus perusahaan kini beralih pada upaya mengatasi keterbatasan pasokan komponen dan mempersiapkan integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam pada Siri guna menjaga momentum pertumbuhan ini tetap stabil di kuartal-kuartal mendatang.

Pencapaian fantastis dari lini iPhone 17 Series juga membuktikan bahwa strategi pemerataan fitur premium ke model standar menjadi kunci sukses dalam menarik minat pasar yang lebih luas. Kini, tantangan bagi Apple adalah mempertahankan kepercayaan investor dan kepuasan pelanggan melalui pembaruan perangkat lunak yang berkelanjutan. Jika implementasi AI generatif yang dijanjikan berjalan mulus, bukan tidak mungkin Apple akan kembali melampaui batas pencapaian finansialnya sendiri, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai standar emas dalam inovasi teknologi dunia.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(AA/ZA)

Share :