Sia-sia! Mematikan Wi-Fi dan Bluetooth Ternyata Gak Bikin Baterai HP Lebih Awet

Wildan Nur Alif Kurniawan . February 10, 2026


Foto: LIFEHACKER

Teknologi.id – Pernahkah Anda panik saat baterai ponsel tersisa 20%, lalu buru-buru mematikan semua tombol di Quick Settings? Wi-Fi dimatikan, Bluetooth diputus, dan GPS dinonaktifkan dengan harapan ponsel bisa bertahan hidup lebih lama.

Jika Anda masih melakukan ritual ini, para pakar teknologi punya kabar buruk: Anda sedang membuang-buang waktu.

Sebuah laporan teknis terbaru mengungkapkan bahwa mematikan Wi-Fi dan Bluetooth pada smartphone modern (keluaran 5 tahun terakhir) memberikan dampak penghematan daya yang sangat tidak signifikan—bahkan nyaris nol persen dalam penggunaan sehari-hari.

Evolusi Teknologi: Mengapa Cara Lama Tak Lagi Berlaku?

Kebiasaan mematikan fitur konektivitas ini berasal dari era awal smartphone (sekitar tahun 2010-2015), di mana cip radio Wi-Fi dan Bluetooth generasi lama memang dikenal boros daya (power-hungry).

Namun, teknologi telah berubah drastis di tahun 2026:

  1. Standar Bluetooth Low Energy (LE): Sejak diperkenalkannya Bluetooth 4.0 hingga versi terbaru saat ini, protokol komunikasi antar-perangkat dirancang untuk "tertidur" saat tidak mentransfer data. Saat Bluetooth ponsel Anda nyala tapi tidak terhubung ke headset atau smartwatch, konsumsi dayanya hampir tidak terukur saking kecilnya.

  2. Manajemen Daya Cerdas (AI): Prosesor modern (SoC) seperti Snapdragon, MediaTek Dimensity, atau Apple A-Series memiliki unit manajemen daya yang sangat efisien. Mereka tahu kapan harus memutus arus ke cip Wi-Fi tanpa perlu Anda matikan secara manual.

Baca juga: Benarkah Headphone Bluetooth Berbahaya bagi Otak? Ini Penjelasan Ahli

Fakta Lapangan: Hematnya Cuma "Recehan"

Pengujian yang dilakukan oleh berbagai reviewer teknologi menunjukkan hasil yang mengejutkan.

  • Skenario: Membiarkan Wi-Fi dan Bluetooth menyala seharian (tanpa koneksi aktif) dibandingkan dengan mematikannya total.

  • Hasil: Selisih baterai yang dihemat rata-rata kurang dari 1% hingga 2% selama periode 24 jam.

Angka ini sangat tidak sebanding dengan ketidaknyamanan yang Anda alami. Bayangkan harus bolak-balik menyalakan Bluetooth saat masuk mobil, atau lupa menyalakan Wi-Fi saat sampai di rumah sehingga malah menghabiskan kuota data seluler yang mahal.

Justru Merugikan?


Foto: The Sweet Setup

Mematikan fitur-fitur ini justru bisa merugikan pengguna dari segi fungsionalitas dan keamanan:

  1. Layanan Lokasi (Akurasi GPS): Ponsel menggunakan Wi-Fi scanning dan Bluetooth untuk membantu GPS menentukan lokasi Anda dengan lebih cepat dan akurat. Jika dimatikan, aplikasi peta (Maps) harus bekerja lebih keras mengunci sinyal satelit, yang ironisnya justru lebih boros baterai.

  2. Fitur "Find My Device": Baik Android maupun iPhone kini mengandalkan jaringan crowdsourced via Bluetooth untuk melacak perangkat yang hilang (bahkan saat offline). Mematikan Bluetooth berarti Anda memutus peluang menemukan HP jika terjatuh atau dicuri.

  3. Quick Share / AirDrop: Fitur berbagi file instan ini membutuhkan Wi-Fi dan Bluetooth yang standby.

Baca juga: Lebih Praktis! Simak Cara Transfer File Laptop ke Perangkat Lain via Bluetooth

Lantas, Apa "Vampir" Baterai yang Sebenarnya?

Jika Anda benar-benar ingin menghemat baterai secara signifikan, berhentilah mengurusi tombol Wi-Fi/Bluetooth, dan fokuslah pada tersangka utamanya:

  1. Kecerahan Layar (Screen Brightness): Ini adalah penyedot daya nomor satu. Menurunkan kecerahan layar hingga 50% bisa memperpanjang nyawa baterai hingga berjam-jam.

  2. Sinyal Seluler Buruk: Saat Anda berada di daerah susah sinyal, modem ponsel akan bekerja ekstra keras (memancarkan daya maksimal) untuk mencari menara BTS. Inilah yang membuat HP panas dan baterai bocor. Solusinya: Gunakan Airplane Mode hanya jika sinyal benar-benar hilang.

  3. Aplikasi Latar Belakang (Background Apps): Aplikasi media sosial yang terus-menerus melakukan refresh atau pelacakan lokasi secara real-time jauh lebih boros daripada Wi-Fi yang menyala standby.

Zaman sudah berubah. Smartphone Anda cukup pintar untuk mengurus dirinya sendiri. Mematikan Wi-Fi dan Bluetooth demi menghemat baterai di tahun 2026 ibarat mematikan lampu indikator kecil di mobil demi menghemat bensin—secara teknis mungkin ada bedanya, tapi dalam praktik nyata, itu sia-sia.

Biarkan fitur tersebut menyala agar pengalaman digital Anda tetap mulus, dan ekosistem perangkat Anda (jam tangan, earbuds, smart tag) tetap terhubung.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(WN/ZA)

Share :