ChatGPT Bisa Ngintip Lewat Kamera? Cek Fakta di Balik Tren Uji Coba "Ya-Tidak"

Algis Akbar . January 21, 2026

Foto: tekno.kompas

Teknologi.id – Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) saat ini, isu privasi data masih menjadi hantu yang membayangi para pengguna. ChatGPT, sebagai chatbot paling populer milik OpenAI, sering kali mengundang banyak opini publik, sejauh mana sebenarnya kecerdasan buatan mengawasi pengguna? Apakah AI benar-benar hanya sebuah mesin penjawab, atau justru mata-mata yang mengintip aktivitas di balik layar?

Keresahan ini bukan tanpa alasan. beredar beberapa video di media sosial seperti TikTok yang membagikan video uji coba ChatGPT yang dapat mengawasi dan memantau pengguna lewat kamera smartphone. Dalam video yang beredar, ChatGPT didorong dengan pertanyaan berformat "Ya" atau "Tidak" terkait akses data pribadi.

Uji Coba Pertanyaan "Ya-Tidak" pada GPT

Dalam video pengujian yang diunggah oleh akun @dnyckn, uji coba pertanyaan Ya-Tidak menggunakan mode voice chat. Sebelum pertanyaan diberikan, GPT diberikan instruksi terlebih dahulu untuk menjawab semua pertanyaan dengan jawaban singkat YA-Tidak. Jika Jawaban dari GPT akurat, maka dapat diansumsikan jika AI ini dapat mengawasi pengguna lewat kamera.

Pertanyaan pertama diawali dengan "apakah bumi itu bulat", chat GPT menjawab "Iya". Pertanyaan kedua mengenai keadaan realtime warna kaos yang digunakan, ChatGPT dapat  menjawab pertanyaan ini dengan tepat. Pertanyaan berikutnya kembali ke pertanyaan random tentang "apakah Alien itu ada", AI ini menjawab dengan tegas "IYA". Uji coba berikutnya, pengguna menggunakan jam tangan dan GPT menjawab "IYA" saat diperlihatkan pengguna melepas jam tangan, GPT menjawab "Tidak"

Baca juga: ChatGPT Go Resmi Rilis Global, AI Ringan OpenAI Kini Bisa Jalan di HP RAM 1 GB

Pada uji coba lainnya, jawaban dari ChatGPT tidak terlalu konsisten. Pengguna menanyakan "apakah saya sedang menggunakan kaos berwarna hitam", ChatGPT menjawab dengan salah. Dari lima pertanyaan yang dilontarkan, ChatGPT dapat menjawab dua pertanyaan benar dan tiga pertanyaan yang salah secara real-time

Dengan kondisi jawaban yang tidak konsisten ini, cukup sulit rasanya buat mengatakan ChatGPT mampu mengetahui kondisi terkini pengguna karena diam-diam mengintip melalui kamera ponsel.

Mode Voice ChatGPT perlu izin akses kamera?

Foto: iphoneincanada.ca

Mode Voice yang digunakan untuk membuktikan ChatGPT mengintip atau tidak ini pada dasarnya masih perlu izin akses kamera. Di mode Voice, pengguna tidak hanya bisa mengobrol dengan suara, tetapi juga berbagai video.

Untuk berbagi video dalam mode Voice, prosesnya tidak berjalan otomatis. Pengguna perlu menekan manual tombol kamera terlebih dahulu saat sedang mengobrol dengan ChatGPT dalam mode Voice. 

Akses kamera ponsel di mode Voice dan mode Chat biasa juga tidak serta merta aktif. Pengguna harus memberikan izin akses terlebih dahulu, baru ChatGPT bisa memakai kamera ponsel.

Sementara itu, ketika ChatGPT bisa menjawab dengan tepat pertanyaan “Ya-Tidak” atas kondisi terkini kita, hal ini tidak berarti chatbot tersebut benar-benar memahaminya. Laman respi ChatGPT OpenAI juga menegaskan jika jawaban ChatGPT tidak sepenuhnya benar. 

ChatGPT masih mungkin untuk menghasilkan jawaban yang asal alias halusinasi. Saat memberikan jawaban salah, ChatGPT bahkan masih bisa tampak percaya diri. Oleh karena itu, jawaban ChatGPT tidak bisa dipercaya sepenuhnya, perlu diverifikasi dulu.

Langkah Bijak Mengamankan Privasi Saat Menggunakan AI

Hasil dari tes "Ya-Tidak" ini mencerminkan kebijakan privasi resmi yang terus diperbarui oleh OpenAI. Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini belakangan memang lebih gencar menyosialisasikan fitur-fitur privasi, seperti Enterprise Tier yang menjanjikan bahwa data perusahaan tidak akan pernah digunakan untuk melatih model.

Baca juga: ChatGPT Translate Hadir! Bisa Atur Gaya Bahasa Formal Hingga Gaul, Cek Fiturnya

Bagi pengguna versi gratis maupun Plus, pesan utama dari eksperimen ini adalah pentingnya literasi digital. Meskipun ChatGPT menjawab "Tidak" pada pertanyaan mengenai akses ilegal atau pengintipan data secara rahasia, pengguna tetap disarankan untuk tetap waspada. Langkah paling mendasar adalah dengan tidak memasukkan informasi yang bersifat rahasia, seperti kata sandi, detail keuangan, atau rahasia dagang ke dalam platform AI mana pun.

Pada akhirnya, jawaban-jawaban singkat dari ChatGPT tersebut membuktikan posisi perusahaan bahwa sistem mereka bekerja sebagai asisten, bukan mata-mata. Meski demikian, pengembangan teknologi yang sangat cepat menuntut pengguna untuk rutin memeriksa pembaruan kebijakan privasi. Keamanan data dalam era kecerdasan buatan bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga tanggung jawab pengguna dalam menentukan batasan informasi yang layak dibagikan.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(AA/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar