Bukan Hewan atau Tumbuhan, Makhluk Purba 9 Meter Ini Kuasai Bumi Sebelum Dinosaurus

Algis Akbar . February 10, 2026


Foto: Reddit.com

Teknologi.id – Jauh sebelum dinosaurus pertama menginjakkan kaki di Bumi atau bahkan sebelum pohon-pohon tinggi berevolusi, daratan planet kita dikuasai oleh sebuah organisme misterius yang menjulang layaknya monolit raksasa. Organisme ini dikenal sebagai Prototaxites, sebuah entitas purba setinggi 9 meter yang telah membingungkan para ilmuwan selama lebih dari 160 tahun. Riset terbaru kini mengungkap fakta mengejutkan bahwa makhluk ini kemungkinan besar bukanlah tumbuhan, hewan, atau jamur, melainkan bentuk kehidupan multiseluler yang benar-benar asing bagi ilmu pengetahuan modern.

Raksasa dari Periode Devon yang Tak Terklasifikasi


Foto: olhardigital.com.br

Prototaxites diperkirakan hidup sekitar 400 juta tahun yang lalu pada periode Devon awal. Di masa itu, lanskap daratan Bumi masih sangat sederhana; belum ada hutan lebat maupun hewan besar.

Namun, di tengah ekosistem yang tampak rendah tersebut, Prototaxites berdiri tegak setinggi gedung tiga lantai. Keberadaannya menantang pemahaman lama tentang evolusi, karena ia menjadi satu-satunya raksasa di daratan pada zamannya.

Awalnya, pada abad ke-19, para ilmuwan mengira fosil ini adalah batang pohon konifer yang membusuk. Namun, penelitian mikroskopis membantah teori tersebut. Alih-alih tersusun dari sel berbentuk kotak seperti jaringan tanaman, struktur internal Prototaxites justru terdiri dari tabung-tabung kecil yang saling menjalin secara rumit. “Organisme ini sangat berbeda dari kelompok modern mana pun yang kita kenal saat ini,” ujar Corentin Loron, ahli paleontologi dari Edinburgh University.

Misteri Biomarker: Mengapa Ia Bukan Jamur?

Selama beberapa tahun terakhir, konsensus ilmiah cenderung menganggap Prototaxites sebagai jamur raksasa. Hal ini didasari oleh analisis isotop karbon yang menunjukkan bahwa organisme ini tidak melakukan fotosintesis, melainkan mengonsumsi materi organik yang membusuk, lebih mirip dengan cara kerja jamur modern. Namun, riset terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menggoyahkan teori tersebut.

Tim peneliti melakukan analisis mendalam terhadap fosil yang ditemukan di Rhynie Chert, Skotlandia, sebuah situs mata air panas purba yang mengawetkan ekosistem terawal di Bumi secara sempurna. Hasilnya menunjukkan bahwa penanda biologis (biomarker) pada Prototaxites secara kimiawi berbeda dengan fosil jamur yang ditemukan di lokasi yang sama.

Jika ia adalah jamur, seharusnya ia memiliki tanda kimiawi yang serupa karena terawetkan dalam kondisi geologi yang identik. Perbedaan ini memperkuat dugaan bahwa Prototaxites adalah "cabang evolusi" yang telah punah sepenuhnya dan tidak memiliki keturunan di zaman modern.

Baca juga: Bukan Mistis! Dokter Jerman Ini Temukan Sains Botani di Balik Ramuan Dukun Jawa

Cara Hidup Organisme "Asing" di Bumi Purba


Foto: evz.ro

Bagaimana organisme sebesar itu bisa bertahan hidup tanpa daun atau sistem pencernaan? Para ahli menduga Prototaxites menyerap nutrisi langsung dari lingkungan sekitarnya. Jaringan tabungnya yang efisien mungkin memungkinkannya mendistribusikan nutrisi dari bahan organik atau mikroorganisme di tanah purba untuk mendukung pertumbuhannya yang lambat namun raksasa.

Kevin Boyce, profesor ilmu Bumi di Stanford University, menekankan keunikan makhluk ini. "Anda bisa membandingkannya dengan jamur, tetapi jamur (seperti yang kita kenal) belum ada pada masa setua itu," ungkapnya. Prototaxites tampaknya menjadi bukti adanya "eksperimen" evolusi liar di masa awal kehidupan darat, menghasilkan makhluk-makhluk unik yang polanya tidak diikuti oleh kehidupan masa kini.

Baca juga: Desa Swiss Rata dengan Tanah! Kisah Blatten Lolos dari Maut Berkat Data Sains Presisi

Teka-Teki Masa Lalu yang Mengubah Pandangan Evolusi

Hingga saat ini, Prototaxites tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah paleontologi. Keberadaannya membuktikan bahwa Bumi pernah menjadi rumah bagi bentuk kehidupan multiseluler yang skala dan strukturnya tidak masuk dalam kategori biologi modern. Makhluk ini adalah pengingat bahwa sejarah evolusi tidak selalu berjalan dalam garis lurus yang kita pahami sampai saat ini.

Meskipun banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab, seperti bagaimana organisme purba ini menempel di tanah atau apakah ia berdiri tegak sepanjang hidupnya, penelitian terhadap Prototaxites membuka wawasan baru tentang betapa kompleksnya ekosistem awal Bumi. Memahami organisme aneh ini membantu ilmuwan memetakan bagaimana kehidupan bereksperimen sebelum akhirnya menetapkan pola tumbuhan dan hewan yang kita kenal sekarang. Prototaxites bukan sekadar fosil purba. Organisme ini adalah artefak dari masa ketika Bumi mencoba membentuk kehidupan yang paling asing bagi imajinasi manusia.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(AA/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar