Mata Uang Kripto Akan Jadi Alat Pembayaran di Starbucks

Foto: Pexels.

Peritel Starbucks memberikan isyarat penggunaan teknologi blockchain sebagai alat pembayaran. Executive Chairman Starbucks Howards Schultz mengungkapkan akan menggunakan teknologi blockchain sebagai bagian dari aplikasi pembayarannya.

Schultz mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan Fox Business. Dia menjelaskan bahwa penggunaan mata uang kripto (cryptocurrency) memang bisa mengawal aplikasi pembayaran.

Schultz mengatakan bahwa perusahaan ‘mungkin’ akan bergerak ke arah teknologi tersebut meski bertentangan dengan sistem ekonomi terpusat.

“Menurut saya teknologi blockchain mungkin ada dalam aplikasi terpadu di Starbucks yang akan digunakan,” komentarnya.

Komentar ini keluar setelah hampir sebulan lalu. Saat itu, Schultz mengatakan bahwa perusahaan akan menggunakan blockchain sebagai pembayaran namun menolak bitcoin sebagai mata uangnya.

Dia menilai bahwa Bitcoin takkan menjadi mata uang masa depan. Karena, mata uang yang digunakan adalah mata uang yang dipercaya dan sah.

Menurut Schultz, cryptocurrency yang dipercaya harus disahkan oleh perusahaan tradisional. Penggunaan teknologi ini adalah salah satu cara Starbucks untuk mencoba tetap relevan dengan dunia konsumennya baik di dalam toko maupun di luar, di mana uang non-tunai mulai marak digunakan.

“Pertanyaan sebenarnya di peritel offline akhir-akhir ini adalah bagaimana Anda menjadi relevan di luar toko Anda seperti yang Anda lakukan di dalam toko?” kata dia.

Schultz mengatakan bahwa perusahaan selalu mengambil keputusan jangka panjang dan tidak didasarkan pada kinerja kuartal ini atau kuartal berikutnya. Sementara itu, saham Starbucks baru-baru ini diperdagangkan pada US$57,17 turun dari level tertinggi 2017 yakni US$ 64,87.

Berita ini pernah tayang di CNN Indonesia. Baca berita sumber.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *