Pencarian Anak Ridwan Kamil Gunakan Berbagai Teknologi Canggih

Adhima Ratnaningtyas . May 29, 2022

Foto: Detik.com 

Teknologi.id - Kasus hilangnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Khan, di Sungai Aare, Swiss, masih berlanjut dalam proses pencarian. Pencarian yang terus berlanjut hingga kini itu dikabarkan menggunakan berbagai teknologi canggih. Yang pertama adalah menggunakan drone thermal.

Dibagikan oleh Elpi Nazmuzaman dalam konferensi pers, adik Ridwan Kamil tersebut menjelaskan bahwa pihak kepolisian air langsung bertindak menyusuri sungai ketika Emmeril Khan dilaporkan hilang. Selain melakukan penyusuran, Elpi juga membagikan bahwa pihak kepolisian setempat juga menggunakan drone thermal sebagai alat bantu pencarian. 

Lantas, apa itu drone thermal dan kegunaannya dalam membantu proses pencarian ini?

Drone Thermal

Foto: Drone Thermal Camera

Drone thermal adalah jenis drone yang biasanya digunakan untuk meneliti alam liar, dimana cara penggunaannya adalah dengan mendeteksi kadar suhu tubuh dari hewan liar yang tidak bisa didekati manusia sehingga peneliti tetap bisa mendapatkan data berapa jumlah hewan liar yang hidup di alam yang ingin ditelitinya tanpa perlu benar-benar mendekat.

Foto: DJI

Selain mendeteksi panas tubuh hewan, drone ini bisa juga mendeteksi suhu tubuh manusia dan objek-objek lainnya. Sehingga, dengan penggunaan drone ini diharapkan dapat membantu tim SAR dan polisi setempat untuk menemukan Emmeril.

Cara kerja lebih detail dari drone thermal adalah dengan menerjemahkan suhu tubuh dari pancaran sinar inframerah setiap objek yang tertangkap kamera. Semuanya akan ditampilkan dalam warna-warna tertentu, lengkap dengan perubahannya.

Selain untuk penelitian alam, drone ini juga banyak digunakan tim SAR untuk mencari orang hilang. Sayangnya, untuk kasus orang tenggelam, drone ini hanya mampu mendeteksi suhu tubuh korban setelah 15 menit pertama terseret arus. Setelah 15 menit tersebut suhu korban akan sulit terdeteksi lagi karena sudah menyatu dengan suhu air. 

Baca juga: Ulasan Buruk Sungai Aare di Maps Lenyap, Google Turun Tangan?

Drone DEM (Digital Evaluation Model)

Pada pencarian hari ketiga, Tim SAR Swiss menggunakan drone pendeteksi permukaan sungai kontur dasar sungai. Drone tersebut akan mencitrakan sungai sehingga akan membantu pencarian Emmeril.

Drone DEM merupakan pengembangan dari teknologi drone yang ada saat ini. Mengingat tujuannya jauh lebih kompleks, yakni merekam dan mencitrakan kontur permukaan suatu objek, maka drone ini dilengkapi banyak teknologi canggih.

Hal ini diperlukan karena pencitraan yang dilakukan drone DEM tidak berbentuk dua dimensi seperti yang biasa ditampilkan drone-drone lain. Drone DEM akan menampilkan satu objek secara utuh dengan tampilan tiga dimensi. Dari situlah diperlukan ebebrapa teknologi terkini seperti LiDAR (Light Detection and Ranging), laser, radar dan juga kamera thermal.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, drone ini memang perlu terbang rendah. Jadi sangat berbeda dengan drone-drone lain yang banyak memindai dari ketinggian. Pemindaian dilakukan oleh LiDAR, laser dan Radar untuk menggambarkan setiap bentuk permukaan yang mereka deteksi. Begitu juga dengan kamera thermal yang berupaya melakukan pencarian radiasi infra merah. 

Teknologi Sonar

Kepolisian setempat juga menggunakan teknologi Sonar yang mampu mendeteksi hingga kedalaman 3 meter.

"Perahu hilir mudik di sungai untuk melihat sesuatu yang bisa ditemukan di bawah permukaan tiga meter. Ini dilakukan dengan satu boot (perahu). Tiga personel, dua personel melakukan visual dengan alat teropong," kata Elpi.

"Kami juga sudah mendapatkan foto dari beberapa diver (penyelam) yang diterjunkan untuk mendeteksi di permukaan air dekat pintu air. Sejauh ini profesional dan terukur," katanya.

Pencarian Hari Minggu

"Rencana pencarian besok (Minggu) akan difokuskan pada area di antara dua pintu air terdekat lokasi terakhir terlihatnya Saudara Eril," demikian siaran pers KBRI Bern yang dikutip dari kemlu.go.id, Minggu (29/5/2022).

Dua pintu air yang terdekat dengan lokasi terakhir Eril terlihat adalah Schwellenmaetelli dan Engehalde. Petugas akan diterjunkan di dua pintu air tersebut.

(AR)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar