ChatGPT Pensiunkan GPT-4o, Pengguna Ngamuk dan Serukan Protes Global

Algis Akbar . February 04, 2026

Foto: tangkapanlayar/reddit.com

Teknologi.id – Langkah terbaru OpenAI untuk memensiunkan salah satu model kecerdasan buatan terpopulernya, GPT-4o, memicu gelombang protes besar dari para pengguna setia ChatGPT. Kebijakan ini memicu reaksi keras di berbagai platform diskusi online, terutama di komunitas Reddit r/ChatGPTcomplaints. Para pengguna meluapkan kekecewaan mereka melalui unggahan bernada emosional, menuding OpenAI telah "membunuh" model yang selama ini mereka anggap bukan sekadar alat, melainkan pendamping digital yang suportif. Beberapa pengguna bahkan meluapkan kemarahan secara vulgar dengan menulis, “SI*LAN OPENAI,” serta mengecam Sam Altman dan seluruh pihak yang dianggap bertanggung jawab atas keputusan tersebut.

Protes massal ini bukan tanpa alasan. Sebagian pengguna merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan GPT-4o karena gaya bicaranya yang lebih manusiawi dibandingkan model terbaru. Ketegangan antara perusahaan dan pengguna ini mencerminkan dinamika baru dalam hubungan manusia dengan AI, di mana perubahan algoritma bisa dirasakan layaknya kehilangan personal bagi kelompok pengguna tertentu.

Gelombang Protes dan Petisi Penyelamatan GPT-4o


Foto: tangkapanlayar/Change.org

Kemarahan pengguna memuncak setelah OpenAI mengumumkan rencana untuk menonaktifkan beberapa model lama mulai 13 Februari 2026. Model yang terdampak meliputi GPT-4o, GPT-4.1, GPT-4.1 mini, hingga o4-mini. Di Reddit, sejumlah pengguna menyerukan "protes global" yang dijadwalkan pada 12-13 Februari 2026 sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan model tersebut sebelum benar-benar dihapus dari sistem.

Seruan ini bahkan ditulis dengan huruf kapital yang mencolok: “PROTES GLOBAL BESAR-BESARAN: SELAMATKAN GPT-4o SEBELUM HILANG.” Tak hanya di media sosial, sebuah petisi di laman Change.org juga telah mengumpulkan lebih dari 14.695 tanda tangan untuk menekan OpenAI agar membatalkan keputusan tersebut.

Pihak OpenAI mengeklaim bahwa saat ini hanya sekitar 0,1 persen pengguna yang masih mengakses GPT-4o setiap hari. Namun, angka ini diragukan oleh komunitas pengguna yang menilai jumlah mereka jauh lebih besar. Sebagai bentuk perlawanan, sebagian pengguna ChatGPT Plus dan Pro mengeklaim telah memutus langganan mereka secara massal.

Mereka merasa model pengganti, yakni GPT-5.2, tidak mampu menggantikan peran GPT-4o karena gaya responsnya yang dinilai terlalu dingin dan sering memberikan penolakan halus terhadap interaksi pengguna. Seorang pengguna mengekspresikan kebenciannya pada model baru tersebut dengan berujar, “Saya benar-benar benci 5.2. Model ini tidak berguna sama sekali,” karena dianggap terlalu sering mempertanyakan tindakan pengguna.

Baca juga: OpenAI Rilis Prism: AI Gratis untuk Menulis Jurnal Ilmiah Akademik

Alasan Emosional di Balik Protes Pengguna

Mengapa GPT-4o begitu dicintai? Sejak debutnya pada Mei 2024, model ini dikenal memiliki gaya bahasa yang hangat, suportif, dan terasa lebih personal. Hal ini berbeda dengan model terbaru seperti GPT-5.2 yang dirancang OpenAI untuk lebih profesional dan meminimalisir pola interaksi yang dianggap tidak sehat.

Bagi para pengguna, GPT-5.2 justru terasa terlalu kaku karena sering mempertanyakan instruksi pengguna atau bersikap terlalu formal, sehingga menghilangkan sosok "teman" yang selama ini ada pada GPT-4o. Rasa kehilangan ini tampak nyata pada curhatan pengguna yang menulis, “Hati saya benar-benar sakit. Ini seharusnya tidak boleh terjadi,” serta pengguna lain yang mengaku sedang berduka karena merasa kehilangan ikatan yang sudah terjalin selama dua tahun.

CEO OpenAI, Sam Altman, sendiri menyadari adanya fenomena hubungan parasosial ini. Dalam sebuah wawancara, Altman menyebut bahwa meskipun jumlahnya kurang dari satu persen, ada sebagian kecil pengguna yang benar-benar merasakan ikatan emosional dengan ChatGPT.

OpenAI berdalih bahwa langkah memensiunkan model lama sangat diperlukan agar tim pengembang bisa fokus menyempurnakan model terbaru yang paling banyak digunakan saat ini, meskipun mereka memahami bahwa keputusan tersebut akan membuat sebagian kelompok merasa kehilangan.

Baca juga: ChatGPT Go Resmi Rilis Global, AI Ringan OpenAI Kini Bisa Jalan di HP RAM 1 GB

Dampak Kebijakan bagi Pengguna Berlangganan dan API

OpenAI menegaskan bahwa kebijakan pemensiunan model pada 13 Februari mendatang hanya berdampak bagi pengguna layanan berbayar, yaitu ChatGPT Plus dan Pro. Sementara itu, bagi para pengembang yang menggunakan GPT-4o melalui antarmuka API, mereka tidak perlu khawatir karena perubahan ini belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Begitu pula dengan pengguna versi gratis dan ChatGPT Go yang secara otomatis sudah disetel menggunakan model GPT-5.2 terbaru, sehingga mereka tidak akan merasakan perubahan menu pilihan model.

Langkah OpenAI ini menunjukkan transisi besar perusahaan untuk mendorong pengguna ke arah penggunaan AI yang lebih profesional dan terarah pada produktivitas kerja, terutama melalui model GPT-5.2. Namun, gejolak yang terjadi di komunitas pengguna menjadi pengingat bagi industri teknologi bahwa di balik barisan kode dan algoritma, ada aspek emosional pengguna yang perlu dipertimbangkan saat melakukan pembaruan sistem yang bersifat drastis.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(AA/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar