Samsung Uji 6G Tembus 3 Gbps, Ini Teknologi di Baliknya

Irmanon Riandina . March 02, 2026


Foto: Tech in Asia

Teknologi.id - Perkembangan teknologi jaringan seluler terus melaju cepat, bahkan ketika implementasi 5G di berbagai negara belum sepenuhnya optimal. Kini, Samsung kembali menunjukkan langkah progresifnya dalam mengembangkan generasi jaringan berikutnya, yaitu 6G. Melalui serangkaian uji coba terbaru, perusahaan ini berhasil mencatat capaian kecepatan yang cukup mengesankan dan mendekati gambaran penggunaan di dunia nyata.

Uji Coba 6G di Lingkungan Nyata

Pengujian teknologi 6G ini dilakukan oleh Samsung bersama KT Corporation dan Keysight Technologies. Tidak seperti uji coba pada umumnya yang dilakukan di laboratorium, kali ini pengujian dilakukan di luar ruangan (outdoor trial) di fasilitas riset dan pengembangan Samsung di Seoul, Korea Selatan. Pendekatan ini dipilih untuk meniru kondisi penggunaan jaringan sehari-hari. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dinilai lebih relevan terhadap penerapan di dunia nyata, dibandingkan sekadar simulasi laboratorium.

Baca juga: Samsung Galaxy S26 Series Resmi Dirilis, Cek Harga dan Cara Pre-Order di RI

Kecepatan Tembus 3 Gbps

Dalam pengujian tersebut, teknologi 6G mampu mencapai kecepatan unduh hingga 3 Gbps ke satu perangkat. Angka ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan kecepatan 5G saat ini, yang dalam praktik sehari-hari sering kali belum mampu menyentuh angka stabil 1 Gbps.

Kecepatan tersebut dicapai melalui penggunaan teknologi X-MIMO (eXtreme multiple-input multiple-output), yang memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar secara bersamaan. Sistem ini menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan performa jaringan generasi berikutnya.

Teknologi Antena Lebih Padat dan Efisien

Samsung menggunakan prototipe base station 6G dengan 256 port antena digital. Jumlah ini sekitar empat kali lebih banyak dibandingkan base station 5G konvensional. Meski demikian, peningkatan jumlah antena tidak membuat ukuran perangkat menjadi lebih besar.   Kerapatan antena yang tinggi memungkinkan base station mengirimkan beberapa aliran data secara paralel.

Dalam pengujian ini, sistem tersebut digunakan untuk mengirim delapan aliran data sekaligus, sehingga meningkatkan throughput tanpa mengorbankan jangkauan jaringan. Pendekatan ini menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan 6G, karena mampu menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi perangkat.

Pita 7 GHz Jadi Kandidat Utama

Pengujian ini juga memanfaatkan pita frekuensi 7 GHz, yang saat ini dianggap sebagai kandidat utama untuk jaringan 6G. Frekuensi ini menawarkan bandwidth yang lebih besar dibandingkan pita 5G sub-6 GHz seperti 3,5 GHz. Selain itu, pita 7 GHz juga dinilai memiliki jangkauan yang lebih baik dibandingkan gelombang milimeter (mmWave), yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan cakupan. Dengan kombinasi kapasitas besar dan jangkauan yang relatif luas, pita ini dinilai mampu memberikan keseimbangan optimal untuk kebutuhan jaringan masa depan.

Hasil uji coba ini terlihat menjanjikan, pengembangan 6G masih berada pada tahap awal. Standar global untuk teknologi ini hingga kini belum ditetapkan secara final. Proses standarisasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk 3GPP, diperkirakan masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Selain itu, implementasi komersial 6G juga masih membutuhkan waktu yang cukup panjang. Infrastruktur, ekosistem perangkat, hingga regulasi masih perlu disiapkan secara matang sebelum teknologi ini benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Baca juga: Samsung Uji Baterai HP 20.000 mAh Berbasis Silicon Carbon, Daya Tahan Jadi Sorotan

Langkah Strategis Samsung

Bagi Samsung, pencapaian ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memimpin inovasi di bidang jaringan seluler. Dengan terus melakukan riset dan pengujian, perusahaan ini ingin memastikan posisinya tetap kompetitif dalam era teknologi masa depan.

Uji coba ini juga menjadi bukti bahwa 6G bukan lagi sekadar konsep, melainkan teknologi yang sedang aktif dikembangkan dan diuji secara nyata. Meski belum akan hadir dalam waktu dekat, arah perkembangan ini memberikan gambaran jelas tentang masa depan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan efisien.

Dengan kecepatan yang mampu menembus 3 Gbps dalam kondisi mendekati penggunaan sehari-hari, 6G berpotensi membuka berbagai peluang baru, nantinya memungkinkan berbagai skenario yang saat ini masih sulit diwujudkan secara maksimal di 5G seperti komunikasi ultra-cepat. Batas kecepatan dan konektivitas kemungkinan besar akan kembali terlampaui ketika 6G benar-benar hadir di tengah masyarakat.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(ir/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar