Mengenal apa itu Smart Contract dan Cara Kerjanya

Sagara Technology . December 17, 2021


Image by VectorStock

Apa Itu Smart Contract?

Smart Contract adalah kontrak yang dijalankan di seluruh jaringan blockchain terdistribusi dan terdesentralisasi dengan ketentuan perjanjian antara pembeli dan penjual yang langsung ditulis ke dalam baris kode. Transaksi di smart contract dapat dilacak dan tidak dapat diubah.

Smart Contract mengizinkan transaksi dan perjanjian yang terjadi antara pihak-pihak yang berbeda dan anonim tanpa memerlukan authority dan sistem hukum. Biasanya Smart Contract digunakan dalam transaksi Cryptocurrency.

Sejarah Terciptanya Smart Contract

Smart contract pertama kali muncul di hadapan publik pada tahun 1994 oleh Nick Szabo. Nick Szabo menciptakan sistem yang mem formalisasi dan mengamankan jaringan komputer dengan cara mengkombinasikan protokol antarmuka para penggunanya.

Nick Szabo adalah seorang ilmuwan komputer Amerika yang menemukan mata uang virtual yang disebut "Bit Gold" pada tahun 1998, mendefinisikan smart contract sebagai protokol transaksi terkomputerisasi yang menjalankan persyaratan kontrak.

Ia meramalkan di masa depan kontrak digital akan menggantikan kontrak fisik yang dinilainya boros sumber daya. Kini, smart contract yang diinisiasi olehnya bahkan diprediksi akan menjadi “kunci” revolusi jasa keuangan di masa depan.

Bagaimana Cara Kerja Smart Contract

Smart Contract adalah program yang mengkodekan logika bisnis dan beroperasi pada mesin virtual khusus yang tertanam dalam blockchain.

Langkah 1: Tim bisnis bekerjasama dengan developer untuk menentukan kriteria pada smart contract yang sesuai dengan perilaku yang diinginkan dalam menanggapi peristiwa atau keadaan tertentu.


Langkah 2: Kondisi pada saat otorisasi pembayaran, tanda terima pengiriman adalah contoh kejadian sederhana.

Langkah 3: Pada operasi yang lebih kompleks, seperti menentukan nilai instrumen keuangan derivatif, atau secara otomatis melepaskan pembayaran asuransi, smart contract akan dikodekan menggunakan logika yang lebih canggih.

Langkah 4: Pengembang kemudian menggunakan platform smart contract untuk membuat dan melakukan uji logika. Setelah aplikasi ditulis, aplikasi akan dikirim ke tim yang berbeda untuk pengujian keamanan.

Langkah 5: Pakar internal atau perusahaan yang khusus dalam bidang security dapat digunakan dalam pemeriksaan keamanan Smart Contract.

Langkah 6: Smart Contract kemudian disebarkan pada blockchain yang ada atau infrastruktur terdistribusi lainnya setelah diotorisasi.

Langkah 7: Smart Contract dikonfigurasi untuk melakukan pembaruan sesuai dari "oracle", yang merupakan sumber data streaming yang aman secara kriptografis.

Langkah 8: Setelah memperoleh kombinasi yang diperlukan dari satu atau lebih oracle, kontrak pintar dijalankan.


author0
teknologi id bookmark icon
author

Sagara Technology

Sagara Technology

Tinggalkan Komentar

0 Komentar