David Formula dan Standar Privasi Data serta AI di BCA

Anindita . November 05, 2026


Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam industri perbankan membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Namun, penggunaan teknologi tersebut juga membawa tantangan, terutama dalam pengelolaan data pribadi, keamanan informasi, dan transparansi pengambilan keputusan.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperoleh dua sertifikasi internasional pada Februari 2026, yaitu ISO 27701:2019 untuk sistem manajemen privasi informasi dan ISO/IEC 42001:2023 untuk sistem manajemen kecerdasan buatan. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya BCA memperkuat tata kelola teknologi sekaligus menjaga kepercayaan nasabah.

Memperkuat Privasi Data melalui ISO 27701

ISO 27701:2019 merupakan standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS). Standar ini memberikan kerangka bagi organisasi dalam mengelola informasi pribadi, mulai dari proses pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, hingga penghapusan data.

Bagi industri perbankan, pengelolaan privasi menjadi aspek penting karena layanan digital melibatkan pemrosesan berbagai informasi nasabah. Penerapan standar ini membantu perusahaan membangun proses dan kontrol yang lebih terstruktur dalam mengelola data pribadi serta mendukung kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan data yang berlaku.

Dengan memperoleh sertifikasi tersebut, BCA menunjukkan komitmen untuk menempatkan perlindungan privasi sebagai bagian dari tata kelola layanan digitalnya.

Membangun Tata Kelola AI yang Bertanggung Jawab

Selain privasi data, BCA juga memperoleh sertifikasi ISO/IEC 42001:2023. Standar ini mengatur sistem manajemen kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence Management System (AIMS).

ISO/IEC 42001 memberikan kerangka bagi organisasi untuk mengelola pengembangan dan penggunaan AI secara terstruktur. Aspek yang diperhatikan mencakup pengelolaan risiko, transparansi, akuntabilitas, serta penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab.

Penerapan standar ini relevan bagi perbankan yang semakin memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai proses bisnis. Inovasi berbasis AI perlu disertai mekanisme pengawasan dan pengelolaan risiko agar penerapannya tetap sejalan dengan kebutuhan bisnis, keamanan, dan kepentingan nasabah.

Menurut publikasi BCA pada Februari 2026, sertifikasi ISO 27701 dan ISO 42001 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan perbankan yang aman dan inovatif.

Peran David Formula dalam Strategi Teknologi BCA

Dalam proses pencapaian sertifikasi tersebut, David Formula hadir sebagai Senior Executive Vice President Group Strategic Information Technology BCA. Kehadirannya menunjukkan keterlibatan fungsi teknologi informasi dalam agenda penguatan tata kelola privasi data dan AI di perusahaan.

David memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang teknologi informasi, termasuk pengelolaan IT, continuity planning, keamanan siber, dan transformasi digital. Sebelum bergabung dengan BCA, ia pernah menjabat sebagai Chief Technology Officer di Maybank Indonesia serta Chief Digital and Transformation Officer di Prudential Indonesia.

Pada 2026, David kemudian diangkat menjadi Direktur BCA. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab atas Group Strategic Information Technology, Group Operation Strategy & Development, serta Contact Center & Digital Services.

Ruang lingkup tanggung jawab ini memperlihatkan keterkaitan antara pengelolaan teknologi, strategi operasional, dan layanan digital dalam mendukung bisnis perbankan. Meski demikian, sertifikasi ISO yang diperoleh merupakan pencapaian institusional BCA dan tidak dapat diatribusikan sebagai hasil kerja David seorang diri.

Tata Kelola sebagai Fondasi Inovasi Perbankan Digital

Pencapaian dua sertifikasi internasional tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital perbankan tidak cukup hanya berfokus pada pengembangan teknologi baru. Pengelolaan privasi data dan penggunaan AI secara bertanggung jawab juga perlu menjadi bagian dari strategi perusahaan.

Bagi BCA, ISO 27701 dan ISO 42001 menjadi kerangka untuk memperkuat pengelolaan privasi informasi serta tata kelola AI. Di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi digital, pendekatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi, keamanan, dan kepercayaan nasabah.

Ke depan, tantangan bagi industri perbankan bukan hanya mengadopsi AI, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dikelola secara transparan, aman, dan akuntabel. Dengan demikian, tata kelola yang kuat dapat menjadi fondasi bagi pengembangan layanan digital yang berkelanjutan.




author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar