'Pintar Online', Platform e-Learning Buatan Bocah 12 Tahun Asal Bojonggede

Kemala Putri . July 26, 2019
pintar online
Platform Pintar Online. Foto: Screenshot/Teknologi.id
Teknologi.id - Dua anak bangsa yang berasal dari Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diketahui baru-baru ini menciptakan platform e-Learning yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dunia pendidikan di Indonesia. Keduanya adalah Muhammad Hafizh Bayhaqi (12) dan Naisyilla Nurina Rahmawati (14). Platform e-Learning yang dinamakan Pintar Online ini tidak hanya memfasilitasi kebutuhan guru dan siswa pada proses pembelajaran saja, melainkan juga antara kebutuhan orangtua dalam memantau perkembangan akademis anaknya di sekolah, bahkan untuk berkomunikasi dengan para pengajarnya.

Baca juga: Jam Tangan Pintar ‘Lyfe Watch’ Bisa Buat Bayar MRT dan TransJakarta

Hafizh mengungkapkan jika ide menciptakan Platform Pintar Online berawal dari coba-coba membuat platform e-Learning untuk kebutuhan belajar adiknya, Alfaridzi Bayhaqi (9). Hafizh dan Alfaridzi adalah kakak beradik yang menjalani homeschooling di bawah pengarahan orangtuanya. Hafizh mulai homeschooling sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Kemudian adiknya mengikuti jejak kakaknya berhenti bersekolah sejak kelas 2 SD. "Biar adik saya bisa belajar seperti sekolah pada umumnya, saya bikin platform e-Learning. Setelah berhasil, lalu muncul ide bagaimana jika platform e-Learning ini diterapkan di sekolah," kata Hafizh, ditemui di rumahnya, Kamis (25/7/2019).

Menekuni Bidang IT

Hasil gambar untuk Muhammad Hafizh Bayhaqi dan Naisyilla Nurina Rahmawati.
Muhammad Hafizh Bayhaqi dan Naisyilla Nurina Rahmawati. Foto: Liputan6.com
Hafizh yang saat ini sedang menekuni bidang IT ini lalu mengajak temannya Naisyilla Nurina Rahmawati yang memiliki kemampuan desain untuk membuat Platform Learning Management System menggunakan dua perangkat lunak Learning Management System (LMS) dan Content Management System (CMS). Dua perangkat lunak itu pun diciptakannya sendiri menggunakan Asp.Net Core sebagai backend-nya. Kedua anak ini berhasil menyelesaikan website platform e-Learning yaitu aplikasi https://www.pintar.online untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK selama kurang lebih dua bulan. Hafizh kemudian menawarkan platform e-Learning Pintar Online secara gratis melalui fasilitas webinar atau sebuah seminar online dengan para guru yang difasiltasi seamolec dan seameo.

54 Sekolah di Seluruh Indonesia Menggunakan Pintar Online

Saat ini ada 54 sekolah di seluruh Indonesia yang sudah menggunakan platform e-Learning buatannya itu. "Sekolah mana pun bisa menggunakan platform Pintar Online tanpa dipungut biaya atau gratis," kata dia. Tujuan Hafizh membuat platform e-Learning hanyalah untuk berkontribusi terhadap dunia pendidikan juga sebagai sarana mengasah kemampuannya dalam dunia pemograman komputer. "Harapan kami sekolah-sekolah mau menerapkan e-Learning untuk membantu proses belajar dan mengajar," ucap Hafizh menambahkan.

Alasan Hafizh dan Adiknya Pilih Homeschooling

Abdul Hakim Budiman, ayah Hafizh menuturkan, sejak kelas 3 SD, anak pertamanya memang enggan melanjutkan sekolah konvensional. "Dia lebih memilih sekolah rumah. Bagi saya tidak masalah selama itu keinginannya dia," ujar Hakim, mantan guru matematika itu. Awalnya Hafizh menekuni ilmu matematika mengikuti jejak ayahnya. Dua tahun kemudian, ia tertarik untuk belajar coding atau ilmu pemrograman komputer. "Saya juga akhirnya mau ga mau ikut mempelajari bidang itu. Kalau ada sesuatu yang sekiranya belum bisa saya pahami suka nanya ke teman praktisi," kata dia. Sumber: Liputan6 Tekno (dwk)
author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar