5 Bahasa Pemrograman Hebat yang Kurang Diminati untuk Dipelajari

Mempelajari bahasa pemrograman mungkin sulit, membingungkan dan memakan waktu, itulah mengapa tidak semua orang menikmatinya. Akan tetapi, mempelajari bahasa pemrograman tentu memiliki banyak manfaat. Di dunia yang didominasi oleh komputer, mempelajari hal ini bisa menjadi daya saing milikmu di antara yang lain. Selain dari fakta bahwa programming memberikan sejumlah besar uang (jika kamu memilih ini untuk menjadi profesimu), programming juga mengajarkanmu pelajaran berharga dalam hidup yang hanya bisa didapat oleh para pengambil risiko akan belajar.

Namun demikian, semuanya akan sulit pada awalnya tetapi ketika kamu belajar untuk menyesuaikannya, semuanya akan menjadi lebih lancar. Ada banyak bahasa pemrograman hebat di masa lalu yang terbukti menjadi tonggak sejarah bagi ilmu komputer. Namun, mereka semua mati perlahan karena banyak programmer memilih untuk tidak mempelajarinya. Berikut adalah beberapa bahasa pemrograman hebat yang kurang diminati untuk dipelajari saat ini.

Lisp

Pertama kali muncul pada tahun 1958, menjadikannya sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi tertua kedua di dunia. Lisp awalnya diciptakan sebagai notasi matematika praktis untuk program komputer yang dipengaruhi oleh notasi kalkulus lambda Alonzo Church. Ini dirancang oleh John McCarthy dan dikembangkan oleh Steve Russell, Timothy P. Hart, dan Mike Levin. Lisp dengan cepat menjadi bahasa pemrograman yang disukai untuk penelitian kecerdasan buatan (AI). Program Lisp dapat memanipulasi kode sumber sebagai struktur data. Alasan mengapa programmer tidak menyukai Lisp adalah karena ekspresifnya, artinya, semakin ekspresif suatu bahasa, maka semakin sulit untuk dipahami.

Ruby

Ruby dikembangkan pada pertengahan 1990-an oleh Yukihiro “Matz” Matsumoto di Jepang. Bahasa ini adalah bahasa pemrograman yang dinamis, reflektif, berorientasi objek, dan umum. Ruby mendukung beberapa paradigma pemrograman, termasuk fungsional, berorientasi objek, dan imperatif dan memiliki sistem tipe dinamis dan manajemen memori otomatis. Ruby adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling populer untuk pengembangan web selama pertengahan 90-an karena framework Rails-nya. Alasan mengapa pemrogram beralih dari Ruby adalah karena Python, JAVA, dan PHP menjadi bahasa yang lebih diminati pasar karena sifat multi-purposenya.

Perl

Perl adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi, bersifat dinamis dan dapat digunakan untuk mengembangkan banyak jenis aplikasi maupun program. Bahasa pemrograman Perl merupakan bahasa open-source yang dikembangkan sebagai bahasa scripting untuk mempermudah proses pelaporan. Munculnya bahasa Python dan R menyebabkan menurunnya kepopuleran pemrograman Perl.

Pascal

Pascal adalah bahasa pemrograman imperatif dan prosedural yang dirancang oleh Niklaus Wirthdirilis dan drilis pada tahun 1970. Pascal adalah bahasa kecil, efisien yang dimaksudkan untuk mendorong praktik pemrograman yang baik menggunakan pemrograman terstruktur dan struktur data. Pascal juga adalah bahasa dasar yang baik untuk menggambarkan algoritma dan struktur data. Pascal digunakan untuk membantu banyak pemula memahami konsep dasar pemrograman dengan cara yang sangat efektif. Setelah pengembangan bahasa C dan C ++, Pascal mulai mati perlahan dan saat ini, Pascal adalah salah satu bahasa pemrograman yang kurang dikenal.

Fortran

Fortran merupakan bahasa pemrograman yang sangat cocok untuk komputasi numerik dan komputasi ilmiah seperti prediksi cuaca numerik, analisis elemen terhingga, dinamika fluida komputasi, fisika komputasional, kristalografi dan kimia komputasi. Fortran adalah bahasa populer untuk komputasi berkinerja tinggi yang digunakan untuk program yang menjadi tolok ukur superkomputer tercepat di dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *