Pemerintah AS Meminta Identitas Lengkap Penonton YouTube, Buat Apa?

Nuryana . March 27, 2024

youtubeFoto: Forbes

Teknologi.id - YouTube adalah platform berbagi video daring yang sangat populer di seluruh dunia. Sejak tahun 2005 hingga kini platform ini telah menjadi sumber utama hiburan, informasi, dan pembelajaran bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Namun, dalam era digital yang semakin berkembang, keamanan data pribadi menjadi fokus yang semakin besar, terutama dengan popularitas platform seperti YouTube. Hal ini menjadi pertanyaan kembali ketika terungkapnya bahwa pemerintah Amerika Serikat meminta Google untuk bisa memberikan detail identitas para pengguna yang menonton video YouTube.

Privasi online dan batasan pemerintah dalam mengakses data pengguna kembali mencuat setelah secara rinci pemerintah Amerika meminta detail nama, alamat, nomor telepon dan aktivitas pengguna akun yang menonton video YouTube tertentu pada rentang tanggal 1 dan 8 di Bulan Januari 2023 tahun lalu. Demikian menurut dokumen pengadilan terbuka yang ditemukan Forbes.

Baca juga: YouTube Akan Beri Label pada Video Hasil Buatan AI

YouTube, sebagai platform video terbesar di dunia, mengumpulkan berbagai macam data pengguna, termasuk informasi identitas, perilaku penonton, dan preferensi. Namun, Google bertanggung jawab atas kebijakan privasi ketat yang mengatur bagaimana data ini diakses, digunakan, dan dilindungi.

Menurut Kebijakan Privasi YouTube, identitas penonton dilindungi dan tidak boleh disalahgunakan. Namun, Google tetap memiliki kewenangan untuk memberikan informasi pengguna kepada pihak yang berwenang, termasuk pemerintah, dalam situasi tertentu seperti permintaan hukum yang sah atau dalam rangka penyelidikan kejahatan yang sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Secara mendasar, para penyelidik sedang mencari individu yang menggunakan nama pengguna online elonmuskwhm. Untuk mendapatkan informasi tersebut, pihak berwajib meminta bantuan informasi dari Google. 

Pemerintah AS memiliki kecurigaan bahwa elonmuskwhm telah menjual bitcoin untuk mendapatkan uang tunai, yang merupakan pelanggaran hukum pencucian uang serta peraturan tentang operasi bisnis pengiriman uang tanpa izin.

Pihak berwenang menyediakan catatan-catatan yang relevan dan penting dalam penyelidikan dugaan kasus kriminal yang sedang berlangsung. Bersamaan dengan itu, pengadilan AS telah menyetujui perintah tersebut, tetapi Google tetap diminta menjaga kerahasiaannya, menurut dokumen yang dilihat Forbes.

Baca juga: Cara Download Lagu dari YouTube ke Format MP3

Sehingga sampai saat ini tidak dapat dipastikan bahwa Google menyerahkan data pribadi tersebut kepada pihak berwenang atau tidak. Namun, Amerika Serikat sebenarnya juga sudah mengatur tentang privasi online yakni pada undang-undang federal seperti Undang-Undang Komunikasi Elektronik untuk Privasi (Electronic Communications Privacy Act - ECPA) dan Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission - FTC) yang bertanggung jawab atas penegakan privasi konsumen.

Terakhir, sebagaimana informasi dari juru bicara Google yang mengatakan kepada Forbes bahwa mereka tetap mengikuti proses yang sangat ketat untuk bisa melindungi data privasi para pengguna YouTube.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(ny)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar