Mari Mengenal STEAM dan Mempelajarinya Lewat Makeblock

Halo, Hackers!

Pada segment #SosokTeknologi di #KamisInspirasi kali ini Teknologi.id mendapatkan kesempatan mewawancarai Founder dari Makeblock Indonesia yaitu Erwin Octavia atau biasa disapa Erwin. Makeblock sendiri adalah sebuah modul yang diperuntukan untuk mempermudah pembelajaran ilmu dasar dan logika-logika programming melalui interaksi langsung dengan objek fisik.

Modul Makeblock yang di produksi oleh Tim Makeblock Indonesia ini juga sebagai solusi untuk pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Math) di sekolah-sekolah terlebih di sekolah dasar agar dapat membentuk Anak Indonesia yang kreatif, inovatif, dan handal akan penguasaan teknologi. Nah, sekarang mari langsung saja kita simak hasil wawancara Teknologi.id dengan Erwin!


Bagaimana awal mula ide mendirikan bisnis Makeblockid?

Dengan latar belakang sebagai penjual smartphone, melihat perkembangan dunia teknologi begitu pesat membangkitkan   rasa perduli kami sebagai anak Indonesia yang merasa sudah saatnya Anak Indonesia berinovasi dari sekedar konsumsi. Setelah mempelajari ekosistem makeblock yang menyediakan kemudahan bagi siapapun untuk belajar dan berinovasi dengan kelengkapan modul mekanik, electronic dan aplikasi koding, maka kami beranikan diri untuk masuk ke dunia edukasi dengan makeblock.  

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan STEAM?

STEAM adalah sebuah kepanjangan dari Science Technology Engineering Art Math, sebenarnya Tren ini sudah mulai di promosikan oleh Negara-negara lain semenjak 2011. Namun akhir-akhir ini semakin gencar terdengar , beberapa sekolah sudah mulai memberanikan diri untuk merubah dan menerapkan kurikulum STEAM. Untuk Indonesia sepertinya tahun ini akan mulai memperkenalkan STEMA (Science Technology Engineering Math Art).

 Apakah tujuan, visi dan misi dari di bangunnya makeblockid?

Tujuan kami memberikan kemudahan bagi siapaun untuk belajar dan berinovasi dengan solusi yang kami berikan baik dari sisi perangkat keras dan piranti lunak.

Visi kami melakukan pemerataan pendidikan bagi setiap anak di Indonesia akan STEAM, karena setiap anak berhak mendapat pendidikan dengan kualitas yang sama demi menciptakan bibit bibit muda yang menjadi innovator masa depan.

Misi yang kami lakukan terbagi akan 3 hal utama :

–          Pelatihan kepada guru-guru dan educator , sehingga menciptakan semakin banyak pengajar STEAM.

–          Menyusun kurikulum, syllabus bagi sekolah yang siap menerapkan edukasi STEAM.

–          Mempersiapkan piranti lunak untuk melakukan pemrograman (koding) yang universal (mudah dimengerti , interaktif  dan multi bahasa (salah satunya bahasa indonesia)

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder dalam memvalidasi ide ke dalam kondisi real di pasar/industri Indonesia?

Di awal pembentukan saya merekrut tim saya yang bernama Halley Kuncoro yang saat ini membantu saya di bagian business development.

Proses yang kami alami cukup naik turun dan mengalami penolakan dari berbagai pihak karena tidak adanya kurikulum yang mendukung, serta kurangnya tenaga pengajar yang siap.

Hingga akhirnya kami merumuskan beberapa hal tersebut dengan meningkatkan skill di tim kami dengan memberikan training dan belajar dari berbagai Negara lain dalam mengemas kurikulum bagi sekolah.

 Apa misi jangka panjang makeblockid atas keterlibatannya di pendidikan Indonesia?

Menjadi solusi bagi para educator dan pemerintah untuk melakukan pemerataan edukasi untuk sekolah, murid dan guru di Indonesia khususnya di bidang STEAM.


Begitulah serials wawancara Teknologi.id dengan Mas Erwin Founder dari Makeblock Indonesia. Semoga apa yang dicita-citakan Mas Erwin dan Tim dapat tercapai sehingga seluruh sekolah di Indonesia mendapatkan kualitas pendidikan yang sama rata khususnya di bidang STEAM. Maju terus Makeblock Indonesia! (nks)

Baca juga: Krisnanta, Founder dan CEO Scola: Niat, Passion dan Visi yang Jelas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *