
Foto: Business Today
Teknologi.id - Nestlé mengambil langkah penarikan produk susu formula bayi secara global setelah terdeteksi adanya kontaminasi racun ceurelide pada sejumlah produknya. Penarikan ini mencakup 49 negara dan telah dilakukan sejak Desember lalu sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan bayi dan menjaga standar keamanan pangan.
Produk yang terdampak berasal dari beberapa merek susu formula bayi, di antaranya SMA, BEBA, dan NAN. Nestlé menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah ditemukan potensi risiko dari salah satu komponen bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
Dalam pernyataan resminya, Nestlé menegaskan bahwa keselamatan pangan dan kesejahteraan bayi menjadi prioritas utama perusahaan. Nestlé juga menyadari bahwa kabar penarikan produk ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
“Kami memahami bahwa situasi ini dapat memicu kecemasan, dan kami berkomitmen untuk memberikan informasi serta dukungan yang jelas kepada para orang tua dan pengasuh selama proses penarikan berlangsung,” ujar Nestlé, seperti dikutip dari USA Today.
Baca juga: Bukan Mistis! Dokter Jerman Ini Temukan Sains Botani di Balik Ramuan Dukun Jawa
Langkah Nestle untuk Menarik Produk yang Terkontaminasi
Foto: vneconomy.vn
Sebagai tindak lanjut, Nestlé langsung melakukan investigasi menyeluruh terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk susu formula tersebut. Pemeriksaan difokuskan pada minyak asam arakidonat atau arachidonic acid (ARA) serta campuran minyak lain yang menjadi bagian dari formula susu bayi. Selain itu, perusahaan juga telah menyiapkan pemasok alternatif guna memastikan kelangsungan produksi dengan bahan yang aman.
Penarikan produk dilakukan di hampir seluruh wilayah dunia. Di Eropa, sejumlah negara terdampak antara lain Austria, Belgia, Kroasia, Jerman, dan Inggris. Penarikan juga mencakup negara-negara di kawasan Amerika Selatan seperti Argentina dan Brasil, serta wilayah Asia dan Timur Tengah, termasuk China, Filipina, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar. Australia pun masuk dalam daftar negara yang terdampak penarikan tersebut.
Lantas, Apa itu Racun Ceurelide?
Berdasarkan penjelasan dari Food Standards Agency (FSA) Inggris, ceurelide merupakan racun yang dihasilkan oleh jenis bakteri Bacillus Cereus. Racun ini dikenal memiliki tingkat ketahanan panas yang tinggi, sehingga tidak mudah dinonaktifkan melalui proses pemanasan, perebusan, maupun tahapan produksi susu formula.
Baca juga: Isi BBM Siang Hari Bikin Boros? Ternyata Begini Penjelasan Ilmiahnya!
Efeknya Racun pada Tubuh
Paparan ceurelide pada manusia dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti rasa mual, muntah, dan nyeri atau kram di perut. Meski demikian, otoritas keamanan pangan menyebutkan bahwa sejauh ini belum ditemukan laporan dampak kesehatan serius pada bayi yang mengonsumsi produk susu formula yang terindikasi terkontaminasi.
Meski belum ada laporan kasus berat, otoritas terkait tetap mengimbau orang tua dan pengasuh untuk menghentikan penggunaan produk yang ditarik dari peredaran. Langkah ini bersifat preventif untuk meminimalkan potensi risiko kesehatan. Orang tua juga disarankan berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga medis sebelum mengganti jenis susu formula, terutama bagi bayi dengan kebutuhan nutrisi khusus.
Apakah Produk di Indonesia Aman?
Nestlé Indonesia meminta untuk tidak perlu khawatir karena pihaknya telah memastikan bahwa seluruh produk yang beredar di dalam negeri berada dalam kondisi aman dan tidak termasuk dalam daftar penarikan global. Perusahaan menyatakan bahwa fasilitas produksi Nestlé di Indonesia tidak terdampak oleh isu kontaminasi ceurelide.
Seluruh produk yang diproduksi secara lokal telah melalui proses pengujian mutu dan keamanan yang ketat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, produk impor yang dipasarkan di Indonesia juga telah melewati serangkaian uji kualitas sebelum diedarkan ke konsumen.
Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan standar keamanan pangan tertinggi serta memberikan informasi yang terbuka kepada masyarakat. Perusahaan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan seluruh produk yang dikonsumsi bayi tetap aman.
Penarikan produk ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok pangan, terutama untuk produk yang dikonsumsi kelompok rentan seperti bayi. Nestlé menegaskan bahwa langkah korektif dan preventif akan terus dilakukan demi menjaga kualitas dan keselamatan produk di seluruh pasar global.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Tinggalkan Komentar