Peneliti Sebutkan Manusia Masih Bisa Berevolusi, Masa Sih?

Indah Mutia Ayudita . October 11, 2020

Ilustrasi. Foto: BBC

Teknologi.id - Berapa banyak dari kalian yang percaya kita adalah bentuk paling sempurna dari hasil evolusi manusia?

Sayangnya, manusia sekarang masih jauh dari kata sempurna. Tentu kita berbeda jauh dengan nenek moyang primata jaman dahulu, namun ternyata evolusi tersebut masih terjadi. 

Penelitian terbaru menunjukkan adanya adaptasi yang makin sering ditemui pada bayi yang baru lahir dan bisa membawa perubahan besar bagi umat manusia di masa depan.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah berjudul Journal of Anatomy. Dalam jurnal tersebut disebutkan ada lebihan arteri yang ditemukan pada lengan manusia, dan hal ini semakin umum ditemukan.

Baca juga: Dua Penemu "Gunting DNA" CRISPR/Cas9 Meraih Nobel Prize 2020

Para peneliti menyebutkan perubahan ini bisa jadi sebuah perubahan yang evolusioner, artinya spesies manusia sekarang masih bisa berubah meskipun dalam pergerakan yang sangat lambat.

Dilansir dari ScienceAlert, para peneliti menemukan arteri yang biasanya aktif pada saat bayi berkembang dalam rahim akan 'menghilang' seiring berjalannya waktu karena semakin menempel.

Perubahan ini memang tidak terlihat besar atau signifikan, namun tetap penting karena para ilmuwan berharap bisa mempertajam perubahan evolusi yang dialami tubuh manusia.

"Sejak abad ke-18, ahli anatomi telah mempelajari prevalensi arteri ini pada orang dewasa dan penelitian kami menunjukkan peningkatan yang jelas," kata Dr. Teghan Lucas, penulis utama penelitian tersebut dalam sebuah wawancara.

"Prevalensinya sekitar 10% pada orang-orang yang lahir di pertengahan 1880, sementara pada orang yang lahir pada akhir abad ke-20 meningkat sampai 30%. Hal ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan dalam periode waktu yang cukup singkat dalam hal evolusi," jelasnya lagi.

Para peneliti menyebutnya sebagai mikroevolusi dan memprediksi jika trennya berlanjut, sebagian besar orang akan memiliki arteri ekstra ini di lengannya pada akhir abad ini.

Baca juga: Ilmuwan Temukan 24 Planet yang Diklaim Layak Huni

"Peningkatan ini bisa terjadi karena mutasi gen yang terlibat dalam perkembangan arteri median atau masalah kesehatan pada ibu selama masa kehamilan, atau gabungan keduanya. Jika berlanjut, mayoritas orang akan memiliki arteri median lengan bawah pada tahun 2100," kata Dr. Lucas.

Meski tampak luar biasa, hal ini hanyalah salah satu dari beberapa perubahan lain yang dialami manusia dalam beberapa waktu terakhir.

Para peneliti membandingkan peningkatan prevalensi arteri median dengan tren hilangnya gigi bungsu pada bayi baru lahir, dimana kemungkinan seseorang akan lahir tanpa gigi bungsu terus meningkat dari waktu ke waktu.Jadi, meskipun evolusi manusia bukanlah hal-hal seperti kemampuan komunikasi telepati atau kemampuan kinetis, setidaknya kita tahu evolusi masih terjadi dan manusia masih bisa jadi lebih baik dan 'lebih canggih' lagi.


(im)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar